Kompas.com - 21/04/2021, 11:05 WIB
Warga korban kebakaran Taman Sari tengah mencari sisa-sisa barang yang dapat dimanfaatkan kembali, Senin (19/04/2021) ANTARA/Anisyah RahmawatiWarga korban kebakaran Taman Sari tengah mencari sisa-sisa barang yang dapat dimanfaatkan kembali, Senin (19/04/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, kebakaran di Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, lantaran warga terlambat melapor.

Dia mengatakan, warga sudah terbiasa memberikan informasi kebakaran ketika api sudah mulai membesar.

"Biasalah kalau pemadam kan kalau (api) sudah besar baru (dihubungi), terlambat informasi yang disampaikan," kata Satriadi saat dihubungi melalui telepon, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Anies Pastikan Kebutuhan Warga Korban Kebakaran Taman Sari Terpenuhi

Dia mengatakan, lokasi padat hunian semakin mempersulit pihaknya untuk memadamkan api.

"Terus bangunan banyak semi permanen, informasi yang kami terima juga api sudah membesar," ucap Satriadi.

Satriadi meminta masyarakat untuk membuat kewaspadaan lebih tinggi terhadap bahaya kebakaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta juga terus melakukan kegiatan sosialisasi lewat pengeras suara di masjid maupun dari mushala.

"Secara masif kita lakukan dari bulan Maret pada saat awal pandemi," ujar dia.

Baca juga: Korban Kebakaran Taman Sari Berharap Bantuan Pemerintah untuk Bangun Kembali Rumah

Dia juga meminta warga untuk selalu mengecek peralatan kompor seperti selang dan tabung gas untuk menghindari kebakaran akibat kompor gas.

Begitu juga peralatan listrik warga. Korsleting arus listrik biasanya menjadi penyebab utama kebakaran.

"Jangan menggunakan peralatan yang tidak sesuai dengan SNI, colokan (stop kontak) dipakai sesuai dengan ketentuan, jangan timpa-timpa beberapa colokan," ucap dia.

Sebelumnya, kebakaran yang menghanguskan 130 rumah warga terjadi di RT 002 RW 002 Kelurahan Keagungan, Taman Sari.

Saat ini diketahui 1.268 warga terdampak akibat peristiwa tersebut, 120 orang di antaranya adalah balita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPATK Harap Pasal Pencucian Uang Konsisten Digunakan untuk Tindak Pidana Narkoba

PPATK Harap Pasal Pencucian Uang Konsisten Digunakan untuk Tindak Pidana Narkoba

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Megapolitan
Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Megapolitan
Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Megapolitan
Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.