Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Megapolitan

Reza Indragiri Amriel: Pembunuhan Holly adalah Kasus "Murder-suicide"

Rabu, 2 Oktober 2013 | 23:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS, com — Teka-teki kematian di Apartemen Kalibata City masih simpang siur. Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai aksi pembunuhan terhadap perempuan bernama Holly ini merupakan kasus murder-suicide atau kasus pembunuhan yang pelakunya lalu bunuh diri. Menurutnya, motif pelaku sangat kecil karena terbakar cemburu.

"Sebab dalam statistik, motif murder-suicide karena hubungan lelaki dan perempuan atau di antaranya kecemburuan sangat rendah," kata Reza, Rabu (2/10/2013).

Menurut Reza, dalam kasus murder-suicide, yang dominan, konteks atau motifnya justru lebih dari sebatas relasi lelaki dan perempuan.

"Yaitu karena beban hidup si pembunuh yang bunuh diri atau dalam hal ini si Mr X, sangat berat. Bisa saja tersangkut masalah hukum, maupun masalah keuangan atau masalah berat lain," kata Reza.

Reza menuturkan, dalam kasus ini jika Mr X adalah pelaku pembunuhan Holly yang akhirnya bunuh diri, maka motif pembunuhan dikarenakan beban hidup atau masalahnya yang berat sehingga ia menjadi marah karena dipicu oleh Holly.

"Sehingga Mr X yang sedang menghadapi masalah berat, menjadi sangat agresif dan membabi buta. Lalu bunuh diri adalah cara menghindari bertambahnya masalah atau menghindari rasa penyesalan dan atau menghindari proses hukum."

"Ini mirip kondisi tipikal di balik KDRT. Di mana pasangan dan anak adalah samsak hidup paling empuk atas problem yang menumpuk," tuturnya.

Reza berpendapat, Mr X dan Holly punya hubungan asmara.

"Kalau bukan suami, tapi punya hubungan asmara, berarti selingkuhan," kata Reza.

Dengan ini, Reza ingin menjelaskan bahwa asmara dan sejenisnya bukan motif tersering di balik kasus-kasus murder-suicide.

"Jadi murder-suicide lebih sering terjadi pada pelaku di mana amarahnya terpicu, sementara sebelumnya tersangkut masalah berat seperti kasus hukum, kehilangan pekerjaan, dan masalah berat lainnya," tutur Reza.

Yang pasti, kata Reza, akar masalah dalam murder-suicide bukan pada pasangan atau korban. "Akar masalahnya tidak berada pada si pasangan. Tapi pada konteks atau situasi yang meluas, yakni adanya masalah hidup yang berat," kata Reza.


Editor : Eko Hendrawan Sofyan
Sumber: tribunnews.com