Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2,5 Juta Kendaraan Serbu Jabodetabek Selama Periode Libur Natal dan Tahun Baru

Kompas.com - 03/01/2022, 17:43 WIB
Singgih Wiryono,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jasa Marga mencatat setidaknya ada 2,5 juta kendaraan kembali ke wilayah Jabodetabek pada periode libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Corporate Communication Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, periode tersebut tercatat mulai 17 Desember 2021-2 Januari 2022.

"Angka ini meningkat sebesar 2,2 persen jika dibandingkan lalin normal periode November 2021 dengan total sekitar 2,4 juta kendaraan. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kami mencatat peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 15 persen," kata Heru dalam keterangan tertulis, Senin (3/1/2021).

Baca juga: 1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Periode Natal, Naik 5 Persen Dibanding Lalin Normal

Dwimawan mengatakan, distribusi lalu lintas baik yang meninggalkan maupun yang kembali Jabotabek paling besar, yaitu yang menuju atau dari arah timur sekitar 48 persen.

Diikuti dengan lalin menuju atau dari arah barat sekitar 30 persen dan menuju atau dari arah selatan sekitar 22 persen.

"Puncak arus meninggalkan Jabotabek terjadi di tanggal 17 Desember 2021 dengan total 181.000 kendaraan, naik 6,3 persen jika dibandingkan dengan lalin normal periode November 2021," ucap Dwimawan.

Baca juga: Sepekan Jelang Natal, 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Sedangkan untuk puncak arus kembali ke Jabotabek terjadi di tanggal 2 Januari 2021 dengan total 197 ribu kendaraan, naik 12,8 persen jika dibandingkan dengan lalin normal periode November 2021.

Heru menyimpulkan, dari data yang sudah dijabarkan terjadi peningkatan lalu lintas yang signifikan jika dibandingkan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Dengan melihat angka lalu lintas tertinggi yang meninggalkan Jabotabek telah terjadi pada 17 Desember 2021, masyarakat sudah cenderung bergerak bahkan sebelum momen Nataru," ucap Dwimawan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com