Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Temui Keluarga Korban Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Bekasi, PSI: Keluarga PU Sudah Sering Diteror

Kompas.com - 07/06/2021, 20:24 WIB
Theresia Ruth Simanjuntak

Penulis

 

BEKASI, KOMPAS.com - Kasus dugaan pemerkosaan remaja berinisial PU (15) dengan tersangka AT (21), anak anggota DPRD Bekasi mendapat sorotan khusus dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Bekasi Tanti Herawati mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengawal kasus tersebut dengan mendampingi keluarga korban.

Baca juga: Keluhan Warga Berdomisili Bekasi Daftar PPDB Jakarta: Katanya DKI Enggak Cukup Nampung Siswa dari Luar

Bahkan, diungkapkan Hera, PSI telah bertemu dengan keluarga korban sebanyak tiga kali sejauh ini.

"Untuk bertemu fisik dengan keluarga korban sampai saat ini sudah 3 kali: di kediaman korban, di DPP PSI, dan saat mendampingi di Komnas Perempuan. Selebihnya melalui telepon dan teks daring," ujar Hera kepada Kompas.com, Senin (7/6/2021).

Pertemuan terkini dengan keluarga korban Hera bagikan melalui akun Twitter pribadinya, @HerawatiTanti08, pada 5 Juni 2021 lalu.

Dijelaskan Hera, tidak mudah bagi pihaknya untuk meyakinkan keluarga korban bahwa PSI berkomitmen mengawal kasus dugaan pemerkosaan yang dihadapi PU.

Baca juga: Ketika Jalur Road Bike Bikin Mangkel Sesama Pesepeda, Merasa Didiskriminasi Berdasarkan Harga

"Untuk awal mula sekali, memang agak sulit menemui keluarga korban dan memang tidak mudah mereka bisa kami jumpai. Dan sampai akhirnya saya dan teman-teman DPD PSI Kota Bekasi bisa diterima baik oleh keluarga korban," urainya.

Saat bertemu untuk pertama kalinya, Hera mengatakan bahwa keluarga korban langsung menceritakan kejadian tersebut.

Dari cerita tersebut, pihaknya lantas berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti kuasa hukum.

"Pertemuan awal, kami dicurhati oleh keluarga korban tentang semua permasalahan yang terjadi. Selanjutnya, koordinasi dengan kuasa hukum korban, koordinasi dengan beberapa pihak yang kompeten hingga kami dan keluarga korban melaporkan kasus ini ke Komnas Perempuan," paparnya.

Baca juga: Sulit Akses Situs PPDB Jakarta, Puluhan Warga Sambangi Posko di Jakbar

Korban cenderung tertutup

Hera lantas mengisahkan kondisi korban dan keluarga saat pertama kali bertemu. Menurutnya, PU kala itu cenderung tertutup dan tidak mau berbicara banyak.

"Kondisi korban saat kali pertama kami ke sana, saya lihat korban seperti pemikirannya kosong, labil, tidak mau banyak bicara dengan orang di sekelilingnya dan cenderung tertutup," ungkap Hera.

Adapun keluarga korban rutin, digambarkan Hera, tampak menyimpan kesedihan mendalam atas permasalahan yang sedang dialami putrinya.

"Untuk keluarga korban sendiri yaitu bapak ibu korban, mereka nampak dari raut wajahnya kesedihan mendalam, kepedihan, kekecewaan, lelah dan cemas dengan rasa takut yang sangat teramat akibat banyak nya teror dan intimidasi," ujar Hera.

Orangtua korban juga tampak lelah karena menghadapi berbagai intimidasi dan teror.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Lansia Sebatang Kara yang Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat Bekerja Sebagai Pengemis

Lansia Sebatang Kara yang Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat Bekerja Sebagai Pengemis

Megapolitan
Korban Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat adalah Lansia Sebatang Kara

Korban Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat adalah Lansia Sebatang Kara

Megapolitan
Ditanya Soal Wacana Duet pada Pilkada Jakarta, Kaesang: Paling Realistis dengan Anies

Ditanya Soal Wacana Duet pada Pilkada Jakarta, Kaesang: Paling Realistis dengan Anies

Megapolitan
Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ditembak Polisi karena Melawan

Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ditembak Polisi karena Melawan

Megapolitan
Traumanya Pedagang Es Teh di Bogor, Takut Berjualan Usai Jadi Korban Pria Pamer Alat Kelamin

Traumanya Pedagang Es Teh di Bogor, Takut Berjualan Usai Jadi Korban Pria Pamer Alat Kelamin

Megapolitan
Untuk Kedua Kalinya, Keluarga Akseyna Terima Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan dari Polisi

Untuk Kedua Kalinya, Keluarga Akseyna Terima Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan dari Polisi

Megapolitan
Berawal dari Mager, Siswa SMA di Jaksel Bikin Lampu Sensor Suara untuk Pameran Karya P5

Berawal dari Mager, Siswa SMA di Jaksel Bikin Lampu Sensor Suara untuk Pameran Karya P5

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penganiaya 4 Warga di Koja Seorang Residivis dan DPO Pembunuhan | Mobil Terguling hingga Ringsek di Jalan Pangeran Antasari

[POPULER JABODETABEK] Penganiaya 4 Warga di Koja Seorang Residivis dan DPO Pembunuhan | Mobil Terguling hingga Ringsek di Jalan Pangeran Antasari

Megapolitan
Perkara Ponsel Hilang, Pemuda Ini Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Babak Belur

Perkara Ponsel Hilang, Pemuda Ini Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Babak Belur

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 15 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 15 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Megapolitan
Daur Ulang Barang Bekas, Siswa SMA di Jaksel Buat Tempat Sampah Elektrik dan Lampu Sensor Suara

Daur Ulang Barang Bekas, Siswa SMA di Jaksel Buat Tempat Sampah Elektrik dan Lampu Sensor Suara

Megapolitan
'Ngeles' Saat Ditanya Ketertarikan Ikut Pilkada Jakarta, Heru Budi: Saya Tertarik Ngambil Telur Bagus

"Ngeles" Saat Ditanya Ketertarikan Ikut Pilkada Jakarta, Heru Budi: Saya Tertarik Ngambil Telur Bagus

Megapolitan
Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Megapolitan
Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com