Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Foke Dilirik Jadi Dubes RI di Jerman, Basuki Senang

Selasa, 3 September 2013 | 16:27 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDIN Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) berbincang dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo saat acara pelantikan pada rapat paripurna istimewa DPRD DKI Jakarta, Senin (15/10/2012). Jokowi dan Ahok menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk periode 2012-2017.


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku senang ketika mendengar kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo digadang-gadang menjadi duta besar RI untuk Jerman.

Menurut Basuki, posisi duta besar RI untuk Jerman itu sangat cocok diberikan kepada Fauzi. "Bagus, cocok banget kalau beliau yang terpilih. Beliau memang sekolah di sana dan saya juga senang," kata Basuki ditemui di Balaikota Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Basuki pun bercerita bahwa dirinya baru semalam bertemu dan berbincang dengan Foke, begitu Fauzi disapa. Bahkan, keduanya sempat janjian untuk makan bersama.

"Dia katanya mau ke London. Setelah pulang dari sana, beliau janji mau ngajak saya makan. Tapi, saya enggak tahu, kalau sudah jadi dubes, enggak sempat makan lagi, hehehe," seloroh Basuki.

Wacana penunjukan Foke sebagai duta besar RI untuk Jerman mulai jadi perbincangan beberapa hari terakhir ini. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan bahkan mengaku tak terkejut dengan usulan terhadap Foke sebagai duta besar di Jerman.

Ramadhan menilai, pengetahuan dan wawasan Foke dengan kultur Jerman cukup kuat. Dengan kemampuan itu, Basuki percaya Foke akan memudahkan Indonesia untuk mengejar target-target yang diharapkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menilai jabatan tersebut sangat pas lantaran Foke pernah menetap cukup lama di Jerman dan memiliki banyak kolega di sana.

Selain Fauzi Bowo, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Ito Sumardi diusulkan menjadi duta besar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, ada 20 nama lainnya yang diusulkan Presiden, antara lain, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Yuli Mumpuni dan juga adik dari Yusril Ihza Mahendra, Yusron Ihza Mahendra.

Berikut daftar lengkap 22 usulan nama calon dubes RI.

1. Fauzi Bowo (Jerman)

2. Suprapto Martosetomo (Afrika Selatan)

3. Yuli Mumpuni (Spanyol)

4. Yusron Ihza Mahendra (Jepang)

5. Budi Bowoleksono (Amerika Serikat) menggantikan Dino Patti Djalal yang akan diangkat sebagai Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM)

6. Linggawaty Hakim (Swiss)

7. Komjen (Purn) Ito Sumardi (Uni Myanmar)

8. Letjen (Purn) TNI Jhony Lumintang (Filipina)

9. Drs Yuwono A Putranto (Norwegia)

10. Raudin Anwar (Libya)

11. Abdurrahman M Fachir (Arab Saudi)

12. Jose Antonio Morato Tavares (Selandia Baru)

13. Irmawan Emir Wisnandar (Laos)

14. Sugeng Rahardjo (China)

15. Burhanuddin (Sudan)

16. Nurul Qomar (Brunei Darussalam)

17. Gary Rachman Makmun Jusuf (Fiji)

18. Rahmat Pramono (PTRI Asean)

19. Diar Nurbiantoro (Romania)

20. Mulya Wirana (Portugal)

21. Pitono Purnomo (Kamboja)

22. Moenir Ari Soenanda (Peru)

Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq menuturkan, nama-nama itu nantinya akan dibacakan dalam rapat paripurna yang dilakukan hari ini. Setelah itu, calon dubes akan menjalani fit and proper test pada tanggal 18-19 September mendatang.


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Eko Hendrawan Sofyan