Kemenkumham Persilakan Polisi Periksa Kalapas Tangerang

Kompas.com - 25/09/2020, 12:38 WIB
Ilustrasi sel tahanan. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sel tahanan.

JAKARTA.KOMPAS.com - Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kemenkumham, Tejo Harwanto, mempersilahkan polisi memeriksa jajaran pejabat Lapas Kelas 1 Kota Tangerang, Banten.

Hal tersebut terkait dengan kaburnya narapidana mati Cai Changpan yang merupakan seorang bandar narkoba. Cai Changpan alias Cai Ji Fan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 dengan membuat jalur tikus di gorong-gorong Lapas.

Sampai sekarang dia belum tertangkap lagi.

Tejo bahkan mempersilakan polisi untuk memeriksa kepala lapas itu.

Baca juga: Sejumlah Kejanggalan pada Kasus Kaburnya Napi Bandar Narkoba dari Lapas Tangerang

"Iya kami sudah serahkan ke kepolisian. Jika dipandang perlu (periksa kepala lapas (kalapas) ya silakan," kata Tejo di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta Timur, Jumat (25/9/2020).

Ia mengatakan, beberapa petugas di Lapas Kelas I Kota Tangerang sudah diperiksa oleh pihak Ditjen Pemasyarakatan. Namun dia enggan membeberkan siapa saja yang diperiksa dan apa hasil pemeriksaannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sudah periksa juga, kami akan bukakan informasi bagi kepolisian dan BNN terhadap pemeriksaan yang kami lakukan," ujar dia.

Dia berharap pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian bisa membuka tabir, siapa-siapa saja yang terlibat dalam proses kaburnya Cai Changpan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan sejumlah saksi diperiksa terkait kaburnya napi yang divonis mati itu. Salah satu yang diperiksa adalah napi yang berada satu sel dengan Cai Changpan.

"Ada beberapa sudah dimintai keterangan, dari petugas lapas itu sendiri dan napi yang satu sel dengan bersangkutan," ujar Yusri, Senin lalu.

Baca juga: Bandar Narkoba Kabur dari Tahanan, 4 Petugas Lapas Kelas I Tangerang Diperiksa

Berdasarkan keterangan napi itu, Cai Changpan sudah merencanakan pelarian sejak enam bulan lalu.

Rencana Cai Changpan itu bersamaan dengan adanya pembangunan dapur di dalam lapas. Alat galian dalam pembangunan itu diduga dimanfaatkan Cai Changpan untuk melarikan diri.

Saat ini, alat bangunan berupa obeng dan linggis yang menjadi bukti pelarian Cai Changpan itu sudah diamankan polisi.

"Memang di dalam sel lapas itu sedang ada pembangunan dapur. Beberapa alat sudah kita sita," katanya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Megapolitan
Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Megapolitan
Pungli Sopir Truk Kontainer: dari Uang Kopi, Rokok, hingga Bongkar Muat, Minimal Habiskan Rp 100.000

Pungli Sopir Truk Kontainer: dari Uang Kopi, Rokok, hingga Bongkar Muat, Minimal Habiskan Rp 100.000

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Lucky Alamsyah Terkait Laporan Roy Suryo

Polisi Akan Periksa Lucky Alamsyah Terkait Laporan Roy Suryo

Megapolitan
Juru Parkir Minimarket, Dibutuhkan atau Tidak?

Juru Parkir Minimarket, Dibutuhkan atau Tidak?

Megapolitan
Polda Metro Usut Kepemilikan Mobil Polisi Gadungan yang Pakai Pelat Nomor Palsu

Polda Metro Usut Kepemilikan Mobil Polisi Gadungan yang Pakai Pelat Nomor Palsu

Megapolitan
Istri Mengaku Tak Tahu Anji Gunakan Narkotika

Istri Mengaku Tak Tahu Anji Gunakan Narkotika

Megapolitan
Sudinkes Jakpus Targetkan Vaksinasi 16.000 Orang Per Hari

Sudinkes Jakpus Targetkan Vaksinasi 16.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Kebakaran di Pademangan Timur Diduga akibat Korsleting Listrik

Kebakaran di Pademangan Timur Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
JICT Jamin Sopir Truk Dilayani di Pelabuhan Tanjung Priok dan Minta Mereka Jangan Lagi Bayar Pungli

JICT Jamin Sopir Truk Dilayani di Pelabuhan Tanjung Priok dan Minta Mereka Jangan Lagi Bayar Pungli

Megapolitan
Pohon Setinggi 20 Meter Tumbang dan Menimpa Dua Warung di Serpong

Pohon Setinggi 20 Meter Tumbang dan Menimpa Dua Warung di Serpong

Megapolitan
JICT Tegur Vendor Outsourcing yang Pekerjakan Koordinator Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

JICT Tegur Vendor Outsourcing yang Pekerjakan Koordinator Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Megapolitan
Pengamat: Jalur Sepeda Jangan Dibongkar Hanya karena Road Bike

Pengamat: Jalur Sepeda Jangan Dibongkar Hanya karena Road Bike

Megapolitan
Alasan Polisi Gadungan Beli Kartu Anggota Polri Rp 2 Juta: Agar Aman di Jalan

Alasan Polisi Gadungan Beli Kartu Anggota Polri Rp 2 Juta: Agar Aman di Jalan

Megapolitan
Anies Baswedan Pantau Proses Pemasangan Atap JIS Seberat 3.900 Ton

Anies Baswedan Pantau Proses Pemasangan Atap JIS Seberat 3.900 Ton

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X