40 Jenazah Dimakamkan Tiap Hari, Pemkot Tangsel Mulai Ajak Toko Mebel Produksi Peti Mati

Kompas.com - 06/07/2021, 22:06 WIB
Sampah Alat Pelindung Diri (APD) berserakan di makam jenazah Covid-19 TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (18/1/2021) KOMPAS.com/Tria SutrisnaSampah Alat Pelindung Diri (APD) berserakan di makam jenazah Covid-19 TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (18/1/2021)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Angka pemakaman dengan prosedur Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) melonjak. Imbasnya, persediaan jumlah peti mati hingga lahan pemakaman semakin menipis.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pada periode 1-5 Juli 2021, sudah ada 202 jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19.

"Hari ke-5 Juli ini sudah kurang lebih 202. Jadi satu hari rata-rata kurang lebih 40," ujar Benyamin di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (6/7/2021).

Kondisi tersebut diakui Benyamin membuat pemerintah kota kesulitan memenuhi kebutuhan peti mati untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Baca juga: Surati Gubernur Anies, Wali Kota Tangsel Minta Bantuan Uang untuk Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Pihaknya pun tengah mencari produsen lain dan berupaya mengajak sejumlah pengusaha mebel di Tangsel untuk bekerjasama menyuplai kebutuhan peti mati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kesulitannya adalah peti jenazah ini, sudah koordinasikan dan minta dinas terkait untuk toko mebel di Tangsel. Ada beberapa bisa memproduksi peti mati dan kami beli itu," kata Benyamin.

"Paling tidak kami butuh setiap hari 50 peti jenazah dan kantong jenazah juga. Tapi relatif kantong jenazah masih cukup," sambungnya.

Sejalan dengan meningkatnya angka pemakaman dengan prosedur Covid-19, ketersediaan lahan di TPU Jombang, Ciputat semakin sedikit.

Kepala TPU Jombang, Tabroni mengungkapkan, sudah ada 1.313 jenazah pasien yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19.

Baca juga: ICU Khusus Pasien Covid-19 Penuh, Wali Kota Tangsel: Kami Kesulitan Menambah Ruang

Dia pun memperkirakan lahan yang tersedia saat ini akan segera penuh karena hanya bisa menampung 100 petak makam baru.

"Ini sementara kurang lebih ada sekitar 100 jenazah lagi kita bisa tampung, (bisa) dua hari lagi (penuh)," kata Tabroni.

Meski begitu, Tabroni menegaskan pihaknya akan segera menyiapkan lahan baru untuk menambah kapasitas tampung di TPU Jombang.

Dia menyebut terdapat lahan di seberang TPU Jombang yang bisa digarap untuk menjadi lahan khusus memakamkan jenazah pasien Covid-19.

"Tapi kan masih ada lahan lagi, paling kami geser dan kami siapkan blok baru. Di seberang tol, masih satu RW. Sudah kami periksa bersama Kepala Dinas," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Megapolitan
Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Megapolitan
 Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

Megapolitan
Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Megapolitan
Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.