Korban Banjir di Jaksel Diminta Cetak Baru Dokumen Kependudukan yang Rusak

Kompas.com - 18/11/2021, 21:09 WIB
Wujudh Kartu Indonesia Sehat yang merupakan bagian dari Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Pusat, Pasar Baru, Jakarta, Senin (3/11/2014). PSKS merupakan program yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK untuk disalurkan kepada rakyat miskin. Melalui program tersebut rakyat miskin mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan SIM Card telepon seluler untuk Mandiri e-Cash. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESWujudh Kartu Indonesia Sehat yang merupakan bagian dari Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Pusat, Pasar Baru, Jakarta, Senin (3/11/2014). PSKS merupakan program yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK untuk disalurkan kepada rakyat miskin. Melalui program tersebut rakyat miskin mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan SIM Card telepon seluler untuk Mandiri e-Cash. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan meminta warga di wilayahnya untuk mengurus dan membuat baru dokumen-dokumen kependudukan yang rusak atau hilang akibat banjir.

Dukcapil Jakarta Selatan memfasilitasi pencetakan cepat dokumen kependudukan bagi warga yang menjadi korban banjir.

"Kami tidak buka pelayanan seperti korban kebakaran. Tapi bagi warga yang jadi korban bajir, misal saat banjir KTP di dompet rusak, langsung datang ke kelurahan saja," ujar Kasudin Dukcapil Jakarta Selatan Abdul Haris saat dihubungi, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Robohnya Bangunan SMAN 96 dan Minimnya Anggaran Rehabilitasi Sekolah di Jakarta

Haris mengatakan, proses pencetakan dokumen kependudukan korban banjir tidak harus menyertakan surat laporan dari kepolisian seperti halnya terjadi kehilangan.

"Cuma lapor saja ke kelurahan, KTP dan KK hilang atau rusak, nanti dimasukan NIK akan cetak di sana, tidak harus ke sini lagi (kantor Dukcapil)," kata Haris.

Haris pun telah mengantisipasi bila ada oknum masyarakat ingin memanfaatkan pencetakan dokumen kependudukan dengan mengaku sebagai korban banjir.

Salah satunya dengan alat perekam lensa mata saat proses pencetakan KTP.

Baca juga: Janji Anies soal UMP ke Kaum Buruh: Pemprov DKI Akan Bantu Turunkan Biaya Hidup

"Misal ada yang ingin cetak dengan ngaku korban banjir tapi ternyata mau mengubah data, nanti dengan perekaman lensa mata terlihat, ternyata dia nama dan datanya sebelumnya siapa," kata Haris.

"Dan orang kelurahan juga pasti tahu wilayah mana yang banjir. Tapi kalau memang dia ternyata memang tidak punya data kependudukan sebelumnya ya kami bantu," sambung Haris.

Sebagaimana diketahui, beberapa wilayah Ibu Kota, termasuk Jakarta Selatan, terendam banjir dua pekan lalu.

Adapun ketinggian air yang merendam permukiman warga Jakarta Selatan bervariasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan 'Door to Door'

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan "Door to Door"

Megapolitan
2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

Megapolitan
Sindir Anies 'Kerja Senyap' Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Sindir Anies "Kerja Senyap" Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Megapolitan
Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Megapolitan
Dibawa Jaksa untuk Beratkan Munarman, Saksi: Saya Lebih Pilih Abang daripada yang Tangkap Saya

Dibawa Jaksa untuk Beratkan Munarman, Saksi: Saya Lebih Pilih Abang daripada yang Tangkap Saya

Megapolitan
Awasi Penerapan Protokol Kesehatan, Satpol PP DKI Patroli Saat Anak Pulang Sekolah

Awasi Penerapan Protokol Kesehatan, Satpol PP DKI Patroli Saat Anak Pulang Sekolah

Megapolitan
Tahanan Polres Jaksel Tewas, Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematiannya ke Komnas HAM

Tahanan Polres Jaksel Tewas, Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematiannya ke Komnas HAM

Megapolitan
Sindikat Pembobol Rumah Kosong di Bekasi Ditangkap, Hasil Kejahatan Capai Ratusan Juta

Sindikat Pembobol Rumah Kosong di Bekasi Ditangkap, Hasil Kejahatan Capai Ratusan Juta

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Mengapa Eks Sekretaris Dinas Damkar Depok Tak Ditahan?

Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Mengapa Eks Sekretaris Dinas Damkar Depok Tak Ditahan?

Megapolitan
Cerita Eks Ketua Tim Jaguar Usai Dilebur Jadi Tim Patroli Presisi: Jalani Pelatihan hingga Waktu Patroli Lebih Panjang

Cerita Eks Ketua Tim Jaguar Usai Dilebur Jadi Tim Patroli Presisi: Jalani Pelatihan hingga Waktu Patroli Lebih Panjang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.