Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emak-emak di Pontianak Berteriak Minta Barang-barang yang Dipakai Kaesang

Kompas.com - 30/01/2024, 18:53 WIB
Baharudin Al Farisi,
Nursita Sari

Tim Redaksi

PONTIANAK, KOMPAS.com - Emak-emak berteriak meminta Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan barang-barang yang dipakainya.

Momen tersebut terjadi saat Kaesang bersama PSI menggelar kampanye akbar bertajuk “Mawar Melawan” di Lapangan Qubu Resort, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Kabupaten Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (30/1/2023).

Mulanya, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menawarkan jaket PSI kepada para pendukungnya.

“Terima kasih buat semuanya sudah mau menunggu, makasih, makasih, makasih. Ada yang mau jaket? Katanya kedinginan,” kata Kaesang saat berbicara di atas panggung.

Baca juga: Kampanye di Pontianak, Grace Natalie: Kalau Mau Hadiah, Tangannya Harus 2 Jari, Jangan 1 dan 3

Sontak, pendukung yang hadir langsung berteriak. Suara emak-emak nyaring terdengar.

Tanpa basa-basi, Kaesang membuka jaket PSI berwarna merah yang dia kenakan, lalu melemparkannya.

Pendukung yang tidak mendapatkan jaket itu kembali berteriak meminta barang yang sama. Namun, Kaesang meminta maaf karena jaket itu hanya ada satu.

“Topinya, Mas Kaesang,” teriak seorang emak kepada Kaesang.

Baca juga: Beda dari Grace Natalie, DPW PSI Anggap Kaesang Sosok Tepat Pimpin Jakarta

Lantas, Kaesang melempar topi berlogo PSI yang dia gunakan.

Setelah itu, para pendukung terus berteriak. Ada yang meminta kacamata, bahkan kemeja putih bergaris coklat yang dikenakan Kaesang. Namun, Kaesang tak memberikannya.

“Apa? Kacamata? Saya enggak bisa lihat nanti. Saya enggak bisa lihat ibu nanti,” ujar Kaesang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pemalak Sopir Truk yang Parkir di Jalan Daan Mogot

Polisi Tangkap Pemalak Sopir Truk yang Parkir di Jalan Daan Mogot

Megapolitan
Setuju Jukir Liar Minimarket Ditertibkan, Anggota DPRD DKI: Meresahkan

Setuju Jukir Liar Minimarket Ditertibkan, Anggota DPRD DKI: Meresahkan

Megapolitan
'Budaya Kekerasan di STIP Tak Ada Kaitannya dengan Dunia Kerja di Kapal'

"Budaya Kekerasan di STIP Tak Ada Kaitannya dengan Dunia Kerja di Kapal"

Megapolitan
4 Tersangka Kasus Tewasnya Taruna STIP di Tangan Senior Terancam 15 Tahun Penjara

4 Tersangka Kasus Tewasnya Taruna STIP di Tangan Senior Terancam 15 Tahun Penjara

Megapolitan
Pemerataan Air Bersih di Jakarta, Mungkinkah?

Pemerataan Air Bersih di Jakarta, Mungkinkah?

Megapolitan
Begini Peran 3 Tersangka Baru Kasus Tewasnya Taruna STIP di Tangan Senior

Begini Peran 3 Tersangka Baru Kasus Tewasnya Taruna STIP di Tangan Senior

Megapolitan
Bertambah 3, Kini Ada 4 Tersangka Kasus Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas

Bertambah 3, Kini Ada 4 Tersangka Kasus Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas

Megapolitan
Polisi Tak Ingin Gegabah dalam Penyidikan Kasus Tewasnya Taruna STIP di Tangan Senior

Polisi Tak Ingin Gegabah dalam Penyidikan Kasus Tewasnya Taruna STIP di Tangan Senior

Megapolitan
Polisi Bantah Senior Penganiaya Taruna STIP hingga Tewas adalah Anak Pejabat

Polisi Bantah Senior Penganiaya Taruna STIP hingga Tewas adalah Anak Pejabat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta 9 Mei 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta 9 Mei 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Cerah Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Eks Taruna STIP soal Lika-liku Perpeloncoan oleh Senior | Junior di STIP Disebut Wajib Panggil Senior dengan Sebutan “Nior”

[POPULER JABODETABEK] Cerita Eks Taruna STIP soal Lika-liku Perpeloncoan oleh Senior | Junior di STIP Disebut Wajib Panggil Senior dengan Sebutan “Nior”

Megapolitan
Rute Transjakarta 10A Rusun Marunda-Tanjung Priok

Rute Transjakarta 10A Rusun Marunda-Tanjung Priok

Megapolitan
Rute KA Cikuray, Tarif dan Jadwalnya 2024

Rute KA Cikuray, Tarif dan Jadwalnya 2024

Megapolitan
Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Megapolitan
Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com