Pemkot Jakpus Kaji Lokasi untuk Pengungsi Banjir Saat Pandemi Covid-19

Kompas.com - 01/10/2020, 13:32 WIB
Suasana posko yang menampung pengungsi banjir di GOR Makasar, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020). Sebelumnya, daerah ini dilanda banjir setinggi 1,5 meter yang di mana listrik-listrik dipadamkan. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOSuasana posko yang menampung pengungsi banjir di GOR Makasar, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020). Sebelumnya, daerah ini dilanda banjir setinggi 1,5 meter yang di mana listrik-listrik dipadamkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat sedang mengkaji lokasi penampungan warga yang terdampak banjir. Pemkot Jakarta Pusat juga sedang menyiapkan lokasi-lokasi tambahan untuk menampung warga terdampak banjir.

Hal itu dilakukan sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies menjelaskan, saat pandemi Covid-19, tenda pengungsian banjir akan didirikan dalam jumlah banyak agar masyarakat yang terdampak banjir tidak berkerumun dalam satu tenda.

Dengan demikian warga yang terdampak banjir tetap bisa menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: Tempat Pengungsian Banjir Selama Pandemi Covid-19 Harus Dua Kali Lipat, Anies Siapkan Ingub

Karena itu, jumlah tempat pengungsian akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat.

"Berarti kan harus nyari dua kali lipat dari tempat biasa. Prinsipnya kan gitu. Kalau dulu misalnya di GOR cukup, berarti kalau kemarin satu gor, sekarang harus dua GOR," kata Irwandi kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2020).

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait demi  mengurangi dampak banjir di Jakarta Pusat. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan prosedur berbeda terkait pengungsian korban banjir selama pandemi Covid-19.

Guna merealisasikan rencana tersebut, saat ini Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan instruksi gubernur.

Baca juga: Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Menurut Kapusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf, penanganan pengungsi selama pandemi Covid-19 akan berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, masyarakat tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan seperti saling menjaga jarak dan menggunakan masker selama berada di lokasi pengungsian.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Ciri-ciri Jenazah Pria yang Ditemukan di Kali Sura Ciracas

Ini Ciri-ciri Jenazah Pria yang Ditemukan di Kali Sura Ciracas

Megapolitan
Usai Makan Roti, Pria di Cilandak Ditemukan Meninggal dalam Keadaan Mulut Berbusa

Usai Makan Roti, Pria di Cilandak Ditemukan Meninggal dalam Keadaan Mulut Berbusa

Megapolitan
Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Megapolitan
Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Megapolitan
Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Megapolitan
UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Megapolitan
Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Megapolitan
Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Megapolitan
3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Megapolitan
Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X