Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Sajian Utama Saat Imlek, dari Samseng hingga Pisang Raja

Kompas.com - 06/02/2021, 06:20 WIB
Vitorio Mantalean,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

“Bagi keluarga yang berkecukupan, kepala babi terkadang disajikan, ayam atau bebek utuh juga disajikan. Sementara bagi keluarga sederhana, biasa disajikan sekerat samcan (daging babi 3 lapis), seekor ikan, dan sebutir telur rebus yang mewakili.”

Baca juga: Salad Yee Sang, Kuliner Baru Kalangan Peranakan Tionghoa Saat Merayakan Imlek

Daging babi 3 lapis/samcan yang dihidangkan juga ditaksir memuat makna filosofis, karena bentuknya yang berlapis antara daging, lemak, dan kulit dianggap menunjukkan tingkat-tingkat kehidupan yang naik.

Begitu pun dengan ayam atau bebek yang disuguhkan. Khusus di Jawa Tengah dan sekitarnya, dikenal ayam “masak-oh” yakni dimasak dengan taoco yang melambangkan warna tanah sebagai perlambang penghidupan petani.

Bisa pula ayam dimasak opor kuning, sesuatu yang kerap dijumpai di Jawa Tengah, sebab warna kuning diasosiasikan dengan emas yang melambangkan kemakmuran.

4. Wajik, kue ku, dan moho/kue mangkok

Ketiga kue ini sama-sama bercita rasa manis, lengket, dan berwarna merah.

Warna merah, menurut Aji, selaras dengan legenda China di balik perayaan Imlek, yakni keberadaan monster bernama “Nian” (baca: nien) yang takut warna merah.

Sementara itu, sifat kue yang lengket mengandung harapan akan eratnya hubungan keluarga.

Kue wajik untuk Imlek kadang dibentuk kerucut sebagai simbol harapan yang meninggi, sedangkan kue ku yang berupa kura-kura menyimbolkan umur panjang.

5. Pisang emas/pisang raja

Pisang dalam tutur Mandarin adalah xiang jiao (baca: siang ciau). Jenis pisang diupayakan pisang emas/pisang raja dalam satu sisir, meskipun apa boleh buat jika harus memakai pisang jenis lain karena menyesuaikan keadaan, misalnya.

“Kata xiang yang berarti harum melambangkan pengharapan keharuman keluarga, seluruh anggota keluarga membawa kemuliaan dan tidak memalukan perbuatannya dalam masyarakat,” jelas Aji.

“Warna kuning yang melambangkan emas sudah jelas artinya, kemakmuran yang diharapkan.”

Di samping pisang, biasanya ada buah-buahan lain yang juga disuguhkan di atas meja ketika menyambut Imlek, seperti jeruk dan belimbing.

“Secara prinsip, semua perlambang adalah untuk kebaikan seluruh anggota keluarga,” tutup Aji.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penanganan Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Lambat, Pelaku Dikhawatirkan Ulangi Perbuatan

Penanganan Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Lambat, Pelaku Dikhawatirkan Ulangi Perbuatan

Megapolitan
Pendaftaran PPDB Jakarta Dibuka 10 Juni, Ini Jumlah Daya Tampung Siswa Baru SD hingga SMA

Pendaftaran PPDB Jakarta Dibuka 10 Juni, Ini Jumlah Daya Tampung Siswa Baru SD hingga SMA

Megapolitan
Kasus Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Upayakan Diversi

Kasus Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Upayakan Diversi

Megapolitan
Disdik DKI Akui Kuota Sekolah Negeri di Jakarta Masih Terbatas, Janji Bangun Sekolah Baru

Disdik DKI Akui Kuota Sekolah Negeri di Jakarta Masih Terbatas, Janji Bangun Sekolah Baru

Megapolitan
Polisi Gadungan yang Palak Warga di Jaktim dan Jaksel Positif Sabu

Polisi Gadungan yang Palak Warga di Jaktim dan Jaksel Positif Sabu

Megapolitan
Kondisi Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah Sudah Bisa Berkomunikasi

Kondisi Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah Sudah Bisa Berkomunikasi

Megapolitan
Polisi Gadungan di Jaktim Palak Pedagang dan Warga Selama 4 Tahun, Raup Rp 3 Juta per Bulan

Polisi Gadungan di Jaktim Palak Pedagang dan Warga Selama 4 Tahun, Raup Rp 3 Juta per Bulan

Megapolitan
Pelajar dari Keluarga Tak Mampu Bisa Masuk Sekolah Swasta Gratis Lewat PPDB Bersama

Pelajar dari Keluarga Tak Mampu Bisa Masuk Sekolah Swasta Gratis Lewat PPDB Bersama

Megapolitan
Dua Wilayah di Kota Bogor Jadi 'Pilot Project' Kawasan Tanpa Kabel Udara

Dua Wilayah di Kota Bogor Jadi "Pilot Project" Kawasan Tanpa Kabel Udara

Megapolitan
Keluarga Korban Begal Bermodus 'Debt Collector' Minta Hasil Otopsi Segera Keluar

Keluarga Korban Begal Bermodus "Debt Collector" Minta Hasil Otopsi Segera Keluar

Megapolitan
Masih di Bawah Umur, Pelaku Perundungan Siswi SMP di Bogor Tak Ditahan

Masih di Bawah Umur, Pelaku Perundungan Siswi SMP di Bogor Tak Ditahan

Megapolitan
Polisi Gadungan di Jaktim Tipu Keluarga Istri Kedua Supaya Bisa Menikah

Polisi Gadungan di Jaktim Tipu Keluarga Istri Kedua Supaya Bisa Menikah

Megapolitan
Ini Berkas yang Harus Disiapkan untuk Ajukan Uji Kelayakan Kendaraan 'Study Tour'

Ini Berkas yang Harus Disiapkan untuk Ajukan Uji Kelayakan Kendaraan "Study Tour"

Megapolitan
Siswa SMP Lompat dari Gedung Sekolah, Polisi: Frustasi, Ingin Bunuh Diri

Siswa SMP Lompat dari Gedung Sekolah, Polisi: Frustasi, Ingin Bunuh Diri

Megapolitan
5 Tahun Diberi Harapan Palsu, Sopir Angkot di Jakut Minta Segera Diajak Gabung ke Jaklingko

5 Tahun Diberi Harapan Palsu, Sopir Angkot di Jakut Minta Segera Diajak Gabung ke Jaklingko

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com