Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi: Pria yang Ditemukan Tewas di Apartemen Tebet Diduga karena Sakit

Kompas.com - 23/04/2024, 10:58 WIB
Dzaky Nurcahyo,
Larissa Huda

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesosok pria paruh baya berinisial W (53) yang ditemukan tak bernyawa di kamar apartemen wilayah Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2024).

Saat ditemukan, W tengah dalam posisi duduk di atas sofa. Beberapa bagian tubuh korban disebut telah membengkak dan kulitnya mulai mengelupas.

“Diduga meninggal karena sakit,” ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tebet Komisaris Murodih saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2024).

Berdasarkan keterangan keluarga korban, kata Murodih, W mengidap penyakit darah tinggi.

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan di Apartemen Wilayah Tebet

“Info dari keluarga yang bersangkutan memiliki penyakit darah tinggi. Jadi diduga karena ini,” tutur dia.

Maka dari itu, korban diduga meninggal dunia karena penyakit tersebut. Walau demikian, dugaan di atas masih belum bisa dipastikan keakuratannya.

Murodih mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Penyebab kematian nanti diketahui saat hasil visum keluar,” imbuh dia.

Adapun penemuan jasad W bermula saat tetangga apartemen korban mencium aroma tidak sedap. Tetangga W kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak apartemen untuk  dicek.

Baca juga: Terpeleset Saat Mandi di Sungai Citarum, Jasad Nelayan Muaragembong Ditemukan Mengapung di Kepulauan Seribu

Sekitar pukul 18.16 WIB, customer service apartemen berkoordinasi dengan pihak sekuriti dan tim engineering berupaya untuk membuka pintu unit kamar yang dimaksud.

Setelah dibuka, ditemukan sesosok mayat yang diketahui adalah W.

Beberapa bagian tubuh korban disebut telah membengkak dan kulitnya mulai mengelupas.

Belum diketahui sudah berapa lama korban meninggal dunia di dalam unit apartemen tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

LBH Jakarta Sebut Pemberian Bintang Empat Prabowo Abaikan UU TNI

LBH Jakarta Sebut Pemberian Bintang Empat Prabowo Abaikan UU TNI

Megapolitan
Polisi Imbau Warga Bikin SIM Langsung di Satpas, Jangan Termakan Iming-iming Medsos

Polisi Imbau Warga Bikin SIM Langsung di Satpas, Jangan Termakan Iming-iming Medsos

Megapolitan
NIK 213.831 Warga Sudah Dipindahkan ke Luar Jakarta, Dukcapil: Akan Terus Bertambah

NIK 213.831 Warga Sudah Dipindahkan ke Luar Jakarta, Dukcapil: Akan Terus Bertambah

Megapolitan
Polisi Musnahkan 300 Knalpot Brong di Koja dengan Gergaji Mesin

Polisi Musnahkan 300 Knalpot Brong di Koja dengan Gergaji Mesin

Megapolitan
Polresta Bogor Luncurkan Aplikasi SiKasep, Lapor Kehilangan Tak Perlu Datang ke Kantor Polisi

Polresta Bogor Luncurkan Aplikasi SiKasep, Lapor Kehilangan Tak Perlu Datang ke Kantor Polisi

Megapolitan
Janggal dengan Kematian Anaknya di Dalam Toren, Ibu Korban: Ada Bekas Cekikan

Janggal dengan Kematian Anaknya di Dalam Toren, Ibu Korban: Ada Bekas Cekikan

Megapolitan
Pemalsu Dokumen yang Ditangkap Polsek Setiabudi Pernah Jadi Calo SIM

Pemalsu Dokumen yang Ditangkap Polsek Setiabudi Pernah Jadi Calo SIM

Megapolitan
2 Hari Sebelum Ditemukan Tewas di Toren, Korban Sempat Pamit ke Ibunya

2 Hari Sebelum Ditemukan Tewas di Toren, Korban Sempat Pamit ke Ibunya

Megapolitan
Kadernya Hadiri Rakorcab Gerindra meski Beda Koalisi, Golkar Depok: Silaturahim Politik Saja

Kadernya Hadiri Rakorcab Gerindra meski Beda Koalisi, Golkar Depok: Silaturahim Politik Saja

Megapolitan
Ulah Bejat Bujang Lapuk di Bogor, Cabuli 11 Anak di Bawah Umur gara-gara Hasrat Seksual Tak Tersalurkan

Ulah Bejat Bujang Lapuk di Bogor, Cabuli 11 Anak di Bawah Umur gara-gara Hasrat Seksual Tak Tersalurkan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Pembatas Jalan di Rawa Badak

Polisi Tangkap Pencuri Pembatas Jalan di Rawa Badak

Megapolitan
Tersangka Pemalsu KTP dan Ijazah Raup Keuntungan Rp 30 Juta Per Bulan

Tersangka Pemalsu KTP dan Ijazah Raup Keuntungan Rp 30 Juta Per Bulan

Megapolitan
Besok, Siswi SLB di Kalideres yang Jadi Korban Pemerkosaan Bakal Lapor Polisi

Besok, Siswi SLB di Kalideres yang Jadi Korban Pemerkosaan Bakal Lapor Polisi

Megapolitan
Pelaku Pencabulan 11 Anak di Bogor Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pelaku Pencabulan 11 Anak di Bogor Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Megapolitan
Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Pemberian Pangkat Bintang Empat Prabowo ke PTUN

Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Pemberian Pangkat Bintang Empat Prabowo ke PTUN

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com