Kompas.com - 11/01/2022, 15:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RT 01/RW 17 Kampung Tembok Bolong, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, berharap mendapat layanan air perpipaan per rumah tangga.

Saat ini, pasokan air bersih di permukiman tersebut berasal dari master meter atau meteran induk, bukan dari meteran air per rumah dari operator air, seperti Palyja atau Aetra.

"Air kan kebutuhan primer. Inginnya sih punya air yang kapan saja bisa mengalir, bisa bayar langsung," ujar Ketua RT 01 Wati, saat ditemui di lokasi, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Krisis Air di Jakarta Utara Meluas ke Muara Baru, Warga: Air Mati Total Dua Hari

Meskipun master meter juga membayar tagihan per bulan, kata dia, tetapi persediaan air tidak bisa didapatkan setiap saat.

Selain itu, tarifnya pun terbilang mahal. Menurut Wati, tarif pemakaian air per kubik mencapai Rp 11.500.

Sementara, biaya yang dikeluarkan warga lebih murah jika persediaan air berasal dari pipa operator.

"Kalau ada (dari operator air) mau banget, kayak listrik begitu. Listrik bisa pasang bayar langsung ke PLN, air juga ingin sih kalau memang bisa. Punya meteran sendiri, bisa nyalain air kapan saja," ujar dia.

Dengan menggunakan master meter, Wati menuturkan, warga harus menunggu jadwal untuk mengisi tempat penampungan air hingga penuh.

"Kayak saya, jam 1 siang. Di sini ada empat blok, diatur-atur (menampung airnya). Mengalir sih mengalir, cuma ya begitu," kata dia.

Baca juga: Warga Jakarta Utara Hadapi Krisis Air Berbulan-bulan, Bukan karena Kemarau tapi Gangguan Operator

Wati mengatakan, akhir-akhir ini kondisi air dari meteran induk di kampungnya tidak mengalir seperti biasanya. Saat malam, air lebih sering tidak mengalir.

Bahkan, kata dia, warga ada yang menunggu hingga malam hanya untuk bisa mendapatkan persediaan air.

"Sekarang lagi enggak begitu lancar, warga ada yang sampai bergadang," kata dia.

Wati mengatakan, meskipun air dari master meter muncul pada waktu jadwal tertentu saja, tetapi airnya masih tetap bisa digunakan.

Meski untuk minum, warga lebih memilih membeli air galon isi ulang saja.

"Master meter ada yang punya di depan, jadi dari satu orang yang punya itu dialirkan ke warga," kata dia.

Baca juga: Warga Kampung Bandan Minta PT Palyja Segera Selesaikan Krisis Air

Dia mengatakan, master meter di kawasannya baru dimulai sekitar empat tahun lalu. Sebelumnya, warga selalu membeli air dari gerobak dorong.

"Jadi menampung dulu di satu yang punya, nanti dialirkan ke warga. Bagian mana dulu (yang dialirkan) ada jadwalnya," kata dia.

Oleh karena itu, tempat penampungan sangat penting agar warga tetap memiliki persediaan air bersih saat tidak mendapat aliran dari meteran induk.

"Tapi volume airnya (yang didapat) tergantung juga. Kalau yang punya pompa air dapatnya cepat dan lebih banyak dari yang enggak karena jadi duluan nariknya," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 14 Persen

Tingkat Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 14 Persen

Megapolitan
Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Siapkan Anggaran Rp 250 Juta

Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Siapkan Anggaran Rp 250 Juta

Megapolitan
Polisi Musnahkan 32,5 Kg Sabu dan 5 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus dari Maret hingga Juni 2022

Polisi Musnahkan 32,5 Kg Sabu dan 5 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus dari Maret hingga Juni 2022

Megapolitan
Pembangunan Sanitasi Layak di Setu Dilakukan di Tiga Kelurahan pada Tahun Ini

Pembangunan Sanitasi Layak di Setu Dilakukan di Tiga Kelurahan pada Tahun Ini

Megapolitan
BOR di RS Depok Masih Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

BOR di RS Depok Masih Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

Megapolitan
Korban Penusukan oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi Mengaku Tak Kenal Pelaku

Korban Penusukan oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi Mengaku Tak Kenal Pelaku

Megapolitan
Sepanjang Juni 2022, Camat Setu Bangun 13 dari 20 Sanitasi yang Ditargetkan

Sepanjang Juni 2022, Camat Setu Bangun 13 dari 20 Sanitasi yang Ditargetkan

Megapolitan
Anies Bangun Kampung Gembira, Pengamat: Jangan Sampai Langgar Tata Ruang

Anies Bangun Kampung Gembira, Pengamat: Jangan Sampai Langgar Tata Ruang

Megapolitan
Belasan Santriwati di Ponpes Depok Dicabuli Ustaz hingga Kakak Kelas, Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologis

Belasan Santriwati di Ponpes Depok Dicabuli Ustaz hingga Kakak Kelas, Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Kronologi Penusukan Ibu dan Anak oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi...

Kronologi Penusukan Ibu dan Anak oleh Pria Beratribut Polisi di Bekasi...

Megapolitan
Pria Beratribut Polisi Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi, Polsek Bantargebang Lakukan Penyelidikan

Pria Beratribut Polisi Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi, Polsek Bantargebang Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
JIS Bakal Jadi Lokasi Shalat Idul Adha 2022, Kapasitas hingga 20.000 Jemaah

JIS Bakal Jadi Lokasi Shalat Idul Adha 2022, Kapasitas hingga 20.000 Jemaah

Megapolitan
Peringati Hari Bhayangkara 2022, Sebanyak 1.641 Personel Polda Metro Jaya Naik Pangkat Satu Tingkat

Peringati Hari Bhayangkara 2022, Sebanyak 1.641 Personel Polda Metro Jaya Naik Pangkat Satu Tingkat

Megapolitan
Lurah Tanah Tinggi Klaim Warga Dapat Sosialisasi Perubahan Nama Jalan, Kantornya Langsung Digeruduk

Lurah Tanah Tinggi Klaim Warga Dapat Sosialisasi Perubahan Nama Jalan, Kantornya Langsung Digeruduk

Megapolitan
Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Anies: Hingga Akhir Hayatnya Almarhum Selalu Memikirkan Bangsa

Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Anies: Hingga Akhir Hayatnya Almarhum Selalu Memikirkan Bangsa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.