Warga Pulau Seribu Harus Keluarkan Rp 32.000 untuk Beli 1 Meter Kubik Air Bersih, Pemprov DKI Beri Subsidi

Kompas.com - 01/09/2021, 16:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi rumah duka penyanyi legendaris Elly Kasim di Jalan Beton No 68, Kayu Putih, Pulogadung Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021). DOK. ISTIMEWAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi rumah duka penyanyi legendaris Elly Kasim di Jalan Beton No 68, Kayu Putih, Pulogadung Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sebelum adanya subsidi yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta, masyarakat Pulau Seribu harus mengeluarkan uang Rp 32.000 untuk membeli satu meter kubik air bersih.

"Sebelum ada subsidi, keluarga yang sederhana di Pulau Seribu harus mengeluarkan Rp 32.000 per meter kubik," ujar Anies dalam keterangan video, Rabu (1/9/2021).

Biaya mahal untuk akses air bersih, kata Anies, juga dialami di daratan Jakarta yang tidak memiliki akses perpipaan air bersih.

"Begitu juga dengan warga Jakarta yang di daratan, ketika membeli air dari penjual gerobak, mereka membayar sekitar Rp 70.000 per meter kubik, kira-kira untuk satu bulan itu mereka keluarkan Rp 600.000 per bulan," ucap dia.

Baca juga: Anies Keluarkan Kepgub, Ini Daftar Kegiatan yang Dilonggarkan Selama PPKM Level 3

Itulah sebabnya, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta memberikan subsidi agar harga air bersih untuk warga Jakarta lebih terjangkau.

"Alhamdulillah, dengan adanya subsidi, sekarang (masyarakat membayar) menjadi Rp 3.500 per meter kubik, turunnya hampir 90 persen," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Subsidi ini, kata Anies, bisa diperoleh dengan mendaftarkan diri ke akses air PAM yang dimiliki oleh PAM Jaya, perusahaan air minum milik Pemprov DKI Jakarta, dan melalui kios PAM yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Anies Terima Penghargaan dari LPSK

Warga yang dulunya mengeluarkan uang Rp 600.000 per bulan untuk akses air bersih kini bisa berhemat menjadi Rp 125.000 per bulan.

Mantan Menteri Pendidikan Kabinet Kerja jilid I ini menyebutkan, subsidi harga air bersih itu merupakan komitmen DKI Jakarta untuk memastikan seluruh warga bisa menikmati air bersih dengan harga yang terjangkau.

"Kami hadir memberikan layanan air bersih bersubsidi dan memastikan bahwa ada kios air PAM yang membuat mereka bisa mendapatkan air bersih dengan harga yang terjangkau," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Megapolitan
Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Cawang Harap PT Transjakarta Tanggung Biaya Pengobatan

Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Cawang Harap PT Transjakarta Tanggung Biaya Pengobatan

Megapolitan
Telah Disahkan, Ini Rincian APBD Perubahan DKI Jakarta 2021

Telah Disahkan, Ini Rincian APBD Perubahan DKI Jakarta 2021

Megapolitan
Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Kembangan

Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Kembangan

Megapolitan
Masyarakat Bisa Pakai Nopol RFS seperti Mobil Rachel Vennya, Ini Penjelasan Polisi

Masyarakat Bisa Pakai Nopol RFS seperti Mobil Rachel Vennya, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
APBD Perubahan DKI Jakarta 2021 Disahkan Rp 79,89 Triliun

APBD Perubahan DKI Jakarta 2021 Disahkan Rp 79,89 Triliun

Megapolitan
Polisi Tangkap WN Nigeria, Tipu Korban Rp 185 Juta Modus Jual Black Dollar

Polisi Tangkap WN Nigeria, Tipu Korban Rp 185 Juta Modus Jual Black Dollar

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh

Megapolitan
Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Megapolitan
8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

Megapolitan
3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

Megapolitan
23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

Megapolitan
Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Megapolitan
PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.