Ikuti Arahan Wagub, Sudinkes Jakpus Perluas Tracing Setelah Kerumunan di Petamburan

Kompas.com - 18/11/2020, 14:19 WIB
Petugas kesehatan mengambil sampel swab pegawai Kantor Gubernur NTB, Rabu (9/9/2020). KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMPetugas kesehatan mengambil sampel swab pegawai Kantor Gubernur NTB, Rabu (9/9/2020).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari menyatakan pihaknya siap meningkatkan upaya tracing atau pelacakan kontak Covid-19 di kawasan Petamburan.

Hal ini sesuai instruksi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pascaterjadinya kerumunan di Petamburan akibat acara yang digelar pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

"Sesuai arahan, kami akan lakukan tracing diperluas. Lagi disiapkan data-data, lokusnya di mana," kata Erizon saat dihubungi, Rabu (18/11/2020).

Erizon mengatakan, upaya tracing itu akan tetap dilakukan berdasarkan laporan warga atau satgas di tingkat RT/RW.

"Enggak membabi buta semua kami door to door tanya, tapi kan ada titik temunya. Misalnya ada yang laporan, laporan ke rumah sakit atau laporan satgas wilayah. Itu akan jadi titik awal gerak kami," katanya.

Baca juga: Setelah Kerumunan di Acara Rizieq, Wagub Minta Dinkes Tracing Covid-19 di Petamburan

Erizon melanjutkan, belum ada rencana untuk menambah petugas tracing atau pelacakan kontak khusus untuk wilayah Petamburan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, pelacakan kontak juga harus tetap dijalankan di wilayah lain. Pihaknya juga belum berencana melakukan tes massal, baik dalam bentuk rapid atau pun swab test.

"Kan yang datang bukan hanya warga Petamburan, tahu sendiri warga DKI lintas provinsi juga," katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melakukan pelacakan atau tracing Covid-19 di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Sudah kami minta Dinkes untuk melakukan tracing di Petamburan ya," ujar dia saat dihubungi melalui telepon, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Acara Rizieq Shihab di Petamburan yang Berbuntut Pemanggilan Anies dan Pejabat Lainnya

Hal itu disampaikan Riza setelah terjadi kerumunan massa di acara Maulid Nabi sekaligus pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan, Sabtu (14/11/2020) lalu.

Akibat peristiwa kerumunan itu, Rizieq juga sudah dikenai denda Rp 50 juta oleh Satpol PP DKI.

Kapolda Metro Jaya pun dicopot karena dianggap tak menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajaran terkait juga dipanggil polisi untuk diklarifikasi atas peristiwa kerumunan itu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keributan di Hankam Cibubur, Polisi Sebut 4 Korban Terluka akibat Disabet Senjata Tajam

Keributan di Hankam Cibubur, Polisi Sebut 4 Korban Terluka akibat Disabet Senjata Tajam

Megapolitan
Bazar 8 Kecamatan di Jakarta Pusat Raih Omzet Rp 167 Juta dalam Dua Hari

Bazar 8 Kecamatan di Jakarta Pusat Raih Omzet Rp 167 Juta dalam Dua Hari

Megapolitan
Kawasan Pecinan Glodok Akan Ditata, Diharapkan Jadi Lokasi Wisata Sejarah

Kawasan Pecinan Glodok Akan Ditata, Diharapkan Jadi Lokasi Wisata Sejarah

Megapolitan
Demo di Gedung KPK, BEM SI Sebut Polisi Represif hingga Jokowi Lepas Tanggung Jawab

Demo di Gedung KPK, BEM SI Sebut Polisi Represif hingga Jokowi Lepas Tanggung Jawab

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Bersiaga Hadapi Lonjakan Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Bersiaga Hadapi Lonjakan Gelombang Ketiga

Megapolitan
44 Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat Kekurangan Pegawai

44 Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat Kekurangan Pegawai

Megapolitan
Politisi PDI-P: Penetapan Jadwal Paripurna Bahas Hak Interpelasi Formula E Sesuai Aturan

Politisi PDI-P: Penetapan Jadwal Paripurna Bahas Hak Interpelasi Formula E Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi Tangkap Begal yang Kerap Ancam Korban Pakai Senpi dan Senjata Tajam di Cikarang

Polisi Tangkap Begal yang Kerap Ancam Korban Pakai Senpi dan Senjata Tajam di Cikarang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Tewasnya Anak dan Ibu di Rumah di Depok

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Tewasnya Anak dan Ibu di Rumah di Depok

Megapolitan
Kuasa Hukum MS: LPSK Nyatakan Korban Kasus Pelecehan KPI Mengidap Paranoid

Kuasa Hukum MS: LPSK Nyatakan Korban Kasus Pelecehan KPI Mengidap Paranoid

Megapolitan
Kuasa Hukum: RS Polri Nyatakan Korban Pelecehan Seksual di KPI Alami Guncangan Mental hingga Depresi

Kuasa Hukum: RS Polri Nyatakan Korban Pelecehan Seksual di KPI Alami Guncangan Mental hingga Depresi

Megapolitan
Luka Bakar Masih Basah, Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Luka Bakar Masih Basah, Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Megapolitan
BEM SI Tegaskan Akan Kembali Berdemo di KPK dengan Jumlah Massa Lebih Besar

BEM SI Tegaskan Akan Kembali Berdemo di KPK dengan Jumlah Massa Lebih Besar

Megapolitan
Sambut Hari Rabies, 86 Ekor Hewan Disuntik Gratis di Dinas KPKP DKI Jakarta

Sambut Hari Rabies, 86 Ekor Hewan Disuntik Gratis di Dinas KPKP DKI Jakarta

Megapolitan
7 Fraksi Penolak Interpelasi Sebut Rapat Paripurna Interpelasi adalah Agenda Colongan

7 Fraksi Penolak Interpelasi Sebut Rapat Paripurna Interpelasi adalah Agenda Colongan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.