Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Kompas.com - 20/01/2021, 09:34 WIB
Ilustrasi rumah sakit (SHUTTERSTOCK). SHUTTERSTOCKIlustrasi rumah sakit (SHUTTERSTOCK).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 yang belakangan melonjak di Indonesia imbas dari libur panjang dan berbagai kerumunan, termasuk penyelenggaraan Pilkada serentak Desember lalu, telah membuat fasilitas kesehatan tak berdaya.

Fenomena "lumpuhnya" fasilitas kesehatan ini bahkan dilaporkan terjadi di Ibu Kota Indonesia, yang memiliki fasilitas lebih banyak dan lebih lengkap dibandingkan daerah lain.

Kota penyangga di sekitar Ibu Kota, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pun mengalami kejadian serupa di mana fasilitas kesehatan tak mampu lagi menampung ledakan kasus.

Seberapa gawat kondisi Covid-19 di wilayah Jabodetabek saat ini? Bagaimana kondisi fasilitas kesehatan sesungguhnya? Simak ulasannya di bawah ini:

Baca juga: Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Pasien darurat harus antre masuk UGD di Jakarta

Koalisi Lapor Covid-19 mengabarkan bahwa sejumlah pasien positif Covid-19 domisili Jakarta, yang butuh penanganan sesegera mungkin, kesulitan untuk mengakses layanan rumah sakit (RS).

Hal ini dikarenakan seluruh tempat tidur khusus pasien Covid-19 di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya telah penuh terisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lapor Covid-19 mengklaim telah menghubungi 60 RS rujukan Covid-19 di Jabodetabek, tetapi hasilnya nihil.

"Kami sudah menghubungi Menteri Kesehatan, Gubernur DKI Jakarta, dan banyak pihak lain. Katanya sedang dicari, tapi belum ada sampai sekarang," kata relawan Lapor Covid-19 Ahmad Arif, Selasa (19/1/2021) siang.

Arief menjelaskan, di antara pasien tersebut ada seorang ibu dan bayinya yang masih berusia tiga tahun. Mereka merupakan pasien bergejala yang butuh penanganan segera.

Baca juga: Kisah Perjuangan Ibu dan Bayi Positif Covid-19 Masuk ICU, Sempat Telepon 60 RS di Jabodetabek

Pada Selasa sore, relawan tersebut melaporkan bahwa sang ibu dan anak telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Namun, mereka tidak bisa langsung menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU) karena seluruh tempat tidurnya sudah terisi.

"Masih harus antre," ujar Arif, yang menyesalkan kolapsnya RS di Jabodetabek di saat banyak orang butuh perawatan.

"Poinnya, saat ini rumah sakit sudah kolaps," imbuhnya.

Di lain pihak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim masih ada tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersisa, meski jumlahnya sangat sedikit.

Baca juga: Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, atau Ariza, tempat tidur khusus pasien Covid-19 di wilayah Ibu Kota masih tersisa 13 persen.

Berdasarkan data Pemprov DKI, Jakarta memiliki total 7.827 tempat tidur isolasi dan 1.063 tempat tidur ICU yang tersebar di 101 RS rujukan.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

Megapolitan
Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Megapolitan
Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Megapolitan
Seorang Pemilik Ruko di Tangerang Dikalungkan Celurit dan Ditodong Pedang

Seorang Pemilik Ruko di Tangerang Dikalungkan Celurit dan Ditodong Pedang

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 298 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 2 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 298 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Tambora Capai 51,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Tambora Capai 51,9 Persen

Megapolitan
Tolak Perubahan RPJMD, Fraksi PSI Nilai Anies Lari dari Janji Kampanye

Tolak Perubahan RPJMD, Fraksi PSI Nilai Anies Lari dari Janji Kampanye

Megapolitan
Aksi Pencurian Handphone di Cipayung, Pelaku Pura-pura Bertanya

Aksi Pencurian Handphone di Cipayung, Pelaku Pura-pura Bertanya

Megapolitan
Polisi Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi 10.000 Warga di Kawasan Pabrik Jatiuwung

Polisi Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi 10.000 Warga di Kawasan Pabrik Jatiuwung

Megapolitan
Selain Tino dan Hari, Empat Harimau Sumatera di Ragunan Juga Jalani Tes Swab PCR

Selain Tino dan Hari, Empat Harimau Sumatera di Ragunan Juga Jalani Tes Swab PCR

Megapolitan
154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X