Pukul 17.56 WIB, Tugu Tani Sudah Bisa Dilalui Pengendara Setelah Bentrokan Massa dan Polisi

Kompas.com - 13/10/2020, 18:22 WIB
Suasana semitar Tugu Tani pascabentrokan pada Selasa (13/10/2020) sore. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSuasana semitar Tugu Tani pascabentrokan pada Selasa (13/10/2020) sore.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat perlahan kondusif setelah terjadi bentrok antara massa dengan polisi, Selasa (13/10/2020).

Dari pantauan Kompas TV pukul 17.56 WIB, tampak pengendara motor dan mobil sudah melewati kawasan tersebut.

Beberapa puing bebatuan bekas lemparan massa pun sudah tak tampak. Bahkan bekas bakar-bakar yang sebelumnya ada di tengah jalan juga sudah tak terlihat.

Warga sudah bisa melewati Jalan Arief Rachman Hakim dan Jalan Menteng Raya, tepatnya dari arah Monas menuju Senen dan sebaliknya.

Baca juga: Dipukul Mundur Polisi dari Tugu Tani, Massa Kocar-kacir hingga Tutup Jalan Kwitang

Sebelumnya, massa aksi yang terlibat dalam demo omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja sempat bentrok dengan petugas kepolisian. Mereka bentrok sekitar pukul 15.00 di Jalan Medan Merdeka Barat hingga.

Massa pun sempat terpojok hingga kawasan Tugu Tani. Alhasil, pertempuran antara massa dan polisi pun berakhir di lokasi tersebut.

Untuk diketahui, aksi penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja berlangsung di Monas sejak tadi siang.

Baca juga: Bentrok dengan Polisi di Tugu Tani, Satu Orang Tergeletak di Jalan dan Digotong Massa

Massa diperkirakan cukup banyak karena tergabung dengan beberapa kelompok.

Beberapa pihak yang ikut turun dalam aksi ini adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212, kelompok buruh dan mahasiswa.

Meski demikian, polisi menyebut massa yang membuat kerusuhan adalah massa cair dari kelompok Anarko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X