Kompas.com - 28/07/2020, 06:13 WIB
Para relawan Wartawan Lintas Media sedang bergiat mengumpulkan ponsel bekas untuk mendukung pelajar-pelajar Indonesia yang terhambat belajar karena tak punya gawai. Dok. Wartawan Lintas MediaPara relawan Wartawan Lintas Media sedang bergiat mengumpulkan ponsel bekas untuk mendukung pelajar-pelajar Indonesia yang terhambat belajar karena tak punya gawai.

Mereka lalu tergerak untuk menjawab kebutuhan itu.

Solidaritas sesama

Relawan Wartawan Lintas Media mengajak masyarakat untuk mendonasikan ponsel bekas yang layak pakai untuk disumbangkan ke pihak yang membutuhkan. Ponsel bekas nantinya akan digunakan sebagai fasilitas penunjang anak-anak belajar.

Margareth mengatakan, pihaknya menerima ponsel pintar (smartphone) yang bisa digunakan untuk menunjang kegiatan telekonferensi seperti Zoom, Google Meet, dan Video Call.

Calon donatur bisa menghubungi Agnes, wartawan Harian Kompas di nomor 0812-9463-1154 dan Ghina, wartawan Jakarta Post di nomor 0812-1091-543.

Penyaluran donasi gelombang 1 rencananya dimulai pada minggu pertama Agustus. Para relawan fokus untuk pelajar-pelajar dari kampung kumuh di Rawamangun.

"Awalnya kawan-kawan berencana untuk menjawab kebutuhan di Jabodetabek, tapi seiring berjalannya waktu kok semakin banyak yang menghubungi kami, bahkan sampe ke Nabire. Karena itu donasi akan diperluas sampai ke seluruh penjuru Indonesia," ujar dia.

Verifikasi yang dilakukan sangat ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Margareth menyebutkan, pihak relawan memverifikasi data dengan cara menelepon, video call, berkomunikasi dengan wali kelas, wawancara orangtua, dan persyaratan pembuatan karya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pelamar/beneficiaries kami minta bikin karya singkat untuk menceritakan siapa mereka dan kenapa mereka perlu dibantu. Kami sangat selektif, mendahulukan yang benar-benar butuh. Inginnya membantu semua pelajar, tapi apa daya," tambah Margareth.

Saat ini, sudah ada 17 pelajar yang lolos verifikasi data. Target gelombang pertama sebanyak 50 pelajar.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inovasi Pemkot Depok Jadikan 'Sedekah' Alternatif Bantuan bagi Warga Terdampak PPKM, Sudah Himpun Rp 200 Juta

Inovasi Pemkot Depok Jadikan "Sedekah" Alternatif Bantuan bagi Warga Terdampak PPKM, Sudah Himpun Rp 200 Juta

Megapolitan
UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

Megapolitan
UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Megapolitan
Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X