Pemkot Bekasi Siapkan Tenda Pengungsian bagi Warga yang Terdampak Puting Beliung

Kompas.com - 26/10/2020, 09:40 WIB
Angin puting beliung menerjang Kampung Rawa Silem, Kaliabang Tengah, Kota Bekasi, Jumat (23/10/2020). Dokumen BPBD Kota BekasiAngin puting beliung menerjang Kampung Rawa Silem, Kaliabang Tengah, Kota Bekasi, Jumat (23/10/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyiapkan tenda pengungsian untuk warga Kaliabang Tengah yang terdampak angin puting beliung pada Sabtu (24/10/2020) lalu.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, ada 176 rumah warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung. Sebanyak 10 rumah di antaranya rusak berat.

"Mereka (warga) yang rumahnya rusak itu kami siapin tenda untuk berteduh sementara," kata Kasie Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Bekasi, Suhendra, saat dihubungi, Senin ini.

Baca juga: Cerita Korban Angin Puting Beliung di Bekasi, Dagangan Hancur dan Rumah Rusak

Menurut Suhendra, tenda pengungsian dilengkapi dapur umum.

Namun, Hendra tak menyebutkan rincian berapa jiwa orang yang saat ini masih ada di tempat pengungsian. Dia hanya memastikan pengungsian yang disiapkan Pemkot sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kami ada standar operasional khusus. Kan lagi pandemi, untuk pengungsian, penanganan bencana kami menerapkan protokol kesehatan. Misalnya kami siapin masker, toilet portable ada untuk warga cuci tangan," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, ada sebagian warga yang memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Ada beberapa rumah warga yang bagian atapnya rusak telah dipasangi terpal agar terhindar dari hujan dan sinar matahari.

"Jadi ada yang di rumah dan ada juga yang di tenda karena kami sudah bantu kami pasangin terpal," ujar Suhendra.

Suhendra juga mengatakan, Pemkot akan memberikan dana bantuan untuk memperbaiki rumah warga yang alami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung.

Saat ini, BPBD masih proses pengajuan dan harapannya pada pekan ini rumah warga bisa segera diperbaiki kembali.

"Kami bantu dari Pemkot sama BNPB ya (untuk perbaikan rumah warga). Untuk nilainya sedang dikaji sama tim Disperkimtan untuk penghitungan. Kan kita enggak sembarang ngitung, ada timnya. Semoga pekan ini bisa diperbaiki," tutur dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Megapolitan
Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang 'Bermain'

Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang "Bermain"

Megapolitan
Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X