Kompas.com - 20/07/2021, 06:38 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta pengusaha krematorium tidak mematok tarif tinggi untuk kremasi jenazah pasien Covid-19.

Riza mengatakan, pada saat pandemi bukan waktunya untuk mencari untung besar, terutama sampai memberatkan keluarga yang sedang berduka.

"Adanya virus (pandemi Covid-19) yang merupakan musibah bagi kita semua, mohon semua jangan mencoba mencari keuntungan yang berlebihan di masa pandemi ini dengan matok tarif harga yang di luar kewajaran," kata Riza dalam rekaman suara, Senin (19/7/2021) malam.

Baca juga: TPU Tegal Alur Segera Miliki Krematorium, Bisa untuk Jenazah Pasien Covid-19

 

Dia meminta pihak swasta atau yayasan mana pun yang memiliki usaha kremasi menyediakan jasa mereka dengan tarif normal.

Riza juga berharap pengusaha jasa kremasi bisa lebih memiliki niat untuk membantu masyarakat yang sedang sulit mencari tempat kremasi keluarga yang meninggal akibat Covid-19.

"Justru kita harapkan bisa membantu sesama kita yang sedang sulit. Bukan sebaliknya, mengambil keuntungan dengan mematok harga setinggi-tingginya," kata Riza.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Terima Laporan Ahok soal Tarif Kremasi Melonjak Ratusan Juta Rupiah

Dugaan kartel kremasi mencuat setelah anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mendapat dua laporan soal lonjakan tarif kremasi.

Laporan pertama didapat Ima dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dia menyebutkan, orangtua dari teman Ahok meninggal karena terpapar Covid-19 dan harus dikremasi.

"Kebetulan (laporan) yang saut saya dikirim sama Pak Ahok waktu itu, kebetulan teman beliau orangtuanya meninggal, tapi tidak ada tempat untuk kremasi untuk Covid-19 di Jakarta yang (dikelola) pemda, sedangkan di swasta tempatnya penuh dan harganya tinggi," kata Ima.

Baca juga: Permasalahan Kremasi Jenazah Pasien Covid-19 di DKI, Tidak Difasilitasi Pemprov hingga Lonjakan Biaya

Kemudian, laporan kedua berasal dari warga Jakarta Barat. Tarif kremasi dikenakan hingga ratusan juta rupiah untuk biaya kremasi dan prosesi pemakaman.

"Cuma pemakaman sama kremasi saja sampai berapa ratus juta, mungkin karena permintaan banyak," ucap Ima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pemprov Rangkul Disabilitas, Salurkan Bansos dan Serap Tenaga Kerja Difabel

Cara Pemprov Rangkul Disabilitas, Salurkan Bansos dan Serap Tenaga Kerja Difabel

Megapolitan
Heru Budi Imbau BUMD DKI dan Perusahaan Swasta Rekrut Pekerja Penyandang Disabilitas

Heru Budi Imbau BUMD DKI dan Perusahaan Swasta Rekrut Pekerja Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal 334 Jiwa, 8 Orang Masih Hilang

Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal 334 Jiwa, 8 Orang Masih Hilang

Megapolitan
Gempa Magnitudo 6,4 di Garut Terasa hingga Jabodetabek

Gempa Magnitudo 6,4 di Garut Terasa hingga Jabodetabek

Megapolitan
Sepak Terjang Marullah Matali di Pemprov DKI hingga Diangkat Jadi Deputi Gubernur oleh Heru Budi..

Sepak Terjang Marullah Matali di Pemprov DKI hingga Diangkat Jadi Deputi Gubernur oleh Heru Budi..

Megapolitan
1.000 Personel Polisi Amankan Ibadah Natal Gereja Tiberias di GBK Hari Ini

1.000 Personel Polisi Amankan Ibadah Natal Gereja Tiberias di GBK Hari Ini

Megapolitan
Saat Imam Masjid Dipukuli Jemaah di Bekasi, Pelaku Sudah Lansia...

Saat Imam Masjid Dipukuli Jemaah di Bekasi, Pelaku Sudah Lansia...

Megapolitan
Polisi Periksa Aparat yang Saksikan Pelemparan Batu ke  AKBP Saufi Saat Demo Tolak Otonomi Baru Papua

Polisi Periksa Aparat yang Saksikan Pelemparan Batu ke AKBP Saufi Saat Demo Tolak Otonomi Baru Papua

Megapolitan
Digerebek Polisi, Bandar dan Pengguna Narkoba di Kampung Bahari Kerap Kabur Lewat Genting Atap

Digerebek Polisi, Bandar dan Pengguna Narkoba di Kampung Bahari Kerap Kabur Lewat Genting Atap

Megapolitan
Polisi Buru Pelempar Batu ke Kabag Ops Polres Jakpus Saat Kawal Demo Tolak Otonomi Papua

Polisi Buru Pelempar Batu ke Kabag Ops Polres Jakpus Saat Kawal Demo Tolak Otonomi Papua

Megapolitan
Mayat Bayi Perempuan Terbungkus Kain Sarung Ditemukan Mengapung di Kali Krukut

Mayat Bayi Perempuan Terbungkus Kain Sarung Ditemukan Mengapung di Kali Krukut

Megapolitan
Senin, LPSK Putuskan Pengajuan 'Justice Collaborator' AKBP Dody Cs dalam Kasus Narkoba

Senin, LPSK Putuskan Pengajuan "Justice Collaborator" AKBP Dody Cs dalam Kasus Narkoba

Megapolitan
Heru Budi Sebut Pemprov DKI Bakal Punya Sekda Definitif Akhir Januari 2023

Heru Budi Sebut Pemprov DKI Bakal Punya Sekda Definitif Akhir Januari 2023

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lelang Jabatan Sekda DKI untuk Gantikan Marullah Matali

Pemprov DKI Buka Lelang Jabatan Sekda DKI untuk Gantikan Marullah Matali

Megapolitan
Rasa Bangga Orangtua Lihat Karya Anak Disabilitas Terpampang di Badan Bus Transjakarta...

Rasa Bangga Orangtua Lihat Karya Anak Disabilitas Terpampang di Badan Bus Transjakarta...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.