Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anies Minta Warga Jakarta Berhenti Merokok, Apa Pun Jenisnya

Kompas.com - 31/05/2021, 11:35 WIB
Singgih Wiryono,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga Jakarta untuk berhenti merokok.

"Berani berhenti merokok, apapun jenisnya," kata Anies dalam akun Instagram-nya @aniesbaswedan, Senin (31/5/2021).

Anies mengatakan, perokok memiliki risiko lebih besar saat terpapar Covid-19. Dia juga menyebut 26 persen warga Jakarta adalah perokok.

Baca juga: Wamenkes: Perokok yang Terinfeksi Covid-19 Akan Alami 1,9 Kali Tingkat Keparahan

"Dan menghabiskan 10,3 batang rokok per hari," kata Anies.

Dia kemudian mengajak para perokok untuk berhenti merokok agar tercipta kualitas hidup yang sehat bagi diri sendiri dan keluarga.

"Bisa lebih banyak menabung, dan bisa dibelanjakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat," ucap Anies.

Baca juga: Ini Beda Kondisi Paru-paru Perokok dan Paru-paru Sehat

Dia juga meminta agar warga Jakarta mendukung kampanye berani berhenti merokok pada hari tanpa tembakau sedunia.

Dalam unggahannya, Anies menampilkan video Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebut Indonesia menjadi negara peringkat ketiga dunia jumlah perokok di usia 10-18 tahun.

Perokok disebut meningkatkan risiko penyakit menular dan menyebabkan anak stunting dan rentan terhadap Covid-19.

Baca juga: Diminta Cegah Perokok Anak, Aprindo Klaim Sudah Batasi Pembelian Rokok

"Pembiayaan penyakit akibat rokok menyebabkan pengeluaran yang tidak sebanding dengan penerimaan negara dari cukai rokok," kata Budi.

Budi mengatakan, pemerintah memberikan akses dan fasilitas berhenti merokok melalui layanan konseling dan klinik berhenti merokok di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

"Kami imbau seluruh stakeholder di pusat dan daerah, tokoh agama, dan seluruh masyarakat untuk berperan aktif mendukung upaya berhenti merokok untuk upaya menciptakan lingkungan yang sehat," ucap Budi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Tewasnya Siswa STIP yang Diduga Dianiaya Senior

Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Tewasnya Siswa STIP yang Diduga Dianiaya Senior

Megapolitan
Diduga Ngebut, Mobil Tabrak Bikun UI di Hutan Kota

Diduga Ngebut, Mobil Tabrak Bikun UI di Hutan Kota

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Tinggalkan Mayat Korban di Kamar Hotel

Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Tinggalkan Mayat Korban di Kamar Hotel

Megapolitan
Siswa STIP Dianiaya Senior di Sekolah, Diduga Sudah Tewas Saat Dibawa ke Klinik

Siswa STIP Dianiaya Senior di Sekolah, Diduga Sudah Tewas Saat Dibawa ke Klinik

Megapolitan
Terdapat Luka Lebam di Sekitar Ulu Hati Mahasiswa STIP yang Tewas Diduga Dianiaya Senior

Terdapat Luka Lebam di Sekitar Ulu Hati Mahasiswa STIP yang Tewas Diduga Dianiaya Senior

Megapolitan
Dokter Belum Visum Jenazah Mahasiswa STIP yang Tewas akibat Diduga Dianiaya Senior

Dokter Belum Visum Jenazah Mahasiswa STIP yang Tewas akibat Diduga Dianiaya Senior

Megapolitan
Polisi Pastikan RTH Tubagus Angke Sudah Bersih dari Prostitusi

Polisi Pastikan RTH Tubagus Angke Sudah Bersih dari Prostitusi

Megapolitan
Mahasiswa STIP Tewas Diduga akibat Dianiaya Senior

Mahasiswa STIP Tewas Diduga akibat Dianiaya Senior

Megapolitan
Berbeda Nasib dengan Chandrika Chika, Rio Reifan Tak Akan Dapat Rehabilitasi Narkoba

Berbeda Nasib dengan Chandrika Chika, Rio Reifan Tak Akan Dapat Rehabilitasi Narkoba

Megapolitan
Lansia Korban Hipnotis di Bogor, Emas 1,5 Gram dan Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib

Lansia Korban Hipnotis di Bogor, Emas 1,5 Gram dan Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib

Megapolitan
Polisi Sebut Keributan Suporter di Stasiun Manggarai Libatkan Jakmania dan Viking

Polisi Sebut Keributan Suporter di Stasiun Manggarai Libatkan Jakmania dan Viking

Megapolitan
Aditya Tak Tahu Koper yang Dibawa Kakaknya Berisi Mayat RM

Aditya Tak Tahu Koper yang Dibawa Kakaknya Berisi Mayat RM

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Tegaskan Parkir di Minimarket Gratis

Kadishub DKI Jakarta Tegaskan Parkir di Minimarket Gratis

Megapolitan
Koper Pertama Kekecilan, Ahmad Beli Lagi yang Besar untuk Masukkan Jenazah RM

Koper Pertama Kekecilan, Ahmad Beli Lagi yang Besar untuk Masukkan Jenazah RM

Megapolitan
Polisi Masih Buru Pemasok Narkoba ke Rio Reifan

Polisi Masih Buru Pemasok Narkoba ke Rio Reifan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com