Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tabrak Mobil Fortuner Terparkir Milik Polisi, Yan Bosco Bingung

Kompas.com - 24/07/2014, 13:16 WIB
Indra Akuntono

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Yan Bosco Delima (64) sedang bernasib sial. Mobil yang dikendarainya menabrak mobil milik seorang polisi yang sedang terparkir di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2014).

Kejadian berlangsung secara tiba-tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ada seorang pengendara motor yang memberi tahu pada warga sekitar bahwa ada seorang pria yang mengendarai Toyota Crown berwarna hitam dengan nomor polisi B 1950 PV menabrak mobil yang ada di depannya.

Warga sekitar langsung memeriksa dibantu beberapa petugas kepolisian yang bertugas di kediaman Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla. Hasilnya, Yan Bosco tertangkap setelah menabrakkan mobil yang dibawanya ke mobil Toyota Fortuner berwarna hitam dengan nomor polisi BM 96 PD.

Mobil Fortuner itu milik seorang petugas kepolisian yang sedang bertugas di kediaman Jusuf Kalla. Mobil tersebut sedang terparkir di pinggir jalan, dalam keadaan mesin mati, dan direm tangan.

Entah apa yang sedang dipikirkan Yan Bosco. Namun, ia terus menginjak pedal gasnya meski di depannya ada mobil. Alhasil, Fortuner yang terparkir itu sampai terdorong beberapa meter dan menutupi seluruh bagian jalan.

Saat diminta keterangan, Yan Bosco nampak sangat kebingungan. Berkali-kali dijelaskan, tapi ia tetap tak menyadari telah menabrak mobil.

Kepada petugas, Yan Bosco mengaku memiliki tekanan darah tinggi dan rutin mengonsumsi obat-obatan.

"Saya enggak ngerasa nabrak, tapi bingung kok mobil jalannya jadi begini," ucap Yan Bosco.

Saat diperiksa identitasnya, Yan Bosco diketahui tinggal di Pangkalan Jati, Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Dalam surat kendaraan yang ditumpanginya tercatat bahwa mobil tersebut milik PT Binapuri Lestari.

Kecelakaan ini menyebabkan lalu lintas di lokasi terhambat. Sampai pukul 12.30 WIB, Yan Bosco dan mobilnya telah diamankan oleh Ditlantas Polres Metro Jakarta Selatan kondisi lalu lintas kembali lancar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Daftar Pencalonan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad Ngaku Dipaksa Maju Pilkada 2024

Daftar Pencalonan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad Ngaku Dipaksa Maju Pilkada 2024

Megapolitan
Misteri Sosok Mayat Perempuan dalam Koper, Bikin Geger Warga Cikarang

Misteri Sosok Mayat Perempuan dalam Koper, Bikin Geger Warga Cikarang

Megapolitan
Kejamnya Nico Bunuh Teman Kencan di Kamar Kos, Buang Jasad Korban ke Sungai hingga Hanyut ke Pulau Pari

Kejamnya Nico Bunuh Teman Kencan di Kamar Kos, Buang Jasad Korban ke Sungai hingga Hanyut ke Pulau Pari

Megapolitan
Ulah Sindikat Pencuri di Tambora, Gasak 37 Motor dalam 2 Bulan untuk Disewakan

Ulah Sindikat Pencuri di Tambora, Gasak 37 Motor dalam 2 Bulan untuk Disewakan

Megapolitan
Upaya Chandrika Chika dkk Lolos dari Jerat Hukum, Ajukan Rehabilitasi Usai Ditangkap karena Narkoba

Upaya Chandrika Chika dkk Lolos dari Jerat Hukum, Ajukan Rehabilitasi Usai Ditangkap karena Narkoba

Megapolitan
Mochtar Mohamad Ajukan Diri Jadi Calon Wali Kota Bekasi ke PDIP

Mochtar Mohamad Ajukan Diri Jadi Calon Wali Kota Bekasi ke PDIP

Megapolitan
Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika dkk Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika dkk Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Megapolitan
Banyak Warga Protes NIK-nya Dinonaktifkan, padahal 'Numpang' KTP Jakarta

Banyak Warga Protes NIK-nya Dinonaktifkan, padahal "Numpang" KTP Jakarta

Megapolitan
Dekat Istana, Lima dari 11 RT di Tanah Tinggi Masuk Kawasan Kumuh yang Sangat Ekstrem

Dekat Istana, Lima dari 11 RT di Tanah Tinggi Masuk Kawasan Kumuh yang Sangat Ekstrem

Megapolitan
Menelusuri Kampung Kumuh dan Kemiskinan Ekstrem Dekat Istana Negara...

Menelusuri Kampung Kumuh dan Kemiskinan Ekstrem Dekat Istana Negara...

Megapolitan
Keluh Kesah Warga Rusun Muara Baru, Mulai dari Biaya Sewa Naik hingga Sulit Urus Akta Kelahiran

Keluh Kesah Warga Rusun Muara Baru, Mulai dari Biaya Sewa Naik hingga Sulit Urus Akta Kelahiran

Megapolitan
Nasib Malang Anggota TNI di Cilangkap, Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Bawah Pohon

Nasib Malang Anggota TNI di Cilangkap, Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Bawah Pohon

Megapolitan
Bursa Cagub DKI Jakarta Kian Ramai, Setelah Ridwan Kamil dan Syahroni, Kini Muncul Ahok hingga Basuki Hadimuljono

Bursa Cagub DKI Jakarta Kian Ramai, Setelah Ridwan Kamil dan Syahroni, Kini Muncul Ahok hingga Basuki Hadimuljono

Megapolitan
NIK Ratusan Warga di Kelurahan Pasar Manggis Dinonaktifkan karena Tak Sesuai Domisili

NIK Ratusan Warga di Kelurahan Pasar Manggis Dinonaktifkan karena Tak Sesuai Domisili

Megapolitan
Pendeta Gilbert Lumoindong Kembali Dilaporkan atas Dugaan Penistaan Agama

Pendeta Gilbert Lumoindong Kembali Dilaporkan atas Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com