Kompas.com - 20/07/2022, 13:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebocoran pipa gas terjadi di tengah pengerjaan proyek halte bus Transjakarta di Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/7/2022) siang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 12.40 WIB, kemacetan arus lalu lintas terjadi di Jalan MT Haryono ke arah Cawang, Jakarta Timur.

Kepadatan arus lalu lintas disebabkan adanya pengalihan jalan bagi kendaraan dari selatan ke arah timur di Jalan MT Haryono.

"Karena adanya kebocoran gas, sementara yang mengarah ke timur ditutup sementara dan dialihkan ke Tebet Eco Park, Pancoran, dan Tebet Raya," ujar Kanit Lantas Polsek Tebet AKP Estu saat ditemui di lokasi, Rabu.

Baca juga: Kebocoran Gas di Jalan MT Haryono, Warga Panik Melarikan Diri

Menurut Estu, penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas dilakukan agar kebocoran gas itu tak berdampak kepada pengendara yang melintas.

"Betul, agar tidak terdampak kepada kendaraan yang lewat naik roda dua maupun roda empat," ucap Estu.

Hingga kini, sejumlah polisi lalu lintas tampak berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas.

Baca juga: Citayam Fashion Week Kian Tenar, Gubernur hingga Penyanyi Dompleng Popularitas Kawasan Dukuh Atas

Kebocoran gas terjadi di tengah pengerjaan proyek halte Bus Transjakarta tepatnya di Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (20/7/2022) siang. KOMPAS.com/Muhammad Isa Bustomi Kebocoran gas terjadi di tengah pengerjaan proyek halte Bus Transjakarta tepatnya di Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (20/7/2022) siang.

Seorang warga bernama Aji mengatakan, kebocoran gas dari proyek halte integrasi itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

Kebocoran gas tersebut membuat Aji dan warga lain yang berada di sekitar lokasi kejadian panik dan melarikan diri.

"Sekitar jam 11.30 WIB. Saya lihat orang lari, saya ikut lari," ujar Aji saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu.

Baca juga: Aksi Satpam Saat Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur, Selamatkan Bocah hingga Menenangkan Sopir Truk

Aji yang sedang berdagang ketupat sayur di sana, sempat meninggalkan gerobak dagangannya saat peristiwa terjadi.

"Iya saya sempat lari tinggalin gerobak karena panik. Tapi tidak beberapa lama, saya balik lagi ambil gerobak, habis itu lari lagi," ucap Aji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motor Hasil Curian di Johar Baru Dijual ke Penadah Rp 1,2 Juta

Motor Hasil Curian di Johar Baru Dijual ke Penadah Rp 1,2 Juta

Megapolitan
Kepala Dishub Jakpus Tegur Anggotanya yang Tidak Pantau Jalur Sepeda di Jalan Penjernihan 1

Kepala Dishub Jakpus Tegur Anggotanya yang Tidak Pantau Jalur Sepeda di Jalan Penjernihan 1

Megapolitan
Terdakwa Lain Dihadirkan dalam Sidang Penggelapan KSP Indosurya sebagai Saksi Mahkota

Terdakwa Lain Dihadirkan dalam Sidang Penggelapan KSP Indosurya sebagai Saksi Mahkota

Megapolitan
Sah! APBD Kota Tangerang Tahun 2023 Sebesar Rp 5,1 Triliun

Sah! APBD Kota Tangerang Tahun 2023 Sebesar Rp 5,1 Triliun

Megapolitan
Motor Tukang Servis AC di Jakbar Dibawa Kabur Maling, Korban Baru 2 Hari Buka Toko

Motor Tukang Servis AC di Jakbar Dibawa Kabur Maling, Korban Baru 2 Hari Buka Toko

Megapolitan
Fraksi PKS: Warga Kampung Bayam Sudah Terima Kompensasi, Seharusnya Ikut Aturan Soal Tarif Rusun

Fraksi PKS: Warga Kampung Bayam Sudah Terima Kompensasi, Seharusnya Ikut Aturan Soal Tarif Rusun

Megapolitan
Pemkot Depok Izinkan Siswa Gunakan Bangunan SDN Pondok Cina 1, tetapi Hanya untuk UAS

Pemkot Depok Izinkan Siswa Gunakan Bangunan SDN Pondok Cina 1, tetapi Hanya untuk UAS

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Bahari Diwarnai Bunyi Petasan saat Polisi Datang

Penggerebekan Kampung Bahari Diwarnai Bunyi Petasan saat Polisi Datang

Megapolitan
Jenguk Tukang Kayu yang Jadi Korban Begal, Kapolres Bekasi Janjikan Segera Tangkap Pelaku

Jenguk Tukang Kayu yang Jadi Korban Begal, Kapolres Bekasi Janjikan Segera Tangkap Pelaku

Megapolitan
Saat Kenaikan UMP DKI 2023 Tak Puaskan Buruh, Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Direncanakan

Saat Kenaikan UMP DKI 2023 Tak Puaskan Buruh, Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Direncanakan

Megapolitan
Gagal Terpilih meski Bagi-bagi Amplop, Calon Ketua LPM Bedahan Depok Minta Uangnya Dikembalikan

Gagal Terpilih meski Bagi-bagi Amplop, Calon Ketua LPM Bedahan Depok Minta Uangnya Dikembalikan

Megapolitan
Jalur Sepeda di Bendungan Hilir Masih Tak Steril Malam Ini, Tak Ada Petugas yang Menjaga

Jalur Sepeda di Bendungan Hilir Masih Tak Steril Malam Ini, Tak Ada Petugas yang Menjaga

Megapolitan
Marak Kendaraan Lepas Pelat Nomor untuk Hindari ETLE, Belum Ada yang Ditilang Manual di Jakbar

Marak Kendaraan Lepas Pelat Nomor untuk Hindari ETLE, Belum Ada yang Ditilang Manual di Jakbar

Megapolitan
Berharap Olahan Minyak Jelantah Tak Hanya Dinikmati Negara Lain, Tapi Juga Negeri Sendiri..

Berharap Olahan Minyak Jelantah Tak Hanya Dinikmati Negara Lain, Tapi Juga Negeri Sendiri..

Megapolitan
Grebek Kampung Bahari, Polisi Diserang Warga dengan Batu hingga Petasan

Grebek Kampung Bahari, Polisi Diserang Warga dengan Batu hingga Petasan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.