Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada Varian Baru Covid-19 di Jakarta, Lebih Berbahaya dan Lebih Menular

Kompas.com - 16/06/2021, 08:42 WIB
Singgih Wiryono,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, saat ini DKI Jakarta sedang berhadapan dengan varian baru Covid-19.

Dia menyebut, varian baru menyebabkan sebaran Covid-19 di Jakarta menjadi lebih cepat meluas. Sehingga patut untuk diwaspadai bersama.

"Intinya adalah saat ini kita sedang berhadapan dengan arus balik mudik, berhadapan dengan varian baru Covid yang ada jelas di Jakarta kemudian punya efek sebar yang lebih luas," kata Anies, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Dinkes DKI: Pandemi Covid-19 di Jakarta Menuju Tren Mengkhawatirkan

Data teranyar kasus Covid-19 pada 15 Juni 2021 saja, terdapat 19.224 kasus aktif Covid-19. Meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan dua pekan terakhir.

Diduga ada jauh sebelum terdeteksi

Varian baru yang berasal dari Afrika Selatan, India hingga Inggris diduga masuk ke DKI Jakarta jauh sebelum terdeteksi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menjelaskan varian baru ini diprediksi sudah menyebar jauh sebelum hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah.

Karena untuk mengetahui adanya varian baru harus melalui pemeriksaan khusus, yaitu Whole Genome Sequensing (WGS) yang saat ini hanya dipegang hanya oleh dua laboratorium di Indonesia, yaitu Litbangkes Kementerian Kesehatan dan Lembaga Biomolekuler Eijkman.

"Bisa jadi sebenarnya varian virus yang ada di Jakarta sudah ada sebelum waktu kita menemukan dari sampel WGS," kata Dwi pada 23 April lalu.

Baca juga: Dinkes DKI: Varian Baru Corona Ditemukan di Jakarta Lebih Menular dan Bergejala Berat

Selain laboratorium yang terbatas untuk pemeriksaan WGS, kendala untuk mendeteksi varian baru ini karena jumlahnya yang masih sedikit.

Dwi menjelaskan, varian baru mungkin belum berkembang semasif varian lama, sehingga mendeteksi varian baru ini masih sulit untuk dilakukan.

Dalam satu orang yang terpapar Covid-19, misalnya, akan ada banyak varian dalam sampelnya.

Kemungkinan untuk mendeteksi menjadi sulit karena varian lama masih banyak mendominasi saat orang terinfeksi Covid-19.

Kasus varian baru semakin bertambah

Pada April 2021, Dinkes DKI Jakarta mencatat terdapat dua kasus yang ditemukan untuk varian baru Covid-19.

Varian baru yang terdeteksi adalah varian Delta B.1.617.2 yang pertama kali ditemukan di India.

Varian ditemukan pada pasien Warga Negara Indonesia (WNI) dengan transmisi lokal pada 3 April 2021.

Sedangkan kasus kedua dari Warga Negara Asing (WNA) asal India yang diperiksa dengan WGS pada 28 April 2021.

Baca juga: RS Covid-19 Wisma Atlet Sempat Stop Sementara Penerimaan Pasien

Berselang satu bulan, kasus varian baru di Jakarta meningkat dari sebelumnya 2 kasus menjadi 19 kasus.

Varian baru yang terkonfirmasi di Jakarta saat ini ada tiga, yaitu varian Alfa asal Inggris, Beta dari Afrika Selatan dan Delta dari India.

"Ada tiga varian yang ditemukan di Jakarta, Alfa, Beta dan Delta," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti saat ditemui di Balai Kota, Senin (14/6/2021).

Varian tersebut ditemukan di 19 orang yang dinyatakan terpapar Covid-19 dan dilakukan pemeriksaan lanjutan WGS.

Dari 19 kasus, 18 orang di antaranya merupakan orang yang memiliki riwayat perjalanan keluar negeri, sedangkan satu merupakan transmisi lokal.

Lebih menular dan lebih berbahaya

Widyastuti mengatakan, varian baru memiliki dampak yang lebih berbahaya dan lebih menular.

