Kompas.com - 27/09/2021, 17:21 WIB
Seorang tenaga kesehatan mendistribusikan makanan kepada pasien COVID-19 di Rumah Lawan COVID-19 (RLC), Tangerang Selatan, Banten, Jumat (19/3/2021). Per Jumat (19/3), jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di tempat isolasi berkonsep Tenda Glamour Camping (Glamping) tersebut yakni sebanyak 95 orang dari total kapasitas 150 orang. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. ANTARA FOTO/FAUZANSeorang tenaga kesehatan mendistribusikan makanan kepada pasien COVID-19 di Rumah Lawan COVID-19 (RLC), Tangerang Selatan, Banten, Jumat (19/3/2021). Per Jumat (19/3), jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di tempat isolasi berkonsep Tenda Glamour Camping (Glamping) tersebut yakni sebanyak 95 orang dari total kapasitas 150 orang. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan akan tetap disiagakan untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga, yang diprediksi akan terjadi.

Kepala Rumah Lawan Covid-19 Suhara Manullang mengatakan, belum ada instruksi apapun untuk mengurangi jumlah tenaga kesehatan yang bertugas.

Selain itu, tempat tidur isolasi maupun fasilitas untuk keperluan karantina pasien yang saat ini kosong juga tetap disiagakan.

Baca juga: Epidemiolog Ingatkan Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 meski Tak Setinggi Puncak Kasus

"Kita tidak tahu kapan terjadi lonjakan, yang penting kan kita siaga. Istilahnya sedia payung sebelum hujan lah. Ya mudah mudahan tidak terjadi gelombang ketiga," ujar Suhara saat dihubungi, Senin (27/9/2021).

Menurut Suhara, Rumah Lawan Covid-19 justru melakukan perbaikan dan menambah fasilitas ketika jumlah pasien berkurang. Salah satunya dengan mengubah poliklinik menjadi ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga sudah mendirikan tiga tenda darurat berisi puluhan tempat tidur untuk menampung para pasien Covid-19.

Baca juga: Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Tinggal Seorang, Beban Kerja Nakes Berkurang

"Ke depan nanti pasien itu dibawa ke RLC untuk transit. Kami berikan bantuan hidup dasar, oksigen, makanan, infus. Ya seperti IGD rumah sakit darurat," kata Suhara.

Adapun hingga Senin (27/9/2021), tercatat hanya ada seorang pasien Covid-19 yang masih menjalani isolasi di pusat karantina milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan itu.

Suhara menyebut kondisi ini baru pertama kali terjadi di Rumah Lawan Covid-19 sejak pandemi Covid-19 melanda Tanah Air pada Maret 2020.

Sebelumnya, jumlah pasien yang menjalani isolasi di pusat karantina itu juga pernah turun signifikan pada Maret 2021. Namun, kembali melonjak dalam beberapa pekan berikutnya.

Baca juga: Epidemiolog: Puncak Gelombang Ketiga Covid-19 Mungkin Akhir Tahun 2021

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Megapolitan
Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Megapolitan
Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.