Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Mengidolakan Halimah, Cleaning Service Bandara Soetta

Kompas.com - 01/11/2021, 18:33 WIB
Petugas cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, Halimah (29), tidak sengaja menemukan sebuah dompet berisi cek senilai Rp 35,5 miliar, Jumat (29/10/2021). Dok. Istimewa/Tribun JakartaPetugas cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, Halimah (29), tidak sengaja menemukan sebuah dompet berisi cek senilai Rp 35,5 miliar, Jumat (29/10/2021).

SUATU ketika sahabat saya ingin belajar catur. Seorang grand master catur dunia memberi nasihat padanya untuk belajar catur ke pasar, tukang becak, dan tempat tongkrongan warga seperti di kedai-kedai kopi.

Sahabat saya protes. Ia tak habis pikir, kenapa harus belajar ke orang-orang yang tidak jelas kualifikasinya di pertandingan catur?

Ternyata di balik nasihat itu tersirat sebuah pesan: untuk belajar tentang suatu hal tidak selalu berpatokan pada hal-hal yang lazim. Out of the box, kata si grand master dunia. 

Hasilnya ternyata mengagumkan. Dari tukang becak dan preman pasar, sahabat saya ini mengasah kemampuan memindahkan bidak-bidak catur dengan berani saat permainan sedang kritis sesuai gaya permainan ala tukang becak dan preman pasar.

Sementara, ketenangan bermain caturnya teruji dengan bermain di kedai kopi yang ramai. Konsentrasi bermain sangat diperlukan di tengah hiruk pikuk pengunjung kedai kopi.

Selebgram

Para milenial tentu tidak akan mengagumi orang-orang pasar. Lazimnya, mereka mengagumi dan meneladani selebgram yang begitu gaduh memasarkan aneka produk di media sosial.

Segala kisah sang selebgram menjadi bacaan sehari-hari. Mereka cenderung kurang peduli dengan sosok-sosok lain yang sesungguhnya sangat inspiratif dan layak ditiru.

Kecantikan atau ketampanan seolah mantera yang membius para milenial. Namun, begitu ada cacat laku dari selebgram idolanya, mereka sontak akan pergi dan berpindah mengidolai selebgram lain. 

Panutan palsu sekaligus temporer

Uniknya, para milenial akan cepat lupa dengan cacat laku idolanya. Order endorsement dari brand biasanya juga berhenti sementara saat sang idola diperiksa polisi.

Begitu pemberitaan menguap dan kasusnya selesai, sang selebgram akan kembali naik pentas seolah tanpa rasa bersalah dan penyesalan. Memamerkan lekuk tubuh tanpa risi, menjadikan uang dan kepopuleran adalah segalanya.

Kasus selebgram Rachel Vennya yang menghindar karantina usai pelesir dari Amerika Serikat bersama kekasihnya menjadi kasus terbaru.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana seorang selebgram bisa bertingkah seenaknya sendiri. Ia tak peduli dengan aturan dan ketentuan tentang protokol kesehatan usai melakukan perjalanan internasional di masa pandemi Covid-19.

Sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 18 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi, Rachel harus melakukan karantina. Tempatnya di hotel yang harus dia bayar sendiri dan bukan karantina gratis di wisma atlet.

Ternyata, Rachel berhasil lolos masuk ke tempat karantina gratis di Wisma Atlet. Seharusnya ia menjalani karantina selama delapan hari. Namun, baru tiga hari karantina, ia kabur. Rachel mendapat bantuan dari oknum TNI. 

Baca juga: Pengacara Sebut Rachel Vennya Siap jika Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Kabur dari Karantina

Menyikapi kebiasaan pemerintah yang kerap blunder memberi gelar "duta" pada para pesohor yang melakukan pelanggaran hukum, jauh-jauh hari publik sudah wanti-wanti agar jangan ada penghargaan Duta Karantina untuk Rachel Vennya.

Gelar "duta" harusnya diberikan pada sosok yang bisa dijadikan contoh atau teladan, bukan pada sosok yang melabrak aturan.

Publik tentu masih ingat dengan penyanyi dangdut Zaskia Gotik yang dianggap melecehkan lambang negara di salah satu televisi nasional pada 2016 silam. Alih-alih mendapat pembinaan, Zaskia Gotik justru diangkat menjadi Duta Pancasila yang diinisasi Fraksi PKB di MPR.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

Megapolitan
8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

Megapolitan
Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Megapolitan
SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

Megapolitan
Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Megapolitan
Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Megapolitan
RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

Megapolitan
Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Megapolitan
RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

Megapolitan
Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Megapolitan
Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Megapolitan
Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Megapolitan
37 Pasien Covid-19 yang Jalani Isoman di Krukut Sembuh, Kasus Baru Bertambah 26

37 Pasien Covid-19 yang Jalani Isoman di Krukut Sembuh, Kasus Baru Bertambah 26

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.