Seperti misalnya kemampuan virus corona Delta B1627.2 asal India yang disebut memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat.

Sedangkan untuk varian Beta B1351 asal Afrika Selatan disebut sebagai varian baru yang bisa membuat gejala Covid-19 tingkat berat.

"Varian Beta B1351 yang amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan,' kata Widyastuti.

Karena memicu terjadinya gejala berat, Widyastuti meminta seluruh masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19.

Meski memiliki kemampuan yang berbeda-beda, Widyastuti mengatakan, seluruh varian yang ditemukan di Jakarta masih bisa diantisipasi dengan vaksin.

"Menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama," ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

'Ngumpet' di Kepulauan Seribu, Pembacok Penjual Nasi Goreng di Cilincing Diringkus Polisi

"Ngumpet" di Kepulauan Seribu, Pembacok Penjual Nasi Goreng di Cilincing Diringkus Polisi

Megapolitan
Polisi Periksa Istri yang Dianiaya Suami Gegara Tolak Pinjol

Polisi Periksa Istri yang Dianiaya Suami Gegara Tolak Pinjol

Megapolitan
Cegah Dahan Jatuh Kembali Makan Korban, Pengelola Ragunan Pangkas Sejumlah Pohon

Cegah Dahan Jatuh Kembali Makan Korban, Pengelola Ragunan Pangkas Sejumlah Pohon

Megapolitan
Menhub dan Heru Budi Temui Duta Besar Jepang Masaki Yasushi di Stasiun MRT Bundaran HI

Menhub dan Heru Budi Temui Duta Besar Jepang Masaki Yasushi di Stasiun MRT Bundaran HI

Megapolitan
Gara-gara Ponsel, Anak di Cengkareng Tega Bacok Ibu Kandungnya

Gara-gara Ponsel, Anak di Cengkareng Tega Bacok Ibu Kandungnya

Megapolitan
Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI Resmi Jadi Tersangka

Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI Resmi Jadi Tersangka

Megapolitan
Pengedar Narkoba di Bekasi Ditangkap Polisi, Baru Beraksi Dua Minggu

Pengedar Narkoba di Bekasi Ditangkap Polisi, Baru Beraksi Dua Minggu

Megapolitan
Parkir Liar di Pamulang Square Patok Rp 10.000 Plus THR, Pelaku Diduga Oknum Sekuriti

Parkir Liar di Pamulang Square Patok Rp 10.000 Plus THR, Pelaku Diduga Oknum Sekuriti

Megapolitan
Foto Viral Karcis Parkir Liar di Pamulang Square Patok Biaya Rp 10.000+THR, Diduga Ulah Oknum Sekuriti

Foto Viral Karcis Parkir Liar di Pamulang Square Patok Biaya Rp 10.000+THR, Diduga Ulah Oknum Sekuriti

Megapolitan
Ditipu Kenalan dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Depok Kehilangan Motor dan HP

Ditipu Kenalan dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Depok Kehilangan Motor dan HP

Megapolitan
KPU Bakal Temui Dukcapil DKI, Bahas Penyusunan DPT Pilkada di Tengah Penonaktifan NIK

KPU Bakal Temui Dukcapil DKI, Bahas Penyusunan DPT Pilkada di Tengah Penonaktifan NIK

Megapolitan
PKS Usung Imam Budi Hartono Jadi Cawalkot Depok untuk Pilkada 2024

PKS Usung Imam Budi Hartono Jadi Cawalkot Depok untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Pengelola Ragunan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit Pengunjung yang Tertimpa Dahan Pohon

Pengelola Ragunan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit Pengunjung yang Tertimpa Dahan Pohon

Megapolitan
Polisi Hanya Tilang Pengendara Mobil yang Tabrak Lari di Bekasi karena Masih di Bawah Umur

Polisi Hanya Tilang Pengendara Mobil yang Tabrak Lari di Bekasi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Warga Keluhkan Banjir Rob di Pelabuhan Sunda Kelapa Bau dan Takut Bikin Penyakit

Warga Keluhkan Banjir Rob di Pelabuhan Sunda Kelapa Bau dan Takut Bikin Penyakit

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com