Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Kompas.com - 14/08/2020, 09:27 WIB
okasi penembakan di Ruko Royal Gading Square, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2020). ANTARA/Fauzi Lambokaokasi penembakan di Ruko Royal Gading Square, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial S (51) tewas ditembak orang tidak dikenal di rumah toko (ruko) Royal Gading Square, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2020) siang.

Peristiwa penembakan itu membuat warga yang sedang berada di sekitaran lokasi kaget.

Warga setempat mendengar suara letusan sebanyak tiga kali sebelum korban ditemukan tewas.

Baca juga: Seorang Pria Tewas Ditembak di Ruko Royal Gading Square

"Saya lagi melayani kopi kaget saya, duar biasa ban pecah," ujar Tini, salah satu pedagang kopi di lokasi dalam siaran Kompas Petang, Kamis.

Kronologi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, peristiwa penembakan itu terjadi saat korban ingin pulang ke rumah dari kantornya yang tidak jauh dari lokasi kejadian untuk makan siang.

"Kronologinya pada saat dia mau pulang untuk makan siang. Kebetulan kantor dan rumah korban ini tidak terlalu jauh. Korban biasanya siang pulang untuk makan dengan jalan kaki," ujar Yusri kepada Wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis, sore.

Baca juga: Seorang Pria Tewas Ditembak di Ruko Royal Gading Square, Terdengar 3 Kali Tembakan

Saat korban baru berjalan sekitar 50 meter dari kantor, tiba-tiba datang orang tidak dikenal langsung mengacungkan senjata dan menembak.

"Ada orang dari belakang mengacungkan senjata dan menembak yang bersangkutan menembak sebanyak empat kali," kata dia.

Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung melarikan diri. Sementara korban tewas di tempat kejadian.

"Korban meninggal di tempat. Kemudian pelaku melarikan diri," kata dia.

Temukan 4 selongsong peluru

Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung ke lokasi.

Anggota gabungan dari Polres Jakarta Utara dan Resmob Polda Metro Jaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat itu, polisi menemukan empat selongsong peluru di dekat lokasi tewasnya korban.

Baca juga: Pria Tewas Ditembak di Kelapa Gading, Polisi Temukan 4 Selongsong Peluru

"Polres Jakarta Utara dan juga dibantu Resmob Polda Metro Jaya sedang olah TKP. Memang benar ada sesorang yang tertembak. Ada empat selongsong yang ditemukan," kata Yusri.

Berdasarkan temuan selongsong peluru tersebut, polisi menduga korban ditembak sebanyak empat kali.

Namun, saat ini polisi masih memastikan bagian tubuh korban yang mengalami luka tembak.

Menurut Yusri, dari informasi yang didapat polisi di lapangan, korban tertembak pada bagian kepala belakang hingga meninggal dunia.

"(Kepala) belakangnya, ini masih belum masih kita cek dulu di sana, tapi korban meninggal di tempat," ucapnya.

Seorang Pengusaha

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban penembakan itu merupakan seorang pengusaha yang kantornya berada di salah satu ruko tersebut.

Yusri mengatakan, usaha yang selama ini dijalani korban bergerak di bidang pelayaran.

"Dia adalah pekerja swasta. Dia pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran," kata Yusri.

Polisi belum mengetahui motif di balik aksi penembakan yang dialami korban.

Baca juga: Pria yang Tewas Ditembak di Kelapa Gading Pengusaha di Bidang Pelayaran

Menurut Yusri, motif dapat diketahui setelah pelaku penembakan sudah berhasil ditangkap.

"Motif itu (diketahui) kalau sudah ketangkap pelakunya, ini kan belum ketangkap," ucapnya.

Pelaku terlihat 2 orang

Yusri menjelaskan, ada saksi yang melihat saat terjadinya korban ditembak.

Saksi itu menyebutkan kalau pelaku penembakan terlihat berjumlah dua orang.

