Setelah Keluar dari RS, Rizieq Shihab Meminta Maaf dan Ajak Pengikutnya Taati Protokol Kesehatan

Kompas.com - 03/12/2020, 07:29 WIB
Pimpinan FPI Rizieq Shihab saat menghadiri reuni 212 daring yang disiarkan di Youtube Front TV, Rabu (2/12/2020). Front TVPimpinan FPI Rizieq Shihab saat menghadiri reuni 212 daring yang disiarkan di Youtube Front TV, Rabu (2/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerumunan massa seakan melekat dengan Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI), sejak kepulangannya ke Tanah Air dari Arab Sadui pada 10 November silam.

Masalahnya, kerumunan itu terjadi di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah membatasi kerumunan di tengah pandemi demi mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit infeksi pernapasaan Covid-19.

Pada 10 November lalu, hari pertama menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rizieq disambut para simpatisannya yang tumpah-ruah di bandara sampai ke jalan tol. Dampaknya, jadwal penerbangan pesawat pada hari itu kacau karena awak pesawat serta penumpang tidak bisa mencapai bandara tepat waktu.

Baca juga: Sulitnya Polisi Antar Surat Panggilan untuk Rizieq Shihab, Tiga Kali Datang sampai Bawa Brimob Bersenjata

Kerumunan massa yang menyambut Rizieq hari itu tak usai di bandara saja. Mereka terus bergelombang hingga ke kediamannya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

Pada 13 November, Rizieq terlibat dalam kegiatan yang kemudian memicu kerumunan massa saat dia mengisi ceramah di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lautan manusia kembali mengerumuninya sampai-sampai arus lalu lintas mesti direkayasa.

Menurut polisi, di Megamendung saat itu yang hadir sekitar 3.000 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Esoknya, 14 November, jadi hari yang paling disoroti. Rizieq menggelar resepsi pernikahan putrinya dengan undangan hingga 10.000 tamu di Petamburan. Resepsi pernikahan itu disusul dengan acara Maulid Nabi dan Rizieq berceramah pada kesempatan itu.

Jalan KS Tubun ditutup, pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) bahkan sampai menyuplai 20.000 masker untuk acara itu.

Pada berbagai kerumunan itu, protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker dilanggar. Pada kerumunan massa yang padat, jaga jarak muskil terjadi.

Rizieq sendiri tak terdengar mengingatkan para simpatisannya yang hadir agar mematuhi protokol kesehatan.

Dalam salah satu pertemuannya dengan calon wali kota Depok, Mohammad Idris, pada 13 November di Petamburan misalnya, Rizieq tak memakai masker.

"Tolong ambil masker, kalau nggak nanti di-bully," ucap Rizieq kepada salah seorang di ruangan itu ketika tangannya dicium Idris yang juga tak mengenakan masker dalam video yang belakangan tersebar di media sosial.

Berubah

Rizieq sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Ummi, Kota Bogor, jelang akhir November lalu. Setelah keluar dari rumah sakit, dia belum muncul lagi di depan publik sampai pada Rabu (2/12/2020) kemarin dia hadir secara virtual di Reuni 212.

Rizieq yang senantiasa jadi figur sentral hajatan itu memilih tak hadir secara langsung. Dia hadir secara virtual di "Studio 2", sedangkan hadirin lainnya ada di "Studio 1".

Pada acara it, Rizieq terlihat mengenakan masker bahkan face shield.

Baca juga: Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan, Polisi: Penyidikan Tetap Berjalan

"Semoga pertemuan kita pada pagi ini walau lewat virtual insya Allah tidak kurang sedikit pun keberkahan dan manfaatnya," kata Rizieq melalui kanal YouTube Front TV, kemarin pagi.

Rizieq terdengar lebih kalem dalam acara yang juga menghadirkan beberapa figur di luar orang-orang FPI, seperti pengamat politik Rocky Gerung dan Refly Harun, politisi PKS Mardani Ali Sera, hingga mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam ceramahnya, Rizieq mengungkapkan rasa syukur karena reuni 212 yang digelar tiap tahun dapat kembali diselenggarakan pada tahun ini meski secara virtual.

Pada kesempatan itu, Rizieq kemudian menyerukan kepada para simpatisannya agar mereka memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

 

Ia bahkan minta maaf atas kerumunan yang tercipta di sejumlah lokasi yang bersangkut-paut dengan dirinya.

"Saya meminta maaf ke masyarakat, di bandara, di Petamburan, Tebet, dan Megamendung terjadi penumpukan yang tidak terkendali," ujar Rizieq.

Rizieq meminta agar simpatisannya tidak lagi membuat kerumunan. Ia juga mengaku sudah membatalkan jadwal safari ke sejumlah daerah hingga pandemi Covid-19 berakhir.

"Saya dengan DPP FPI, kita stop tidak ada kerumunan lagi, bahkan jadwal ke daerah kita stop sampai pandemi berakhir," ujar Rizieq.

Positif Covid-19?

Rizieq juga menyinggung bahwa menjaga protokol kesehatan merupakan bagian dari akhlak,  satu kata yang dia gaungkan sejak pulang ke Indonesia dalam slogan "revolusi akhlak".

"Ayo kita jaga protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan. Dan saya ajak semua dengan semua revolusi akhlak kita pandang pandemi agar bisa wabah ini diangkat oleh Allah," ujar Rizieq yang keluar dari rumah sakit pada 28 November lalu setelah dirawat selama tiga hari.

Belum diketahui secara pasti apa penyakit yang diderita Rizieq sehingga harus dirawat di RS. Ia hanya disebut kelelahan dan tak mau dijenguk. 

Di RS Ummi itu, Rizieq juga menjalani tes swab secara diam-diam yang dilakukan tim medis dari MER-C, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kegawatdarutan medis. Tes swab itu tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit maupun Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Hal itulah yang memicu kontroversi. Saat Pemkot Bogor meminta agar Rizieq dites swab ulang, keluarga Rizieq menolak.

Belakangan, foto surat keterangan hasil swab test yang tertulis atas nama Rizieq Shihab dengan hasil positif Covid-19 beredar di media sosial.

Dalam surat itu tertulis bahwa tes swab dilakukan pada 27 November 2020, dengan nomor registrasi 801127175, dengan validasi telah dikeluarkan oleh MER-C bahwa hasil tes Rizieq positif Covid-19 pada 28 November 2020.

Namun Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad membantah bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat hasil tes swab Rizieq. Namun ia membenarkan bahwa Rizieq telah menjalani tes swab pada tanggal seperti yang tercantum dalam surat yang beredar itu.

Status positif atau negatif Covid-19 Rizieq jadi pertanyaan karena sejak awal ia tak pernah menyatakan negatif secara gamblang.

Sementara itu, ia kini tak muncul lagi selain secara virtual. Ia pun mangkir dari pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Selasa lalu dengan alasan masalah kesehatan. Namun pihak pengacaranya tidak menyertakan surat keterangan dokter yang menguatkan klaim itu.

Uniknya, Rizieq mengakui dirinya memang sedang mengisolasi diri, suatu prosedur yang jamak dilakukan orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Rizieq mengklaim, prosedur itu ia tempuh berdasarkan permintaan tenaga medis karena Rizieq dinilai telah terlibat dalam beberapa kerumunan.

"Akhirnya tim medis menyarankan ini bukan persoalan Covid-19 atau tidak Covid-19. Baik Covid-19 atau tidak Covid-19, dalam situasi crowded seperti itu, seharusnya mengkarantina diri atau mengisolasi diri," kata Rizieq, lagi-lagi tanpa penegasan dirinya negatif atau positif Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.