Kompas.com - 25/02/2021, 18:45 WIB
Ilustrasi Istana Presiden: Bendera setengah tiang berkibar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/9/2015). Indra AkuntonoIlustrasi Istana Presiden: Bendera setengah tiang berkibar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengimbau agar pengendara kendaraan bermotor tidak kebut-kebutan dan menggeber knalpot di jalan dekat Istana Kepresidenan.

"Kalau kebut-kebutan, knalpotnya berisik, itu kan tidak hanya mengganggu keamanan, tapi juga kenyamanan. Itu bisa kami tindak," kata Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021).

Hal ini disampaikan Wisnu menanggapi video viral yang menunjukkan sejumlah petugas menyetop rombongan kendaraan bermotor di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @bodatnation itu, sejumlah petugas menyetop rombongan pengendara motor yang tengah melakukan sunday morning ride (sunmori).

Baca juga: Video Viral Pengendara Motor Ditendang Petugas Saat Sunmori Dekat Istana, Ini Penjelasan Paspampres

Hal yang menjadi sorotan, terlihat salah satu petugas dengan menggenggam pistol menendang salah satu motor pengendara.

Wisnu menyebutkan, jika melihat sekilas dari video yang beredar, sejumlah petugas itu memang anggota Paspampres.

"Sepintas saya lihat memang anggota kami," katanya.

Menurut Wisnu, memang hanya anggota Paspampres dan pengamanan dalam Istana yang bertugas di Jalan Veteran III.

Jalan tersebut merupakan akses masuk ke Istana untuk para pegawai hingga menteri.

Baca juga: Viral, Video Sunmori di Sekitar Istana Diberhentikan Petugas

Namun, Wisnu mengaku harus mengecek lagi apakah benar ada petugas Paspampres yang menyetop sejumlah kendaraan bermotor pada Minggu lalu.

"Terutama petugas yang menendang itu saya tidak terlihat jelas di video karena tidak pakai seragam dan badge Paspampres. Nanti saya kroscek lagi," kata Wisnu.

Jika benar petugas itu adalah anggota Paspampres, ia menegaskan bahwa tindakan itu menyalahi standar operasional prosedur.

"Kalau tidak sampai mengancam VVIP ya tidak perlu sampai seperti itu," katanya.

Ia mengatakan, harusnya petugas Paspampres cukup menyetop kendaraan yang kebut-kebutan dan menyerahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Petugas Derek Liar Paksa Sopir Truk di Tol yang Berujung Penangkapan

Aksi Petugas Derek Liar Paksa Sopir Truk di Tol yang Berujung Penangkapan

Megapolitan
Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Megapolitan
Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Megapolitan
Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Megapolitan
Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: 'Kita Perlancar!'

Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: "Kita Perlancar!"

Megapolitan
Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

Megapolitan
UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X