Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/03/2022, 14:42 WIB
Editor Ihsanuddin

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengganti separuh armada bus Transjakarta menjadi kendaraan listrik pada 2025 mendatang.

Hal ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies dalam forum diskusi virtual bertajuk 'Jakarta E-Mobility Event' yang disiarkan kanal Youtube Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Anies Pasang Target Jakarta Capai Nol Emisi Karbon pada 2050

Anies menyebut, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Jakarta sebagai bagian dari C40, yaitu jaringan kota besar di dunia yang berkomitmen mengambil langkah progresif terkait perubahan iklim untuk masa depan.

"Sebagai kota C40, kami berkomitmen pada tiga hal, salah satunya mengganti separuh bus Jakarta menjadi armada listrik secara bertahap dan selesai pada tahun 2025," ucap Anies, Selasa (1/3/2022).

Baca juga: Mengapa Jakarta Tidak Tambah Kapasitas Drainase agar Tidak Banjir? Ini Penjelasan Dinas SDA

Untuk tahap awal ini, Pemprov DKI bakal mengimplementasikan 100 bus listrik pada trayek Transjakarta exsisting untuk proyek percontohan.

Serangkaian pra-uji coba untuk beberapa model bus listrik pun sudah dilakukan Transjakarta beberapa waktu terakhir ini.

"Implementasi armada bus listrik merupakan salah satu tindakan nyata kami untuk mendukung program percepatan kendaraan listrik berbaterai pemerintah Indonesia untuk transportasi jalan," ujarnya.

Baca juga: Pedagang di Tangerang Mogok Jualan karena Harga Daging Sapi Terus Naik

Sebagai informasi, saat ini jumlah armada bus Transjakarta mencapai 4.000 unit. Artinya, ada 2.000 armada bus Transjakarta yang akan diganti dengan kendaraan listrik hingga tiga tahun ke depan.

Diharapkan, pengalihan armada angkutan umum ke kendaraan listrik bisa mendorong peningkatan kualitas udara di ibu kota.

"Ini juga untuk mengedukasi masyarakat kita untuk memahami pengalaman kendaraan listrik dan aman. Jadi, kami berharap, ini bukan hanya tentang kami untuk mencapai target udara bersih, tapi juga mobilitas berkelanjutan," kata Anies.
Baca juga: Dinas SDA Sebut Gerebek Lumpur Punya Pengaruh Besar Kurangi Banjir di Jakarta

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, kebijakan ini dibuat sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI menekan efek gas rumah kaca. Untuk program jangka panjang, Anies menargetkan Jakarta menjadi kota bebas emisi atau zero emission pada 2050 mendatang.

"Kami telah mengurangi sebesar 26 persen (emisi) dan kami optimis bahwa kami akan dapat mencapai Net Zero Emission pada 2050," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "Pamer Penurunan Emisi, Gubernur Anies Ungkap Program Bus Listrik Jakarta Sampai 2025"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Terbitkan Surat Perintah Penyidikan Baru Kasus Kecelakaan Hasya

Polda Metro Terbitkan Surat Perintah Penyidikan Baru Kasus Kecelakaan Hasya

Megapolitan
Kadishub Sebut Penutupan 27 U-turn di Jakarta Dilakukan Bertahap

Kadishub Sebut Penutupan 27 U-turn di Jakarta Dilakukan Bertahap

Megapolitan
Langgar Izin Tinggal, 7 Warga Negara Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Jaksel

Langgar Izin Tinggal, 7 Warga Negara Asing Dideportasi Kantor Imigrasi Jaksel

Megapolitan
Langgar Prosedur, Penyidik Kasus Kecelakaan Hasya Disidang Etik dan Profesi Polri

Langgar Prosedur, Penyidik Kasus Kecelakaan Hasya Disidang Etik dan Profesi Polri

Megapolitan
Anak Buah Teddy Minahasa, Kompol Kasranto, Sembunyikan 305 Gram Sabu di Ruang Kerjanya

Anak Buah Teddy Minahasa, Kompol Kasranto, Sembunyikan 305 Gram Sabu di Ruang Kerjanya

Megapolitan
Kronologi Mobil Dinas Polisi Tabrak Pemotor di Rawamangun

Kronologi Mobil Dinas Polisi Tabrak Pemotor di Rawamangun

Megapolitan
Luluhnya Kadishub DKI Usai Berkali-kali Diprotes Massa, Transportasi 'Online' Dijanjikan Tak Dikenakan Tarif ERP

Luluhnya Kadishub DKI Usai Berkali-kali Diprotes Massa, Transportasi "Online" Dijanjikan Tak Dikenakan Tarif ERP

Megapolitan
Demi Atasi Kemacetan, 27 'U-turn' di Jakarta Bakal Ditutup pada Juni 2023

Demi Atasi Kemacetan, 27 "U-turn" di Jakarta Bakal Ditutup pada Juni 2023

Megapolitan
Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpok, Kepsek: Ditegur karena Mainkan Saklar Lampu

Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpok, Kepsek: Ditegur karena Mainkan Saklar Lampu

Megapolitan
Wali Kota Depok Diduga Lakukan Malaadministrasi dalam Rencana Penggusuran SDN Pondok Cina 1

Wali Kota Depok Diduga Lakukan Malaadministrasi dalam Rencana Penggusuran SDN Pondok Cina 1

Megapolitan
Fakta Anggota Densus 88 “Bermasalah” yang Bunuh Sopir Taksi, Baru Keluar dari Tahanan karena Kasus Penipuan

Fakta Anggota Densus 88 “Bermasalah” yang Bunuh Sopir Taksi, Baru Keluar dari Tahanan karena Kasus Penipuan

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di Jakarta

Kadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di Jakarta

Megapolitan
Saksi Sebut 2 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Orangtua AKBP Dody

Saksi Sebut 2 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Orangtua AKBP Dody

Megapolitan
Viral Video Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpong, Ini Duduk Perkaranya

Viral Video Murid Bentak Guru di SMK Pustek Serpong, Ini Duduk Perkaranya

Megapolitan
Bripda Haris Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi 'Online' Akan Dipecat

Bripda Haris Anggota Densus 88 Pembunuh Sopir Taksi "Online" Akan Dipecat

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.