Kompas.com - 25/01/2021, 07:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah penggali makam diperbantukan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Jakarta Timur, yang baru dibuka untuk jenazah pasien Covid-19.

Lahan pemakaman yang berlokasi di Cipayung itu mulai menerima jenazah pasien Covid-19 pada Kamis (21/1/2021) pasca penuhnya TPU khusus Covid-19 lain, yakni Pondok Ranggon dan Tegal Alur.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka lahan baru seluas 3.000 meter persegi di TPU Bambu Apus, yang diperkirakan dapat menampung hingga 700 pemakaman dengan protap Covid-19.

"(Dikarenakan) petugas pemakaman di TPU Bambu Apus hanya ada 10 orang, maka kepala suku dinas menugaskan para personel dari lokasi lain (ke TPU tersebut)," kata Penanggung Jawab Pelaksana Pemakaman Covid-19 TPU Pondok Ranggon, Muhaemin.

Baca juga: Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Lebih lanjut, Muhaeimin mengatakan sebanyak 12 personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur dari Pondok Ranggon ditugaskan ke TPU Bambu Apus.

Selain itu, ada juga empat personel PJLP dari Cipayung dan tiga personel dari Bantar Jati, sehingga total keseluruhan petugas yang bekerja di TPU Bambu Apus saat ini berjumlah 29 orang.

Seorang petugas yang diperbantukan di TPU Bambu Apus, Rudi, mengungkapkan kekhawatirannya perihal jenazah pasien Covid-19 yang terus bertambah.

"Kalau dilihat memang kasus positifnya semakin tinggi, jadi sampai hari ini saya masih menggali makam di sini," ujar penggali makam yang diperbantukan dari TPU Pondok Ranggon tersebut, seperti dilansir Tribun Jakarta.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Memburuk, DKI Tambah Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi

Ia berharap masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

Data teranyar Covid-19 DKI Jakarta menunjukkan angka kasus positif di Ibu Kota sudah menembus 249.815, dengan kasus aktif sebanyak 24.224 pada Minggu (24/1/2021).

Pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 221.567, sedangkan yang tewas akibat Covid-19 berjumlah 4.024 orang.

Sejak akhir Desember 2020, angka pemakaman harian dengan protap Covid-19 sudah menembus angka 100. Angka ini bertahan secara konsisten hingga minggu kedua bulan Januari 2021. (Tribun Jakarta/ Nur Indah Farrah Audina)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Penggali Makam TPU Pondok Ranggon Tak Bisa Bernafas Lega, Pemakaman Jenazah Covid-19 Semakin Banyak".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Bak Terbuka Tabrak Separator 'Busway' di Slipi, Dahi Sopir Robek

Mobil Bak Terbuka Tabrak Separator "Busway" di Slipi, Dahi Sopir Robek

Megapolitan
Alasan Indra Kenz Gunakan Slogan 'Murah Banget' Saat Pamerkan Harta di Media Sosial

Alasan Indra Kenz Gunakan Slogan "Murah Banget" Saat Pamerkan Harta di Media Sosial

Megapolitan
Jasad Bayi Ditemukan Membusuk di Pinggir Kali Bekasi, Diduga Dibuang Lebih dari 3 Hari Lalu

Jasad Bayi Ditemukan Membusuk di Pinggir Kali Bekasi, Diduga Dibuang Lebih dari 3 Hari Lalu

Megapolitan
Pemkot Siapkan Strategi agar Lokasi PKL di Kota Tua Ramai Pengunjung

Pemkot Siapkan Strategi agar Lokasi PKL di Kota Tua Ramai Pengunjung

Megapolitan
Kasus Mahasiswi Dianiaya Istri Pengemudi Ojol, Korban Dikira Mantan Pacar Suami Pelaku, Kini Berakhir Damai

Kasus Mahasiswi Dianiaya Istri Pengemudi Ojol, Korban Dikira Mantan Pacar Suami Pelaku, Kini Berakhir Damai

Megapolitan
Kawasan Kalijodo Disebut Kembali Jadi Tempat Prostitusi, Sekda DKI: Itu Jadi Perhatian Kami

Kawasan Kalijodo Disebut Kembali Jadi Tempat Prostitusi, Sekda DKI: Itu Jadi Perhatian Kami

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Lanjutkan Program Rumah DP 0 Persen meski Anies Lengser

Pemprov DKI Bakal Lanjutkan Program Rumah DP 0 Persen meski Anies Lengser

Megapolitan
Cerita Warga Cilincing Temukan Granat, Meledak Saat Diotak-Atik

Cerita Warga Cilincing Temukan Granat, Meledak Saat Diotak-Atik

Megapolitan
Ridwan Kamil Sarankan Pemkot Depok Lakukan Survei soal Toleransi, Ini Tujuannya

Ridwan Kamil Sarankan Pemkot Depok Lakukan Survei soal Toleransi, Ini Tujuannya

Megapolitan
Sekda DKI Akui Sumur Resapan Belum Signifikan Atasi Banjir di Jakarta

Sekda DKI Akui Sumur Resapan Belum Signifikan Atasi Banjir di Jakarta

Megapolitan
Alasan Istri Ojol Aniaya dan Tuduh Mahasiswi Pelakor: Saya Kira Mbak Mantan Pacar Suami

Alasan Istri Ojol Aniaya dan Tuduh Mahasiswi Pelakor: Saya Kira Mbak Mantan Pacar Suami

Megapolitan
Pemkot Jakpus Buka Layanan Konseling Traumatik untuk Hibur Anak-anak Korban Kebakaran di Menteng

Pemkot Jakpus Buka Layanan Konseling Traumatik untuk Hibur Anak-anak Korban Kebakaran di Menteng

Megapolitan
Soal Izin Bangun Rumah 4 Lantai, Komisi D: Kami Masih Menerka Maksud Pak Gubernur

Soal Izin Bangun Rumah 4 Lantai, Komisi D: Kami Masih Menerka Maksud Pak Gubernur

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Pembangunan Sumur Resapan Perlu Dilanjutkan

Sekda DKI Sebut Pembangunan Sumur Resapan Perlu Dilanjutkan

Megapolitan
Alasan Puluhan PKL Kota Tua Jakarta Tolak Direlokasi, Ingin Jualan di Tempat Ramai

Alasan Puluhan PKL Kota Tua Jakarta Tolak Direlokasi, Ingin Jualan di Tempat Ramai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.