Sepekan Terakhir, TPU Rorotan Hanya Makamkan 2 Jenazah dengan Protokol Covid-19

Kompas.com - 08/10/2021, 20:37 WIB
Warga ziarah ke makam kerabat yang meninggal akibat Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021). Dibandingkan bulan Juni hingga Juli lalu, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Rorotan berkurang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga ziarah ke makam kerabat yang meninggal akibat Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021). Dibandingkan bulan Juni hingga Juli lalu, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Rorotan berkurang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, mencatat, jumlah pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 semakin menurun.

Penurunan tersebut seiring dengan melandainya kasus kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta beberapa waktu belakangan.

Diberitakan Tribun Jakarta, petugas TPU Rorotan Hasan mengatakan, dalam sepekan terakhir, tercatat hanya ada dua jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Bahkan, tidak ada jenazah yang dimakamkan di TPU Rorotan dalam dua hari terakhir.

"Kalo penurunannya sudah cukup lama juga sih, dari bulan-bulan lalu. Seminggu terakhir paling 1-2 aja yang dimakamkan. Kalau kemarin sama hari ini malah enggak ada yang dimakamkan," kata Hasan kepada Tribun Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Anies: Nol Pemakaman dengan Protokol Covid-19 Dalam 24 Jam Terakhir

Sedikitnya jumlah pemakaman tersebut membuat dia dan petugas makam lainnya merasa lega.

Sebab, ketika kasus kematian akibat Covid-19 tinggi, pemakaman di TPU Rorotan sangat menyibukkan petugas pemakaman.

"Pas lagi banyak-banyaknya apa lagi ya, itu sehari bisa sampai 100-an. Pas lagi tinggi-tingginya itu bulan Juli pernah sampai 200 jenazah per hari," kenang Hasan.

Kasus kematian Covid-19 nihil juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun resmi Instagram @aniesbaswedan pada Kamis (7/10/2021)

Baca juga: Anies Bangun Kampung Susun untuk Korban Gusuran, Apa Bedanya dengan Rusun?

Dengan mengunggah gambar angka nol berlatar hitam, Anies mengatakan, tidak ada satu pun alias nol permintaan pemakaman dengan protokol Covid-19.

"Sebuah hari yang patut disyukuri! Dalam 24 jam terakhir terdapat 0 permintaan pelayanan pemakaman protap Covid-19 di DKI Jakarta," tulis Anies.

"Ini adalah pengingat bahwa atas izin Allah dan atas ikhtiar kita semua, sebuah hari tanpa kematian Covid-19 adalah mungkin untuk dicapai," lanjut Anies.

Meskipun demikian, Anies mengingatkan warganya untuk tetap disiplin dan taat menjalankan protokol kesehatan.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "2 Hari Terakhir, Tidak Ada Jenazah Korban Covid-19 Dimakamkan di TPU Rorotan". (Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidak PTM 100 Persen di SMPN 3 Depok, Wali Kota Idris Temukan Jarak Bangku Siswa Berdekatan

Sidak PTM 100 Persen di SMPN 3 Depok, Wali Kota Idris Temukan Jarak Bangku Siswa Berdekatan

Megapolitan
Peserta Konvoi di Tol Andara: Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Robongan, Tiba-tiba Kami Diblok Polisi

Peserta Konvoi di Tol Andara: Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Robongan, Tiba-tiba Kami Diblok Polisi

Megapolitan
Wagub Sebut Pasien Omicron yang Meninggal di RSPI Sulianti Saroso adalah Warga Jakarta

Wagub Sebut Pasien Omicron yang Meninggal di RSPI Sulianti Saroso adalah Warga Jakarta

Megapolitan
Modus Baru Penjual Air Mineral di Tanjung Priok: Paksa dan Pukul Sopir Truk yang Tak Mau Beli

Modus Baru Penjual Air Mineral di Tanjung Priok: Paksa dan Pukul Sopir Truk yang Tak Mau Beli

Megapolitan
Murid SD Kelas 1 dan 2 Wajib Belajar Daring, Dindik Kota Tangerang: Terlalu Dini Pahami Prokes

Murid SD Kelas 1 dan 2 Wajib Belajar Daring, Dindik Kota Tangerang: Terlalu Dini Pahami Prokes

Megapolitan
Jalan Layang Kranji Rawan Kecelakaan, Dishub Kota Bekasi Beberkan 3 Penyebabnya

Jalan Layang Kranji Rawan Kecelakaan, Dishub Kota Bekasi Beberkan 3 Penyebabnya

Megapolitan
Polda Metro Jaya Berencana Gelar Street Race Kedua di Tiga Lokasi Sekaligus

Polda Metro Jaya Berencana Gelar Street Race Kedua di Tiga Lokasi Sekaligus

Megapolitan
Kapasitas PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Jadi 50 Persen, Ini Peraturannya

Kapasitas PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Jadi 50 Persen, Ini Peraturannya

Megapolitan
Saksi Sebut Pembaiatan di Makassar yang Dihadiri Munarman Terpantik dari Ceramah Rizieq Shihab

Saksi Sebut Pembaiatan di Makassar yang Dihadiri Munarman Terpantik dari Ceramah Rizieq Shihab

Megapolitan
Saat Anies Tak Serius Laksanakan Normalisasi Sungai, Ketua DPRD: Takut Disebut Tukang Gusur

Saat Anies Tak Serius Laksanakan Normalisasi Sungai, Ketua DPRD: Takut Disebut Tukang Gusur

Megapolitan
Dagangan Tak Dibeli, Penjual Minuman Pukul Sopir Truk hingga Pingsan

Dagangan Tak Dibeli, Penjual Minuman Pukul Sopir Truk hingga Pingsan

Megapolitan
Titik Lokasi Banjir Tegal Alur Sudah Surut

Titik Lokasi Banjir Tegal Alur Sudah Surut

Megapolitan
Anies Baswedan Tegaskan ke Relawan untuk Tak Bicara Pilpres 2024

Anies Baswedan Tegaskan ke Relawan untuk Tak Bicara Pilpres 2024

Megapolitan
Fakta Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Diteriaki Maling Usai Senggol Motor dan Diserang Membabi Buta

Fakta Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Diteriaki Maling Usai Senggol Motor dan Diserang Membabi Buta

Megapolitan
Rian Ernest Optimistis Elektabilitas PSI Akan Menanjak karena Sering Kritik Pemerintahan Gubernur Anies

Rian Ernest Optimistis Elektabilitas PSI Akan Menanjak karena Sering Kritik Pemerintahan Gubernur Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.