Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PMI Jaksel Hasilkan 9 Set Limbah Medis Per Hari Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 24/06/2020, 12:27 WIB
Irfan Maullana

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan menghasilkan sembilan set limbah medis khusus penanganan Covid-19 yang berasal dari kegiatan penyemprotan disinfektan setiap harinya.

"Kami menyebutnya limbah medis terdiri atas masker, baju hazmat, dan sarung tangan," kata Humas PMI Jakarta Selatan, Dedet Haryadi kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dedet menyebutkan, sejak 15 Maret 2020 PMI Jakarta Selatan ditugaskan untuk melakukan penyemprotan disinfektan dengan menyasar fasilitas umum, ruang publik, permukiman warga, sekolah, dan sarana peribadatan.

Baca juga: Limbah Medis di DKI Capai 206 Kg pada Mei 2020

Sejak saat itu, PMI menghasilkan limbah medis berupa alat pelindung diri (APD) yang digunakan para relawan saat melakukan disinfeksi.

"Penggunaan APD ini sangat penting untuk melindungi relawan dari penularan Covid-19, karena selama melakukan penyemprotan kita tidak tau sedang berhadapan dengan orang yang bebas Covid-19 atau tidak," kata Dedet.

Untuk pemusnahan limbah penanganan Covid-19 tersebut, PMI melakukannya dengan cara dibakar di tempat pembakaran khusus sampah medis Covid-19.

PMI Jakarta Selatan memiliki tempat pembakaran khusus untuk sampah-sampah atau limbah yang dihasilkan dari kegiatan disinfeksi.

Baca juga: PT Jamed Siap Tangani Lonjakan Limbah Medis Covid-19 di Jabar

"Sampah dibakar setiap pekan, totalnya bisa mencapa 8 kilogram. Kita bakar di dalam tong khusus pembakaran, sehingga asapnya tidak mencemari lingkungan," kata Dedet.

Sebelum dibakar, lanjut Dedet, sampah tersebut disterilisasi terlebih dahulu atau disemprot cairan diisnfektan untuk menghindari adanya virus yang menempel saat relawan melakukan penyemprotan.

Khusus untuk lokasi penyemprotan di zona merah Covid-19, limbah medis APD dipisah dan dimusnahkan langsung tanpa menunggu waktu sepekan.

"Kalau kita menyemprot di zona merah, limbah medisnya kita musnahkan langsung terpisah dengan APD lain yang tidak berisiko," kata Dedet.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bangunan Toko 'Saudara Frame' yang Terbakar Hanya Punya 1 Akses Keluar Masuk

Bangunan Toko "Saudara Frame" yang Terbakar Hanya Punya 1 Akses Keluar Masuk

Megapolitan
Pemkot Dukung Proyek MRT Menuju Tangsel, tetapi Butuh Detail Perencanaan Pembangunan

Pemkot Dukung Proyek MRT Menuju Tangsel, tetapi Butuh Detail Perencanaan Pembangunan

Megapolitan
Fakta-fakta Penemuan Jasad Wanita yang Sudah Membusuk di Pulau Pari, Hilang Sejak 10 Hari Lalu

Fakta-fakta Penemuan Jasad Wanita yang Sudah Membusuk di Pulau Pari, Hilang Sejak 10 Hari Lalu

Megapolitan
Cerita 'Horor' Bagi Ibu Pekerja Setelah Lebaran, ART Tak Kembali dan Minta 'Resign'

Cerita "Horor" Bagi Ibu Pekerja Setelah Lebaran, ART Tak Kembali dan Minta "Resign"

Megapolitan
Polisi Pastikan Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Motor di Bekasi Bukan karena Balapan Liar

Polisi Pastikan Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Motor di Bekasi Bukan karena Balapan Liar

Megapolitan
MRT Bakal Masuk Tangsel, Wali Kota Harap Ada Pembahasan dengan Pemprov DKI

MRT Bakal Masuk Tangsel, Wali Kota Harap Ada Pembahasan dengan Pemprov DKI

Megapolitan
Polisi Periksa Satpam dan 'Office Boy' dalam Kasus Pencurian di Rumah Pemenangan Prabowo-Gibran

Polisi Periksa Satpam dan "Office Boy" dalam Kasus Pencurian di Rumah Pemenangan Prabowo-Gibran

Megapolitan
Sudah Rencanakan Aksinya, Maling Motor Naik Ojol ke Benhil untuk Cari Target

Sudah Rencanakan Aksinya, Maling Motor Naik Ojol ke Benhil untuk Cari Target

Megapolitan
4 Korban Kebakaran 'Saudara Frame' yang Disemayamkan di Rumah Duka Jelambar adalah Satu Keluarga

4 Korban Kebakaran "Saudara Frame" yang Disemayamkan di Rumah Duka Jelambar adalah Satu Keluarga

Megapolitan
4 Korban Kebakaran di Mampang Disebut Akan Dimakamkan di TPU Gunung Gadung Bogor

4 Korban Kebakaran di Mampang Disebut Akan Dimakamkan di TPU Gunung Gadung Bogor

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Laboratorium untuk Tentukan Penyebab Kematian Perempuan di Pulau Pari

Polisi Tunggu Hasil Laboratorium untuk Tentukan Penyebab Kematian Perempuan di Pulau Pari

Megapolitan
Maling Motor di Tanah Abang Ditangkap Warga, Sempat Sembunyi di Kandang Ayam

Maling Motor di Tanah Abang Ditangkap Warga, Sempat Sembunyi di Kandang Ayam

Megapolitan
Kondisi Jasad Perempuan di Pulau Pari Sudah Membusuk, Ada Luka di Dada dan Leher

Kondisi Jasad Perempuan di Pulau Pari Sudah Membusuk, Ada Luka di Dada dan Leher

Megapolitan
Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Disemayamkan di Rumah Duka Jelambar

Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Disemayamkan di Rumah Duka Jelambar

Megapolitan
Motor Adu Banteng dengan Pembalap Liar di Bekasi, Seorang Perempuan Tewas di Tempat

Motor Adu Banteng dengan Pembalap Liar di Bekasi, Seorang Perempuan Tewas di Tempat

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com