Kompas.com - 25/01/2021, 10:35 WIB
Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2020). ANTARA/Livia KristiantiPlh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2020).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, meyakini pemutusan kabel listrik di rumah pompa di under pass Dukuh Atas bukan sabotase. Irwandi mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke rumah pompa itu menyusul beredarnya isu sabotase pemutusan kabel tersebut.

"Itu kayaknya pemulung-pemulung yang tidur dekat situ. Kalau sabotase kan diangkat semua (kabelnya)," kata Irwandi, Senin (25/1/2021).

Menurut dia, sebelumnya banyak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berkeliaran di sekitar lokasi rumah pompa itu. Ia menduga sebagian kabel itu dicuri oleh PMKS untuk dijual.

Baca juga: Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas Ditarik Paksa Orang Tak Dikenal

"Kabel itu kan dari tembaga, diambil, dibakar, yang dijual tembaganya. Berapa sih nilainya, tapi dia enggak tahu efeknya (bisa menyebabkan banjir)," kata Irwandi.

Irwandi memastikan, saat ini semua PMKS yang berada di sekitar rumah pompa tersebut telah ditertibkan. Untuk mencegah kejadian serupa, ia sudah meminta Dinas Bina Marga menyurati PLN agar memindahkan kabel tersebut ke bagian dalam rumah pompa.

Sementara itu, terkait dugaan adanya sabotase, Irwandi menyerahkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Menurut dia, Pemprov DKI sudah melaporkan adanya dugaan sabotase itu ke Polsek Tanah Abang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah dilaporkan ke Polsek Tanah Abang kalau itu sabotase," ujarnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

Megapolitan
Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Megapolitan
UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Megapolitan
Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Megapolitan
Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Megapolitan
Permudah Warga, Mobil Vaksinasi Keliling Dihadirkan di Cilandak Timur

Permudah Warga, Mobil Vaksinasi Keliling Dihadirkan di Cilandak Timur

Megapolitan
Dinsos Kota Tangerang Akan Salurkan Bansos Rp 300.000, Ini Kriteria Penerima Bantuan

Dinsos Kota Tangerang Akan Salurkan Bansos Rp 300.000, Ini Kriteria Penerima Bantuan

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Rp 675 Juta, Pengamat: Mana Sense of Crisis-nya?

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Rp 675 Juta, Pengamat: Mana Sense of Crisis-nya?

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Tangsel Catat 10.456 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 4 Agustus: Tangsel Catat 10.456 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Diduga Depresi karena Cerai, Seorang Wanita Nekat Lompat dari Lantai 5 Apartemen di Sunter

Diduga Depresi karena Cerai, Seorang Wanita Nekat Lompat dari Lantai 5 Apartemen di Sunter

Megapolitan
23 Dosen-Staf Universitas Mercu Buana Disebut Dipecat Tanpa Pesangon, Ini Penjelasan Pihak Kampus

23 Dosen-Staf Universitas Mercu Buana Disebut Dipecat Tanpa Pesangon, Ini Penjelasan Pihak Kampus

Megapolitan
Kasus DBD di Jaktim Tertinggi ke-5 di Indonesia, Pemkot: Karena Padat Penduduk

Kasus DBD di Jaktim Tertinggi ke-5 di Indonesia, Pemkot: Karena Padat Penduduk

Megapolitan
24 Pelaku Jual Obat Covid-19 Lebih Mahal lewat Online, Ada yang Seharga Rp 40 Juta

24 Pelaku Jual Obat Covid-19 Lebih Mahal lewat Online, Ada yang Seharga Rp 40 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X