Kompas.com - 15/08/2021, 22:04 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Banten, Selasa (15/6/2021). KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALWali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Banten, Selasa (15/6/2021).
|
Editor Krisiandi

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengeluhkan soal proses memasukkan data peserta vaksinasi Covid-19 ke aplikasi Primary Care (P-Care) milik BPJS Kesehatan.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) diwajibkan untuk menginput data para peserta vaksin ke aplikasi P-Care.

Arief memperasalahkan soal aplikasi P-Care yang tidak terintegrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Dengan demikian, kata dia, staf Pemkot Tangerang harus memasukkan data lengkap setiap peserta vaksin mulai dari nama hingga alamat ke aplikasi itu.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil di Kota Tangerang Direncanakan Digelar 19 Agustus

"P-Care enggak nge-link sama SIAK. Jadi kalau input data di P-Care, enggak bisa manggil (menggunakan) data SIAK. Harus input nama, alamat, wah itu pekerjaan," papar Arief melalui sambungan telepon, Minggu (15/8/2021).

Menurutnya, integrasi data antar instansi pemerintah atau aplikasi pemerintah merupakan hal yang harus dikedepankan saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, berdasarkan keinginan Pemerintah Pusat yang mewajibkan seluruh aktivitas berbasis syarat vaksinasi, seharusnya integrasi data dapat dilakukan.

"Pemerintah Pusat kan penginnya setiap kegiatan masyarakat berbasis vaksin," ucap Arief.

"Mal harus tunjukin vaksin, sekolah tunjukin vaksin. Ini makanya, kita petugas di daerah, terkendala nginputnya, agak merepotkan," tambah dia.

Adapun Pemkot mengerahkan total 60 pegawai untuk menginput data peserta vaksin ke aplikasi P-Care setiap harinya.

Kata Arief, jika ada simplifikasi atau integrasi data, pihaknya dapat mengerahkan 60 pegawai itu untuk hal lainnya.

"Yang input temen-temen ada 60, yang diinput 20.000 data. Kalau bisa di-bridging, bisa menghemat 60 orang dan bisa ngerjain yang lain," papar politikus Demokrat tersebut.

Arief menambahkan, pihaknya meminta agar P-Care dapat terintegrasi dengan SIAK juga untuk perpecatan capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Tangereng.

"Ini kan gimana caranya agar proses vaksinasi bisa lebih cepat lagi," imbuhnya.

Baca juga: Mengenal Aplikasi P-Care Vaksinasi dari BPJS Kesehatan

Oleh karena itu, dia menyatakan, Pemkot hendak mengirim surat kepada BPJS Kesehatan serta Kementerian Kesehatan berkait proses pemasukan data tersebut.

Sebagai informasi, ada sebanyak 688.389 orang di kota itu yang telah menerima vaksinasi Covid-19 per 12 Agustus 2021.

Dari jumlah tersebut, sekitar 372.604 di antaranya telah menerima vaksin dosis kedua dan 5.710 orang telah menerima vaksin ketiga.

Sementara itu, total target vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang sendiri ada sebanyak 1.479.301.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Megapolitan
Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Megapolitan
Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Megapolitan
Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Megapolitan
Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Megapolitan
Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Megapolitan
Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Megapolitan
Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.