Insiden MRT Padam Listrik Masih Diselidiki, Jepang Akan Turunkan Ahli

Kompas.com - 30/09/2021, 20:42 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIDirektur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, insiden padam aliran listrik yang menyebabkan gangguan operasional kereta MRT pada Jumat (10/9/2021) lalu, saat ini masih dalam penyelidikan internal.

"Kami ada penyelidikan internal. Penyelidikan ini melibatkan sejumlah ahli. Dan hasilnya akan keluar secara teknis, sampai ke penelitian forensik," ungkap dia dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Ia menyebut insiden terputusnya aliran listrik diperkirakan akibat kerusakan pada satu titik kabel.

Baca juga: MRT Jakarta Mogok Hampir 2 Jam, 305 Penumpang Sempat Terjebak di Dalam Kereta

"Insiden itu di luar dugaan. Karena diduga kerusakan terjadi pada satu titik kabel yang seharusnya belum mengalami kerusakan. Ini kami investigasi. Apakah penyebabnya aspek pemeliharaan, ataukah unsur lain," ungkap dia.

Meski begitu, William memastikan, 20 sambungan kabel listrik di MRT Jakarta itu berfungsi dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dibantu Perusahaan Listrik Negara (PLN), seluruh 20 sambutan kabel listrik diberikan ekstra penguatan. Untuk memastikan seluruh kabel berfungsi dengan baik," jelas dia.

Baca juga: PLN Sebut Gangguan Operasional MRT Jakarta Bukan Disebabkan Pasokan Listrik

Sementara itu, selain pihak internal, dalam penyelidikan insiden tersebut, pihaknya juga akan melibatkan pihak di luar MRT Jakarta.

"Kami juga akan launch penyelidikan eksternal dengan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata William.

Selain itu, Wlliam dan jajarannya juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI Jakarta, serta pihak Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

"Pihak Jepang juga akan menurunkan tim ahli. Dan nantinya untuk melakukan evaluasi menyeluruh," kata dia.

William berharap, hasil penyelidikan terkait insiden mati aliran listrik ini dapat segera terbit setidaknya pada Oktober 2021. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Megapolitan
Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.