Soal Usung Anies Baswedan pada Pilkada DKI, PKS: Tunggu Keputusan DPP

Kompas.com - 03/02/2021, 12:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera Abdurrahman Suhaimi mengatakan, keputusan partai untuk terus mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang tergantung dari keputusan DPP PKS.

"Artinya sampai sekarang kan belum tahu apakah Pak Anies mencalonkan lagi apa enggak. Tapi kalau misalnya mencalonkan, apakah PKS mendukung atau tidak, itu nanti yang memutuskan DPP," kata Abddurrahman kepada Kompas.com, Selasa (2/2/2021).

Dia menyebut, isu yang bergulir mengenai dukungan terhadap Anies pada pilkada mendatang dinilai terlalu cepat. Sebab, kepemimpinan Anies baru habis pada tahun 2022 mendatang.

Baca juga: Saat Gerindra dan Anies Dikabarkan Pecah Kongsi...

Namun secara pribadi, Abdurrahman mengatakan dukungan akan diberikan sesuai dengan kinerja Anies selama menjabat, usahanya dalam mendukung PKS, serta dukungan dari umat.

"Ini menurut saya pribadi, jadi bukan partai. Saya melihatnnya adalah tergantung kepada rapor Pak Anies, hubungannya dengan tadi (umat), dan juga bagaimana hubungannya Pak Anies dengan PKS," tutur Abdurrahman.

Senada dengan Abdurrahman, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin juga menunggu hasil keputusan DPP PKS.

Akan tetapi, menurut Arifin, masih ada kemungkinan PKS akan mendukung Anies dalam pilkada kelak.

Baca juga: Dukung Pilkada Serentak 2024, Gerindra Tegaskan Bukan untuk Jegal Anies

Kendati demikian, PKS tetap akan menyiapkan kadernya apabila ada dibutuhkan, baik sebagai calon wakil gubernur mendampingi Anies maupun untuk menempati posisi calon gubernur.

"Jadi kemungkinan kami tetap akan mendukung Pak Anies. Tapi kami tetap menyiapkan kader juga andaikan kemudian keputusannya tidak mendukung Pak Anies," kata Arifin.

PKS juga membuka pintu bagi partai lain untuk berkoalisi. Saat ini, partai masih melakukan lobi politik dan membuka komunikasi.

Meski belum menentukan keputusan apakah akan mengusung Anies, namun baik Abdurrahman dan Arifin sama-sama mengatakan bahwa partainya mendukung pemerintahan Anies hingga 2022.

"Ya yang jelas sekarang masih sementara Pak Anies. Karena kami mengusung beliau sampai 2022," tutur Arifin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X