Kompas.com - 15/06/2021, 10:32 WIB
Ilustrasi jenazah Kompas.comIlustrasi jenazah
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2021).

Korban diduga merupakan korban tabrak lari.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Lilik Sumardi menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 04.30 WIB.

Sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas, terpantau ada mobil melaju di jalur lambat Jalan Benyamin Sueb.

Nomor polisi mobil tersebut belum diketahui.

Baca juga: Antrean di UGD Wisma Atlet Kemayoran Mengular, Banyak Pasien Lesehan

"Sesampainya di dekat apartemen Palazzo menabrak seorang laki-laki pejalan kaki," kata Lilik, Selasa pagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mobil tersebut diduga menabrak pejalan kaki dengan keras. Korban langsung tewas mengenaskan dengan mengalami luka di bagian kepalanya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

"Umur sekitar 45 tahun. Jenazah dibawa ke RSCM untuk diotopsi," tutur Lilik.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi, Kepala Dinas Damkar Depok Diperiksa Kejari Selasa Ini

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi, pengendara mobil langsung kabur setelah menabrak pejalan kaki.

Polisi saat ini masih memburu pelaku tabrak lari tersebut.

"Kami sedang selidiki pelakunya," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Megapolitan
Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Megapolitan
Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Megapolitan
Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Megapolitan
24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

Megapolitan
Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

Megapolitan
PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

Megapolitan
Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Megapolitan
3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Megapolitan
4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

Megapolitan
Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X