Kompas.com - 10/09/2020, 21:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekelompok pria kedapatan merampok warga di daerah Kebon Pisang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Budi Cahyono mengatakan, kelompok penjahat ini merampok korbannya dengan modus berpura-pura menjual ponsel pada korbannya.

"Berawal dari saksi Yusuf Riadi melihat postingan penawaran penjualan handphone melalui media sosial Facebook dengan menggunakan akun 'BANG R' yang menjual barang berupa handphone," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2020).

Ponsel tersebut dijual murah yakni seharga Rp 950.000 saja. Hal ini menarik perhatian Yusuf dan merekomendasikannya pada korban Ega Afrizal.

Baca juga: Kasus Penimpukan Mobil dengan Batu di Menteng Berujung Damai

Mereka pun mengubungi penjual ponsel tersebut dan membuat janji bertemu di Pasar Warakas untuk bertransaksi.

"Sesampainya di Pasar Warakas saksi menghubungi pemilik akun Bang R melalui aplikasi whatsapp. Kemudian kurang lebih sepuluh menit datang seorang pria dan mengatakan 'kamu yang mau membeli handphone Vivo Y 93?' lalu dijawab saksi 'iya'," ujar Budi.

Pelaku kemudian menunjukkan ponsel yang hendak ia jual pada korban. Bahkan membiarkan korban memegangnya.

Akan tetapi, pria tersebut mengaku lupa membawa kotak dan charger dari ponsel tersebut. Ia kemudian meminta korban agar ikut dengannya menjemput perlengkapan tersebut.

Mereka pun diajak ke arah rel kereta Kebon Pisang. Di situ, mereka dihentikan empat orang. Saksi Yusuf pun turun dari sepeda motor dan mondar mandir karena merasa ada yang tidak beres.

Baca juga: Polda Metro Usut Polisi Pengawal Moge yang Terobos Lampu Merah di Serpong

Benar saja, tiba-tiba muncul sepuluh orang mengerumuni korban. Bahkan empat di antaranya membawa celurit dan pedang.

"Akhirnya, korban merelakan dompet, helm, dan sepeda motornya kepada pelaku dan korban menemui saksi untuk meminta tolong warga sekitar tetapi tidak ada yang mendengarkan dan membantu korban," ucap Budi.

Mereka pun akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tanjung Priok. Dari laporan itu, polisi kemudian menangkap salah satu tersangka berinisial AD (25) di kediamannya.

Sementara sisanya masih diburu oleh Polsek Tanjung Priok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WNA Bersepeda hingga Masuk Tol Sediyatmo, Polisi: Baru Sehari di Indonesia

WNA Bersepeda hingga Masuk Tol Sediyatmo, Polisi: Baru Sehari di Indonesia

Megapolitan
Cara Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta melalui Aplikasi Sirukim

Cara Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta melalui Aplikasi Sirukim

Megapolitan
Mahasiswa UI yang Dibegal di Warkop Kawasan Beji Sempat Melawan hingga Dibacok 6 Kali...

Mahasiswa UI yang Dibegal di Warkop Kawasan Beji Sempat Melawan hingga Dibacok 6 Kali...

Megapolitan
Upacara HUT RI Digelar di Lapangan Becek, Seragam Putih Paskibra di Larangan Tangerang Berubah Jadi Coklat

Upacara HUT RI Digelar di Lapangan Becek, Seragam Putih Paskibra di Larangan Tangerang Berubah Jadi Coklat

Megapolitan
Viral Video Paskibraka Berjoget di Depan Tiang Bendera, Camat: Euforia Spontan Usai Upacara

Viral Video Paskibraka Berjoget di Depan Tiang Bendera, Camat: Euforia Spontan Usai Upacara

Megapolitan
Ada Aksi 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM Sore ini, Polisi Akan Lakukan Penjagaan

Ada Aksi 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM Sore ini, Polisi Akan Lakukan Penjagaan

Megapolitan
Anies Gratiskan PBB Rumah di Bawah Rp 2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi, Pakar: Ngawur Ini Namanya

Anies Gratiskan PBB Rumah di Bawah Rp 2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi, Pakar: Ngawur Ini Namanya

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Ini Hal yang Meringankan dan Memberatkan Hukuman

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Ini Hal yang Meringankan dan Memberatkan Hukuman

Megapolitan
Begini Cara Registrasi Sirukim, Aplikasi untuk Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta...

Begini Cara Registrasi Sirukim, Aplikasi untuk Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta...

Megapolitan
Anies Sebut Janji Kampanyenya Telah Tuntas Satu Per Satu, Termasuk soal Hunian

Anies Sebut Janji Kampanyenya Telah Tuntas Satu Per Satu, Termasuk soal Hunian

Megapolitan
Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Murid oleh Guru di SMKN 1 Jakarta

Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Murid oleh Guru di SMKN 1 Jakarta

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara Terkait Kasus Penganiayaan

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara Terkait Kasus Penganiayaan

Megapolitan
Cara Daftarkan Rumah yang Jadi Sarana Pendidikan Keagamaan di Jakarta Bebas PBB-P2

Cara Daftarkan Rumah yang Jadi Sarana Pendidikan Keagamaan di Jakarta Bebas PBB-P2

Megapolitan
Minta Warga Rusunawa Akur, Anies: Enggak Ada Tetangga yang Sempurna...

Minta Warga Rusunawa Akur, Anies: Enggak Ada Tetangga yang Sempurna...

Megapolitan
Mahasiswa UI Dibegal hingga Dibacok Saat Duduk di Warkop Kawasan Beji

Mahasiswa UI Dibegal hingga Dibacok Saat Duduk di Warkop Kawasan Beji

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.