Kompas.com - 31/08/2020, 14:11 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Gatot Eddy Pramono mendatangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa (18/8/2020). Dokumentasi Pemprov DKIKepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Gatot Eddy Pramono mendatangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa (18/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memiliki pekerjaan rumah untuk membuat zero active cases Covid-19 di Ibu Kota.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika memberikan sambutan dalam webinar di Youtube SDGs Jakarta, Senin (31/8/2020).

Anies menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 baru bisa dikatakan berhasil apabila tidak ada lagi warga di Ibu Kota yang terpapar Covid-19.

"Ini belum selesai, kita masih punya PR untuk menuntaskan sampai betul-betul zero active cases (nol kasus aktif). Itu baru namanya selesai. Tapi track-nya, track yang Insha Allah menuju track yang benar," kata Anies.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta dan Darurat Kapasitas RS, Haruskah Tarik Rem Darurat?

Saat ini, Anies mengklaim, Pemprov DKI telah mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan indikator penurunan kasus aktif, angka kematian, dan meningkatnya pasien sembuh.

Meskipun demikian, dia meminta sinegritas antara pemerintah dan warga guna mencapai zero active cases.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, kata Anies, Pemprov DKI akan melaksanakan kewajibannya sebagai pemangku kebijakan, yakni melakukan testing secara masif, tracing, isolasi atau merawat pasien Covid-19.

Sementara itu, warga diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas.

"Dalam konteks pandemi Covid-19 ini, kita menyadari ada kemitraan untuk menanggulanginya. Siapa itu? Kesatu pemerintah, kedua masyarakat. Pemerintah saja yang bekerja, tidak mungkin. Masyarakat saja yang bekerja, itu juga tidak mungkin," tegas Anies.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak, Anies Klaim Penanganan Terkendali

Seperti diketahui, penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta masih fluktuatif.

Hingga Minggu kemarin, jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta bertambah 1.114 orang.

Penambahan kasus itu merupakan angka tertinggi sejak munculnya kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Sehingga jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga hari ini adalah 39.280 orang.

Sebanyak 30.134 orang dari total keseluruhan kasus dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 76,7 persen.

Lalu, 1.186 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3 persen dan 7.960 orang masih dirawat atau isolasi.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Tinggi, Anies: Kasus Aktif Turun Signifikan

Lonjakan kasus sebelumnya terjadi berkali-kali. Berikut rincian penambahan kasus positif Covid-19 selama bulan Agustus 2020:

• 1 Agustus : bertambah 374 menjadi 21.575 kasus

• 2 Agustus : bertambah 379 menjadi 21.954 kasus

• 3 Agustus : bertambah 489 menjadi 22.443 kasus

• 4 Agustus: bertambah 466 menjadi 22.909 kasus

• 5 Agustus : bertambah 357 menjadi 23.266 kasus

• 6 Agustus: bertambah 597 menjadi 23.863 kasus

• 7 Agustus: bertambah 658 menjadi 24.521 kasus

• 8 Agustus: bertambah 721 menjadi 25.242 kasus (lonjakan pertama)

• 9 Agustus: bertambah 472 menjadi 25.714 kasus

• 10 Agustus : bertambah 479 menjadi 26.193 kasus

• 11 Agustus : bertambah 471 menjadi 26.664 kasus

• 12 Agustus : bertambah 578 menjadi 27.242 kasus

• 13 Agustus : bertambah 621 menjadi 27.863 kasus

• 14 Agustus : bertambah 575 menjadi 28.438 kasus

• 15 Agustus : bertambah 598 menjadi 29.036 kasus

• 16 Agustus : bertambah 518 menjadi 29.554 kasus

• 17 Agustus : bertambah 538 menjadi 30.092 kasus

• 18 Agustus : bertambah 505 menjadi 30.597 kasus

• 19 Agustus: bertambah 565 menjadi 31.162 kasus

• 20 Agustus : bertambah 595 menjadi 31.757 kasus

• 21 Agustus: bertambah 641 menjadi 32.398 kasus

• 22 Agustus: bertambah 601 menjadi 32.999 kasus

• 23 Agustus: bertambah 637 menjadi 33.636 kasus

• 24 Agustus: bertambah 659 menjadi 34.295 kasus

• 25 Agustus : bertambah 636 menjadi 34.931 kasus

• 26 Agustus : bertambah 711 menjadi 35.642 kasus

• 27 Agustus : bertambah 820 menjadi 36.642 kasus (lonjakan kedua)

• 28 Agustus : bertambah 816 menjadi 37.278 kasus (lonjakan ketiga)

• 29 Agustus : bertambah 888 menjadi 38.166 kasus (lonjakan keempat)

• 30 Agustus : bertambah 1.114 menjadi 39.280 kasus (lonjakan kelima)

Sejalan dengan tingginya kasus harian Covid-19, angka positivity rate di DKI Jakarta juga terus meningkat.

Bahkan, angka positivity rate dalam sepekan pernah mencapai 10,1 persen pada 28 Agustus 2020.

Angka positivity rate itu merupakan angka tertinggi sejak awal pandemi Covid-19 dan telah melebihi batas ideal yang ditetapkan WHO, yakni tidak lebih dari 5 persen.

Ketika ditanya penyebab positivity rate melonjak, Pemprov DKI selalu mengklaim karena tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) secara masif.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Megapolitan
Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Megapolitan
Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Megapolitan
Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Megapolitan
Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Megapolitan
UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

Megapolitan
Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Tambah 554 Kasus di Kota Tangerang, 6.885 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Juli: Tambah 554 Kasus di Kota Tangerang, 6.885 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 8.360

UPDATE 24 Juli: Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 8.360

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X