Polisi Masih Sinkronkan Data Kendaraan Sebelum Terapkan Tilang Elektronik di Margonda

Kompas.com - 16/10/2020, 15:27 WIB
Kamera pengawas sistem tilang elektronik di JPO depan Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kamis (17/9/2020). TRIBUN JAKARTA/ Dwi Putra KesumaKamera pengawas sistem tilang elektronik di JPO depan Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kamis (17/9/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Jawa Barat, memastikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) akan berlaku di Jalan Margonda Raya pada November mendatang.

Walau saat ini sudah terpasang beberapa kamera ETLE di jembatan penyeberangan orang (JPO) Margonda di depan kompleks Pemkot Depok tetapi sistem itu belum sepenuhnya dioperasikan. Polisi masih melakukan integrasi data kendaraan sebelum sistem tersebut benar-benar diterapkan.

"Yang kemarin kami launching sementara ini memang masih dalam tahap proses integrasi data, data milik (Pemkot) Depok dan Polda Metro Jaya," kata Kasatlantas Polres Metro Depok, Kompol Indra Waspada, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Tilang Elektronik di Margonda Masih Tahap Sosialisasi Selama Sebulan

"Nanti rencananya memang secara efektif di bulan November itu bisa digunakan," ujar dia.

Indra melanjutkan, integrasi yang dimaksud adalah sinkronisasi antara data kendaraan bermotor pada STNK dan alamat penggunanya. Data-data tersebut masih diinput ke dalam database kepolisian yang kelak dipakai sebagai acuan tilang.

"Sistemnya nanti begitu teman-teman melanggar, otomatis keluar surat yang diberikan ke alamat, sesuai data STNK kendaraan masing-masing," kata Indra yang baru menjabat Kasatlantas Polres Depok pada awal bulan ini.

Tilang elektronik di Margonda Raya merupakan yang pertama yang akan diterapkan di Depok.

Setelah di Margonda Raya, selanjutnya Pemerintah Kota Depok dan kepolisian akan menerapkan sistem tilang elektronik di beberapa jalan arteri lain, seperti di kawasan Juanda dan Cimanggis.

Ke depan, sistem tilang elektronik yang berlaku di Depok akan sama dengan sistem tilang elektronik yang telah lebih dahulu berlaku di Jakarta.

Kamera ETLE mampu menangkap pelanggaran dengan detail, termasuk ketika pengemudi menggunakan ponsel ketika berkendara maupun tidak mengenakan sabuk pengaman.

Polisi akan langsung mengirimkan bukti pelanggaran beserta tagihan denda ke alamat yang tercantum dalam data nomor polisi kendaraan tersebut.

Para pelanggar ketentuan berlalu lintas akan punya masa 14 hari untuk menjawab atau mengoonfirmasi kepada pihak polisi, apakah kendaraan tersebut masih dikuasai oleh yang bersangkutan atau sudah dijual.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Megapolitan
Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Megapolitan
Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Megapolitan
Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Megapolitan
Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RS Tarakan

Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RS Tarakan

Megapolitan
Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Megapolitan
PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

Megapolitan
Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Megapolitan
Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 22, Totalnya Kini 2.117

UPDATE 28 Oktober: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 22, Totalnya Kini 2.117

Megapolitan
Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X