Car Free Day di JLNT Antasari Tak Ramai, Warga Leluasa Berlari dan Bersepeda

Kompas.com - 28/06/2020, 10:04 WIB
Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Layang Non-tol (JLNT) Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Minggu (27/8/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaSuasana Car Free Day (CFD) di Jalan Layang Non-tol (JLNT) Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Minggu (27/8/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI menggelar Car Free Day ( CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di 32 titik di Jakarta untuk mengurai kerumunan warga.

Jalan Pangeran Antasari di Jakarta Selatan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan HBKB.

Dari pantauan Kompas.com, Minggu (28/6/2020) pukul 08.20 WIB, suasana CFD di jalan layang non-tol (JLNT) itu cenderung sepi jika dibandingkan dengan CFD yang berlangsung di kawasan Sudirman-Thamrin pekan lalu.

Warga yang berlari maupun bersepeda dapat melakukan hal itu dengan leluasa dan menjaga jarak fisik dengan yang lain.

Nurul (22), seorang warga Jakarta Selatan mengatakan, pengunjung CFD itu cukup sepi. Dia dapat dengan leluasa menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik ketika berolahraga.

Baca juga: Car Free Day Kota Bekasi Digelar 5 Juli, PKL Dibatasi

"Enggak terlalu ramai sih. Enak. Kalau yang di Bundaran HI kan biasanya ramai tuh. Amanlah," katanya di lokasi.

Risma Afifah (24), pesepeda mengatakan, pengawasan protokol kesehatan di CFD Jalan Pangeran Antasari cukup ketat. Setiap warga yang memasuki area HBKB diarahkan petugas untuk melakukan cek suhu tubuh dan diwajibkan menggunakan masker.

"Tadi di sebelum masuk jalan layang dicek suhu tubuh dulu sama petugas. Sama dipastiin pakai masker atau enggak," ungkapnya.

Menurut Risma, CFD di Jalan Layang Non-tol Pangeran Antasari yang tidak terlalu ramai membuat dia dan rombongannya leluasa bersepeda.

"Dibilang ramai enggak, sepi juga enggak terlalu sih. Tapi leluasalah buat naik sepeda," ungkapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X