Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammad Hidayat Tak Terima Laporannya terhadap Kaesang Dihentikan

Kompas.com - 07/07/2017, 12:13 WIB
Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja

Penulis

BEKASI, KOMPAS.com – Muhammad Hidayat (53) mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk meminta kepastian apakah laporannya mengenai video Kaesang dilanjutkan atau diberhentikan.

Namun, saat mendapatkan jawaban bahwa laporannya dihentikan, Hidayat tidak terima karena sudah mendapatkan surat undangan untuk dimintai keterangan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

“Polisi di Indonesia dipermalukan oleh kasus ini, ya kasus ini menelanjangi kebobrokan institusi Polri. Betapa telanjangnya dan terang benderang Polri menunjukkkan kinerja nya amburadul di dalam menangani laporan masyarakat,” ujar Hidayat saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (7/7/2017).

 

Baca: Merasa Dilecehkan, Pelapor Kaesang Datangi Mapolres Bekasi Kota

Ia menjelaskan bahwa laporannya mengenai video Kaesang sudah dihentikan, namun prosesnya belum berjalan.

“Padahal prosesnya saja belum berjalan. Pelapor itu baru akan dimintai keterangan, eh tau-tau udah dibilang ditutup maksudnya apa?” kata Hidayat.

Ia menjelaskan tidak akan lagi datang jika dimintai keterangan karena merasa dibodohi oleh Polisi.

“Bodoh saya kalau dimintai keterangan padahal sudah ditutup. Gimana ceritanya. Masa kasus sudah ditutup dimintain keterangan. Dunia berbalik ini, jadi publik dibodoh-bodohin sama kasus ini,” pungkasnya.

Hidayat mengaku telah menerima surat undangan untuk memberikan keterangan pada dua hari lalu (Rabu), yang di jadwalkan pada hari Jumat pukul 09.05 WIB.

Namun saat ditanya oleh Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengenai bukti surat undangan untuk memberikan keterangan, Hidayat tidak mau memperlihatkan.

“Ada surat permintaan keterangan. Ada. Saya ngga perlu liatkan ke ibu. Nggak perlu saya bawa, bukan surat panggilan, surat permintaan keterangan,” kata Hidayat.

Tidak hanya itu, Hidayat menekankan akan melaporkan Wakapolri karena telah menghentikan laporannya mengenai kasus Kaesang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Kerahkan 3.454 Personel Amankan Hari Buruh di Jakarta

Polda Metro Jaya Kerahkan 3.454 Personel Amankan Hari Buruh di Jakarta

Megapolitan
Terima Mandat Partai Golkar, Benyamin-Pilar Saga Tetap Ikut Bursa Cawalkot Tangsel dari PDIP

Terima Mandat Partai Golkar, Benyamin-Pilar Saga Tetap Ikut Bursa Cawalkot Tangsel dari PDIP

Megapolitan
Brigadir RAT Bunuh Diri dengan Pistol, Psikolog: Perlu Dicek Riwayat Kesehatan Jiwanya

Brigadir RAT Bunuh Diri dengan Pistol, Psikolog: Perlu Dicek Riwayat Kesehatan Jiwanya

Megapolitan
'Mayday', 15.000 Orang Buruh dari Bekasi Bakal Unjuk Rasa ke Istana Negara dan MK

"Mayday", 15.000 Orang Buruh dari Bekasi Bakal Unjuk Rasa ke Istana Negara dan MK

Megapolitan
Maju Pilkada 2024, 2 Kader PDI-P yang Pernah Jadi Walkot Bekasi Juga Daftar Lewat PKB

Maju Pilkada 2024, 2 Kader PDI-P yang Pernah Jadi Walkot Bekasi Juga Daftar Lewat PKB

Megapolitan
3 Juta KTP Warga DKI Bakal Diganti Jadi DKJ pada Tahun Ini, Dukcapil: Masih Menunggu UU DKJ Diterapkan

3 Juta KTP Warga DKI Bakal Diganti Jadi DKJ pada Tahun Ini, Dukcapil: Masih Menunggu UU DKJ Diterapkan

Megapolitan
Saat Tekanan Batin Berujung pada Kecemasan yang Dapat Membuat Anggota Polisi Bunuh Diri

Saat Tekanan Batin Berujung pada Kecemasan yang Dapat Membuat Anggota Polisi Bunuh Diri

Megapolitan
PMI Jakbar Ajak Masyarakat Jadi Donor Darah di Hari Buruh

PMI Jakbar Ajak Masyarakat Jadi Donor Darah di Hari Buruh

Megapolitan
Gulirkan Nama Besar Jadi Bacagub DKI, PDI-P Disebut Ingin Tandingi Calon Partai Lain

Gulirkan Nama Besar Jadi Bacagub DKI, PDI-P Disebut Ingin Tandingi Calon Partai Lain

Megapolitan
Anggota Polisi Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Ada Masalah Kesulitan Hidup Sekian Lama...

Anggota Polisi Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Ada Masalah Kesulitan Hidup Sekian Lama...

Megapolitan
Warga Sebut Pabrik Arang di Balekambang Sebelumnya Juga Pernah Disegel

Warga Sebut Pabrik Arang di Balekambang Sebelumnya Juga Pernah Disegel

Megapolitan
Pengelola Sebut Warga Diduga Jual Beli Rusun Muara untuk Keuntungan Ekspres

Pengelola Sebut Warga Diduga Jual Beli Rusun Muara untuk Keuntungan Ekspres

Megapolitan
Nama Andika Perkasa Masuk Bursa Cagub DKI 2024, Pengamat: PDI-P Harus Gerak Cepat

Nama Andika Perkasa Masuk Bursa Cagub DKI 2024, Pengamat: PDI-P Harus Gerak Cepat

Megapolitan
Polisi Tutup Kasus Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Sudah Tepat karena Kasus Bunuh Diri

Polisi Tutup Kasus Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Sudah Tepat karena Kasus Bunuh Diri

Megapolitan
Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Depok Konsumsi Ganja Berbentuk 'Liquid'

Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Depok Konsumsi Ganja Berbentuk "Liquid"

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com