Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Kompas.com - 20/01/2021, 15:36 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik di lantai 2, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIWakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik di lantai 2, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, menilai wajar bila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pemerintah pusat mengoordinasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

Dia mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang semakin meningkat, diperlukan kerjasama antara semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah sekitar Pemprov DKI Jakarta.

"Saya kira wajar saja sih minta pemerintah pusat sama-sama (menangani Covid-19) dengan Pemda DKI. Wajar karena cakupan wilayahnya Jabodetabek," kata Taufik saat dihubungi, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Anies Disebut Telah Meminta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Permintaan agar pemerintah pusat mengoordinasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kemarin. Riza mengatakan, Anies Baswedan sudah berkoordinasi dan berharap pemerintah pusat bisa mengambil alih koordinasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

"Pak Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat, berharap nanti pemerintah pusat bisa mengambil alih, memimpin," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa.

Kepemimpinan pemerintah pusat, kata Riza, diharapkan bisa menumbuhkan fasilitas kesehatan di sekitar Jakarta agar faskes di DKI Jakarta tidak penuh seperti saat ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi sebelumnya telah menanggapi permintaan itu. Nadia mengatakan, pemerintah pusat melalui Kemenkes akan melakukan intervensi secara komperhensif untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

"Jadi nanti akan dilakukan intervensi secara komperhensif bukan hanya sektor kesehatan. Dari sisi penegakan hukum juga," ucap Nadia.

Bentuk intervensi tersebut salah satunya memenuhi harapan Pemprov DKI untuk mendorong rumah sakit di sekitar Jakarta yang memiliki potensi menambah tempat tidur ICU.

Namun, kata Nadia, intervensi tersebut masih dalam tahap pembahasan karena harus dibahas oleh beberapa pihak yang berkaitan langsung dengan Jabodetabek.

"Masih akan dibahas lebih lanjut ya karena ini akan bersama seluruh pihak baik satgas penagnanan Covid-19 yang melibatkan kementerian atau lembaga lainnya," ujar Nadia.

Baca juga: Anies Serahkan Koordinasi Penanganan Covid-19 ke Pusat, Ini Kata Kemenkes



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Megapolitan
Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Megapolitan
Menilik Proyek Rumah DP 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Menilik Proyek Rumah DP 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Megapolitan
Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

Megapolitan
5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

Megapolitan
Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

Megapolitan
Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

Megapolitan
300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

Megapolitan
Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

Megapolitan
Ketua Komisi B DPRD DKI Sebut Dirut PD Sarana Jaya Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Ketua Komisi B DPRD DKI Sebut Dirut PD Sarana Jaya Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Megapolitan
Pemprov DKI Mulai Data Penerima KJP Plus, Ini Tahapannya

Pemprov DKI Mulai Data Penerima KJP Plus, Ini Tahapannya

Megapolitan
Penggemar Berduyun-duyun Datang, Pembukaan Restoran Milik Artis Rizky Billar Dibubarkan Karena Langgar Prokes

Penggemar Berduyun-duyun Datang, Pembukaan Restoran Milik Artis Rizky Billar Dibubarkan Karena Langgar Prokes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X