"Menurut keterangan saksi yang ada di sana, pelaku penembakan satu orang, tapi ada satu orang yang menunggu di motor," kata Yusri.

Baca juga: Pelaku Penembakan di Kelapa Gading Berjumlah 2 Orang

Yusri menjelaskan, dua orang yang terlihat saksi itu muncul dari belakang korban sebelum mengacungkan senjata dan melakukan penembakan.

"Ada orang dari belakang mengacungkan senjata dan menembak. Kemudian dia (pelaku) melarikan diri," katanya.

Saat ini, polisi yang tergabung dalam Polres Jakarta Utara dan Resmob Polda Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 24 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Depok 1.297

UPDATE 24 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Depok 1.297

Megapolitan
Mahasiswa FK dan FKM UI Juara Kompetisi Kesehatan Global

Mahasiswa FK dan FKM UI Juara Kompetisi Kesehatan Global

Megapolitan
UPDATE 24 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus 100.220

UPDATE 24 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus 100.220

Megapolitan
Selama Pandemi, Anies Sebut 1 Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

Selama Pandemi, Anies Sebut 1 Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

Megapolitan
Anies Sebut Transaksi Digital Meningkat hingga 64 Persen Selama PSBB

Anies Sebut Transaksi Digital Meningkat hingga 64 Persen Selama PSBB

Megapolitan
Sudah 2 Bulan Berjalan, Kejari Tangsel Belum Terima Berkas Kasus TPPO di Karaoke Venesia Serpong

Sudah 2 Bulan Berjalan, Kejari Tangsel Belum Terima Berkas Kasus TPPO di Karaoke Venesia Serpong

Megapolitan
Pengendara Motor Tabrak Trotoar di Cilandak, Penumpang Wanita Tewas

Pengendara Motor Tabrak Trotoar di Cilandak, Penumpang Wanita Tewas

Megapolitan
Hari Dokter Nasional, Anies Sampaikan Terima Kasih kepada Para Dokter hingga Kenang Kisah Tjipto Mangoenkoesoemo

Hari Dokter Nasional, Anies Sampaikan Terima Kasih kepada Para Dokter hingga Kenang Kisah Tjipto Mangoenkoesoemo

Megapolitan
Selain di Terminal Tanjung Priok, 'Kapten' dkk Juga Kerap Menodong di Perlintasan Kereta

Selain di Terminal Tanjung Priok, "Kapten" dkk Juga Kerap Menodong di Perlintasan Kereta

Megapolitan
Cegah Aksi Penodongan di Terminal Tanjung Priok, Polisi Perketat Penjagaan

Cegah Aksi Penodongan di Terminal Tanjung Priok, Polisi Perketat Penjagaan

Megapolitan
Ruko di Petojo Utara Terbakar Pagi Ini, Tak Ada Korban Jiwa

Ruko di Petojo Utara Terbakar Pagi Ini, Tak Ada Korban Jiwa

Megapolitan
Tak Ada Klaster Demo, tetapi Khawatir Muncul Klaster Libur Panjang Jelang Berakhirnya PSBB Transisi

Tak Ada Klaster Demo, tetapi Khawatir Muncul Klaster Libur Panjang Jelang Berakhirnya PSBB Transisi

Megapolitan
Pemkot Jakarta Utara Ungsikan Korban Kebakaran di Sunter, Bantuan Disalurkan

Pemkot Jakarta Utara Ungsikan Korban Kebakaran di Sunter, Bantuan Disalurkan

Megapolitan
Lima Rumah Terbakar di Kelapa Gading, 1 Orang Meninggal

Lima Rumah Terbakar di Kelapa Gading, 1 Orang Meninggal

Megapolitan
Satpol PP Akan Ajukan Pencabutan Izin Griya Pijat Eiffel di Bintaro karena Beroperasi Saat PSBB

Satpol PP Akan Ajukan Pencabutan Izin Griya Pijat Eiffel di Bintaro karena Beroperasi Saat PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X