Muhammad Kholisul Imam
Akademisi
Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang dan Pemerhati Ekonomi Pembangunan dan Kerakyatan

Dana Desa dan Kemiskinan Perdesaan Pasca-Pandemi

Kompas.com - 23/06/2022, 17:03 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PANDEMI COVID-19 telah menggempur ketahanan ekonomi baik di perkotaan maupun perdesaan.

Selain pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi, pandemi juga berefek pada peningkatan kemiskinan. Untuk kasus Indonesia, daerah perdesaan mengalami penderitaan yang lebih masif.

Berbeda dengan daerah perkotaan yang mampu berdamai dengan kondisi pandemi, daerah perdesaan justru benar-benar mengalami kelumpuhan perekonomian.

Apalagi ketika pemerintah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) beberapa kali, aktivitas perekonomian di perdesaan sangat terhantam bahkan dapat dikatakan seperti mengalami mati suri.

Banyak penduduk daerah perdesaan yang harus menjadi pengangguran akibat pandemi saat itu. Sehingga wajar bila terjadi peningkatan kemiskinan saat pandemi.

Tanpa mengecilkan kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya, kemiskinan di perdesaan perlu ditangani dengan lebih serius.

Mengacu pada data yang dilansir BPS, tingkat kemiskinan daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan.

Rata-rata tingkat kemiskinan perkotaan adalah sekitar 6-8 persen. Sedangkan kemiskinan perdesaan bisa mencapai dua kali lipatnya, yakni sekitar 12-14 persen.

Sungguhpun begitu, penurunan tingkat kemiskinan di kedua daerah tersebut menjadi sebuah keniscayaan.

Sebelum pandemi terjadi, penurunan kemiskinan memang lebih cepat terjadi di perkotaan dengan pertumbuhan sekitar -5,04 (yoy). Bandingkan dengan daerah perdesaan yang turun hanya sekitar -3,25 (yoy).

Kondisi ini menegaskan bahwa kantong kemiskinan, bahkan yang telah mencapai kondisi akut, kerap dijumpai di daerah perdesaan.

Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan dana desa. Penggunaan dana desa yang tepat dipercaya dapat menurunakan kemiskinan di daerah perdesaan.

Dana desa dapat difungsikan untuk membiayai pembangunan desa yang diharapkan lebih melibatkan masyarakat.

Selain itu, dana desa juga memiliki peran vital dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Harapannya, dana desa dapat menggenjot aktivitas ekonomi di perdesaan.

Mengacu pada data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dana desa yang disalurkan pemerintah melaui skema APBN menunjukkan perkembangan yang signifikan setiap tahunnya.

Bahkan pada saat pandemi, dana desa tidak mengalami penyusutan dan justru semakin meningkat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berharap Tak Diusir, Orang Tua Mahasiswi Pembuang Bayi di Ciliwung Ditawari Pindah ke Rusun Lain

Berharap Tak Diusir, Orang Tua Mahasiswi Pembuang Bayi di Ciliwung Ditawari Pindah ke Rusun Lain

Megapolitan
Rawat Bayi yang Sempat Dibuang, Satu Keluarga Diusir dari Rusun di Jatinegara karena Desakan Tetangga

Rawat Bayi yang Sempat Dibuang, Satu Keluarga Diusir dari Rusun di Jatinegara karena Desakan Tetangga

Megapolitan
Orang Tua Mahasiswi Pembuang Bayi di Ciliwung Berharap Tak Diusir dari Rusun

Orang Tua Mahasiswi Pembuang Bayi di Ciliwung Berharap Tak Diusir dari Rusun

Megapolitan
Belum Dibuka hingga Awal Juli, Penutupan Sementara Tebet Eco Park untuk Perbaikan Diperpanjang

Belum Dibuka hingga Awal Juli, Penutupan Sementara Tebet Eco Park untuk Perbaikan Diperpanjang

Megapolitan
WALHI: Pemadaman Lampu Satu Jam Kurang Efektif Atasi Jejak Karbon

WALHI: Pemadaman Lampu Satu Jam Kurang Efektif Atasi Jejak Karbon

Megapolitan
Ada Helipad di Kepulauan Seribu, Dituding Ilegal hingga Bantahan Wagub DKI

Ada Helipad di Kepulauan Seribu, Dituding Ilegal hingga Bantahan Wagub DKI

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 113 Kasus di Tangsel, 324 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Juli: Tambah 113 Kasus di Tangsel, 324 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jadwal Konser Jakarta Fair Ada Tony Q Rastafara, Ini Harga Tiketnya

Jadwal Konser Jakarta Fair Ada Tony Q Rastafara, Ini Harga Tiketnya

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 53 Kasus di Kota Tangerang, 435 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Juli: Tambah 53 Kasus di Kota Tangerang, 435 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Puncak Monas Sudah Dibuka Kembali, Simak Jam Operasionalnya

Puncak Monas Sudah Dibuka Kembali, Simak Jam Operasionalnya

Megapolitan
Sekelompok Anak Muda Manfaatkan Terowongan Kendal untuk Syuting Video Promosi Kafe

Sekelompok Anak Muda Manfaatkan Terowongan Kendal untuk Syuting Video Promosi Kafe

Megapolitan
Tarif Taksi per Km 2022: GoCar, GrabCar, Blue Bird, Express, Maxim

Tarif Taksi per Km 2022: GoCar, GrabCar, Blue Bird, Express, Maxim

Megapolitan
Rute Ganjil Genap Jakarta Juli 2022

Rute Ganjil Genap Jakarta Juli 2022

Megapolitan
Tempat Perpanjangan SIM di Jakarta

Tempat Perpanjangan SIM di Jakarta

Megapolitan
Tempat yang Wajib Dikunjungi di Jakarta

Tempat yang Wajib Dikunjungi di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.