Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Kompas.com - 19/01/2021, 11:49 WIB
Anggota kepolisian mengangkat kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada hari ketujuh Operasi SAR pesawat tersebut di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAnggota kepolisian mengangkat kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada hari ketujuh Operasi SAR pesawat tersebut di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Hingga saat ini, tim DVI berhasil mengidentifikasi 34 korban dari 62 penumpang pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut.

Kendati demikian, ada beberapa kendala yang dialami tim DVI dalam proses identifikasi ini.

"Operasi tim DVI adalah operasi yang terkait dengan stakeholder yang lain. Sehingga kami sangat tergantung dengan hasil yang didapatkan di fase 1 (posko Jakarta International Container Terminal 2)," kata Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Kendala kedua, yakni proses identifikasi dilakukan saat masa pandemi Covid-19.

"Kami lakukan protokol kesehatan, sehingga jangan sampai di dalam operasi ada klaster baru. Kami menghindari kerumunan, pemeriksaan tidak kami laksanakan secara penuh," tutur Hery.

"Tadi kami sampaikan hanya 4 meja pemeriksaan, sebetulnya kami punya 20 meja pemeriksaan. Tiap meja diisi 5 pemeriksa, kalau 20 ada berapa. Kami tidak mau ada klaster. Kami juga melaksankan 3M," tambah dia.

Tim DVI juga melakukan sistem shift, sehingga personel yang melakukan pemeriksaan berganti setiap harinya.

"Pemeriksaan di kamar jenazah itu memerlukan waktu, sehingga kami harus refreshing untuk timnya," lanjut Hery.

Baca juga: Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Sejauh ini, tim DVI telah menerima 438 sampel DNA. Rinciannya, 293 sampel postmortem dan 145 sampel dari keluarga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 14 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 221 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 14 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 221 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 14 April: Depok Catat 175 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

UPDATE 14 April: Depok Catat 175 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Lagi

Megapolitan
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kota Bogor, 15 April 2021

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kota Bogor, 15 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 15 April 2021

Megapolitan
Peringatan Dini Siklon Tropis 94W di Jakarta hingga Hujan Es di Bekasi

Peringatan Dini Siklon Tropis 94W di Jakarta hingga Hujan Es di Bekasi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 15 April 2021

Megapolitan
BP2MI Dapat Laporan, TKI yang Diisolasi di Wisma Atlet Dipalak Oknum

BP2MI Dapat Laporan, TKI yang Diisolasi di Wisma Atlet Dipalak Oknum

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang, 15 April 2021

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Terima Berkas Perkara Kasus Prostitusi yang Libatkan Cynthiara Alona

Kejari Kota Tangerang Terima Berkas Perkara Kasus Prostitusi yang Libatkan Cynthiara Alona

Megapolitan
Kali Sunter Meluap, Cipinang Melayu Terendam Banjir

Kali Sunter Meluap, Cipinang Melayu Terendam Banjir

Megapolitan
[Update 14 April]: Tambah 661, Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 394.779

[Update 14 April]: Tambah 661, Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 394.779

Megapolitan
Dua Kebakaran Besar Melanda Pasar, PD Pasar Jaya Diminta Berbenah

Dua Kebakaran Besar Melanda Pasar, PD Pasar Jaya Diminta Berbenah

Megapolitan
Inspektorat DKI Telah Diminta untuk Periksa Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar

Inspektorat DKI Telah Diminta untuk Periksa Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X