Kompas.com - 04/03/2021, 15:35 WIB
Foto udara banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). Menurut warga Banjir diakibatkan luapan kali Sunter pada pukul 03.00 WIB dan sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) sudah dievakuasi ke pengungsian. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHFoto udara banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). Menurut warga Banjir diakibatkan luapan kali Sunter pada pukul 03.00 WIB dan sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) sudah dievakuasi ke pengungsian.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta menjadikan area ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota sebagai tempat menampung air saat banjir.

Menurut Ida, dengan cara itu RTH di Jakarta bisa memiliki beragam fungsi. Selain itu, pemanfaatan taman sebagai lokasi penampungan air dapat mengurangi genangan di sekitar permukiman warga.

"Sangat mendukung, prinsipnya bisa untuk menampung air," kata Ida kepada Kompas.com, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: RTH di Jakarta Dipakai Tampung Air Banjir, Pemprov DKI: Taman Kita Banjirkan

Saat ini, Komisi D masih menunggu rencana detail untuk merealisasikan hal itu. Ida belum bisa memberikan banyak informasi mengenai bagaimana air akan ditampung.

Dinas Pertamahanan dan Hutan Kota DKI Jakarta juga belum mengajukan anggaran terkait hal itu. Ida mengatakan, secara prinsip jika rencana tersebut dapat mengurangi dampak banjir, pihaknya memberikan dukungan penuh.

"Kan tidak ada salahnya kalau diamankan di ruang terbuka hijaunya dinas pertamanan ini kan dimanfaatkan," kata Ida.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati sebelumnya mengatakan, RTH di Jakarta akan diubah menjadi loksi penampungan air jika terjadi bencana banjir.

Konsep itu diberi nama RTH Green Blue. Suzi melanjutkan, pengembangan konsep RTH Green Blue akan melibatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

"Kami juga akan bekerja sama dengan SDA bagaimana menciptakan ruang bitu dan ruang hijau," ujar Suzi.

Suzi menjelaskan, saat ini ada beberapa RTH yang memang dibangun untuk tempat penampungan banjir. Dengan demikian, ketika banjir, air limpahan bisa ditampung di RTH.

Sejauh ini luas RTH di DKI Jakarta mencapai 9,9 persen dari luas wilayah kota dan terus mengalami peningkatan.

"Perhatikan saja di taman kita itu bisa tinggi (genangan air) bisa 80 sentimeter itu kita bisa banjirkan untuk membanjirkan (mengalirkan air) dari permukiman," kata Suzi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Megapolitan
Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Megapolitan
Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Megapolitan
Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Megapolitan
Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Megapolitan
Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Megapolitan
Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Megapolitan
Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Megapolitan
Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

Megapolitan
Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X