Kompas.com - 21/04/2021, 17:39 WIB
Pekerja merawat rumput lapangan latihan di lokasi pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/3/2021). Saat ini kemajuan pembangunan stadion yang diproyeksikan berkapasitas 82.000 penonton itu mencapai 49,94 persen (data terakhir PT Jakarta Propertindo per 9 Maret 2021). ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAPekerja merawat rumput lapangan latihan di lokasi pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/3/2021). Saat ini kemajuan pembangunan stadion yang diproyeksikan berkapasitas 82.000 penonton itu mencapai 49,94 persen (data terakhir PT Jakarta Propertindo per 9 Maret 2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Corporate Communication Manager PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Melisa Sjach mengatakan, Jakarta International Stadium (JIS) nantinya terbuka untuk publik.

Siapa pun boleh berkunjung, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan dan aturan yang berlaku di lokasi.

Oleh karenanya, stadion ini dirancang dengan konsep Stadion Kita. Ini artinya, klub sepak bola yang bermarkas di Jakarta hingga luar Ibu Kota bisa menggunakan JIS sebagai home base.

Bahkan, klub-klub yang berada di Jakarta, Indonesia, bahkan klub dari luar negeri dipersilakan menggunakan lapangan latih JIS.

Baca juga: 590 Keluarga Terdampak Proyek Jakarta International Stadium Sudah Terima Kompensasi

Kendati demikian, kedua lapangan latih JIS baru akan siap digunakan pada Juni nanti.

"Fokus kita saat ini adalah fase persiapan serah terima lapangan latih JIS dari kontraktor kepada pemberi kerja dan didahului dengan pemeriksaan pekerjaan lebih dulu," kata Melisa melalui keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melisa menambahkan, JIS memiliki beragam fungsi. Lapangan tersebut tidak hanya bisa menggelar pertandingan olah raga saja, melainkan juga menjadi lokasi penyelenggaraan acara besar seperti pameran hingga konser musik.

Guna menunjang fungsi tersebut, JIS bakal dilengkapi dengan atap yang bisa dibuka-tutup (retractable roof).

Ia menambahkan, atap JIS terdiri dari rangka baja utama (main truss) yang disambung menggunakan sistem space frame atau strultur sambungan baja dengan memiliki rongga-rongga yang disambungkan ke atap utama stadion.

Baca juga: Tergusur Jakarta International Stadium, Warga Kebun Bayam Tagih Janji Anies Bangun Kampung Deret

Direktur Proyek JIS Iwan Takwin mengatakan, salah satu milestone penting dalam penyelesaian konstruksi stadion ini adalah pelaksanaan pengangkatan struktur baja atap.

"Salah satu milestone, yakni penyelesaian dan lifting rangka baja atap," kata Iwan.

JIS dirancang mengikuti standar internasional dengan tujuan agar dapat dipakai saat pelaksanaan piala dunia.

Stadion ini didesain dapat menampung 82.000 penonton. JIS juga diharapkan menjadi stadion terbesar di Indonesia sekaligus stadion pertama yang memiliki fasilitas mumpuni seperti lapangan latih, ritel food and beverage (f&b), plaza, serta fasilitas penonton kelas mewah.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

Megapolitan
Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Megapolitan
Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Megapolitan
Seorang Pemilik Ruko di Tangerang Dikalungkan Celurit dan Ditodong Pedang

Seorang Pemilik Ruko di Tangerang Dikalungkan Celurit dan Ditodong Pedang

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 298 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 2 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 298 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Tambora Capai 51,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Tambora Capai 51,9 Persen

Megapolitan
Tolak Perubahan RPJMD, Fraksi PSI Nilai Anies Lari dari Janji Kampanye

Tolak Perubahan RPJMD, Fraksi PSI Nilai Anies Lari dari Janji Kampanye

Megapolitan
Aksi Pencurian Handphone di Cipayung, Pelaku Pura-pura Bertanya

Aksi Pencurian Handphone di Cipayung, Pelaku Pura-pura Bertanya

Megapolitan
Polisi Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi 10.000 Warga di Kawasan Pabrik Jatiuwung

Polisi Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi 10.000 Warga di Kawasan Pabrik Jatiuwung

Megapolitan
Selain Tino dan Hari, Empat Harimau Sumatera di Ragunan Juga Jalani Tes Swab PCR

Selain Tino dan Hari, Empat Harimau Sumatera di Ragunan Juga Jalani Tes Swab PCR

Megapolitan
154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X