Murid SD di Kota Tangerang Diberikan Pemahaman soal Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Kompas.com - 22/10/2021, 18:11 WIB
Ilustrasi sekolah berkurikulum internasional. Dok. ShutterstockIlustrasi sekolah berkurikulum internasional.

TANGERANG, KOMPAS.com - Terdapat 45 SD negeri dan swasta di Kota Tangerang bakal menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Senin (25/11/2021).

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang Helmiati berujar, puluhun SD tersebut tidak akan langsung memberikan materi pembelajaran kepada murid-muridnya.

Sebelum kegiatan sekolah tatap muka berlangsung, masing-masing pihak SD akan terlebih dahulu menyampaikan penjelasan soal hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Kita belum memberikan pembelajaran untuk mengejar kurikulum, tapi kita lebih kepada pembiasaan era new normal dulu ke anak-anak (murid SD)," ucapnya melalui sambungan telepon, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: 45 SD di Kota Tangerang Mulai Gelar PTM Terbatas Senin Depan

Helmiati menyebut pembahasan soal hidup berdampingan dengan Covid-19 merupakan materi ringan. Penyampaian akan dilakukan oleh guru masing-masing SD.

Di sela-sela penyampaian materi ringan itu, para guru juga menyiapkan sesi khusus untuk mencairkan suasa (ice breaking).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tujuan pemberian materi ringan dan ice breaking itu, kata dia, agar murid-murid SD tidak takut untuk menjalani segala tata tertib yang berlaku saat mengikuti PTM terbatas.

Baca juga: Ini Tatib Masuk Kelas yang Wajib Dipatuhi Siswa SD di Kota Tangerang Saat PTM Terbatas

"Ini kan sesuatu yang baru bagi anak-anak. Dateng ke sekolah pakai masker, enggak boleh dekat sama temen, enggak boleh cium tangan guru, enggak boleh deketan sama guru," ujar Helmiati.

"Nah kita tuh berupaya menciptakan suasana yang tidak horor. Jadi anak jangan sampai datang ke sekolah, trus kapok, trauma, dan sekolah jadi enggak nyaman dan kaku. Jadi enggak enjoy. Nah kesan itu dihilangkan," sambung dia.

Meski demikian, Helmiati menegaskan bahwa pihak SD harus tetap menerapkan seluruh protokol kesehatan dengan maksimal.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Megapolitan
Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Megapolitan
Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Megapolitan
Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Megapolitan
RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.