Bawa Senjata Tajam, 28 Pelajar SMK di Bekasi Ditangkap Polisi

Kompas.com - 29/09/2020, 18:18 WIB
28 pelajaran SMK di Kota Bekasi ditangkap polisi saat hendak tawuran dan bawa senjata tajam di kawasan Grand Mall Bekasi, Senin (28/9/2020). Dokumen Polres Metro Bekasi Kota28 pelajaran SMK di Kota Bekasi ditangkap polisi saat hendak tawuran dan bawa senjata tajam di kawasan Grand Mall Bekasi, Senin (28/9/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Sedikitnya 28 pelajar ditangkap polisi karena ketahuan merencanakan tawuran dan membawa senjata tajam di depan Grand Mall Bekasi, Kranji, Bekasi pada Senin (28/9/2020) malam.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko menjelaskan, puluhan pelajar itu ditangkap Tim Patriot saat sedang membajak dua bus Sinar Jaya di depan Grand Mall arah ke Stasiun Bekasi.

“Tim Patriot melihat sekelompok pemuda berlari menuiu naik Bus Sinar Jaya, karena melihat ada yang mencurigakan Tim Patriot mengejar bus tersebut dan memberhentikannya,” ujar Wijonarko kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

"Lalu dilakukan penggeledahan terhadap para penumpang ternyata sekelompok anak muda tersebut membawa senjata tajam, pada saat itu kita temukan 28 orang membawa senjata tajam berbagai jenis," lanjutnya.

Baca juga: 3 Begal Ponsel di Kemayoran Ditangkap, Mereka Awalnya Ingin Tawuran

Puluhan pelajar itu digiring ke Polres Metro Bekasi. Senjata tajam jenis celurit, golok, pisau, hingga corbek disita pihak kepolisian dari tangan pelajar itu.

“Kami bawa ke Polres Bekasi Kota. Dari 28 orang tersebut, ternyata ada beberapa masih di bawah umur,” kata Wijonarko.

Wijonarko mengatakan, para pelajar SMK Bina Karya Mandiri Bekasi Timur ini awalnya janjian tawuran dengan SMK l Patriot Medan Satria melalui media social.

Para pelajar ini pun sempat janjian di depan Unisma untuk menyerang pelajar SMK I Patriot di kawasan Medan Satria. Namun, belum sempat tawuran, para pelajar ini sudah tertangkap oleh Tim Patriot yang saat itu sedang patroli.

“Para pelajar ini berkumpul di depan Unisma, mereka berkomunikasi melalui Instagram. Setelah Kumpul selanjutnya rombongan berjalan menuju flyover Kranji karena akan tawuran dengan SMK I Patriot," ujar Wijonarko.

Baca juga: 2 Tersangka Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja di Pulogadung Ditangkap

"Pada saat itu terlihat bus melintas diberhentikan oleh para pelajar ini yang hendak menuju ke Medan Satria (lokasi janjian tawuran). Di depan Grand Mall Tim Patriot mencurigai bus tersebut langsung memberhentikan dan menggeledah bus berisi 28 pelajar itu,” imbuh dia.

Karena perbuatannya, 28 pelajar itu dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Wijonarko kemudian mengimbau orangtua murid agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya untuk tetap berada di rumah sehingga tawuran bisa dicegah.

“Kami mengimbau kepada warga masyarakat, terutama orangtua untuk terus mengawasi anak-anaknya dan tentu juga dinas terkait. Evaluasi di mana di tengah situasi pandemi Covid-19, di mana dalam pelaksanaan kegiatan belajar itu dilaksanakan secara virtual. Namun, kenyataannya itu dapat memberikan peluang untuk melakukan kegiatan aksi kriminal atau tindak pidana,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

Megapolitan
Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Megapolitan
Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Megapolitan
Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Megapolitan
Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Megapolitan
Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Megapolitan
Geng 'Gemtas' dan 'Tuyul' Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Geng "Gemtas" dan "Tuyul" Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Megapolitan
Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Megapolitan
Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Megapolitan
Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Warga Depok Meninggal Dunia Setelah Ditolak 10 RS Covid-19 | Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Melonjak

[POPULER JABODETABEK] Warga Depok Meninggal Dunia Setelah Ditolak 10 RS Covid-19 | Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Melonjak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X